Bank Sentral Sempurnakan Jibor

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia (BI) tengah melakukan penyempurnaan suku bunga referensi di pasar uang Jakarta Interbank Offered Rate atau Jibor yang mulai berlaku 11 Februari 2013 lalu. Menurut Keterangan Departemen Pengelolaan Moneter BI, melalui laman resmi BI di Jakarta, Selasa (12/2), menyebutkan Jibor merupakan suku bunga indikasi penawaran dalam transaksi pasar uang antarbank (PUAB) di Indonesia.

Yang dimaksud dengan suku bunga indikasi penawaran adalah suku bunga pada transaksi unsecured loan antarbank yang mencerminkan suku bunga pinjaman yang ditawarkan suatu bank kepada bank lain sekaligus, dan suku bunga pinjaman yang bersedia diterima suatu bank dari bank lain Jibor terdiri atas dua mata uang yakni rupiah dan dolar Amerika Serikat, dengan masing-masing terdiri dari enam tenor yakni satu hari, satu minggu, satu bulan, tiga bulan, enam bulan dan 12 bulan.

Penyempurnaan tersebut terdiri dari perubahan bank kontributor Jibor, perubahan batas waktu penyampaian koreksi laporan dari pukul 11.00 WIB menjadi pukul 10.45 WIB, dan perubahan metode penghitungan Jibor. Bank sentral berharap melalui penyempurnaan yang berkesinambungan, Jibor dapat lebih berperan terhadap pendalaman pasar keuangan domestik, stabilitas sistem keuangan dan peningkatan efektivitas kebijakan moneter.

Informasi data Jibor yang semula hanya dapat diakses melalui terminal sistem Laporan Harian Bank Umum (LHBU) BI, Thomson Reuters dan Bloomberg, kini diperluas publikasinya melalui website/laman BI. Jibor diharapkan dapat menjadi suku bunga acuan yang kredibel dan digunakan pada banyak transaksi keuangan di Indonesia sehingga mendorong pendalaman pasar keuangan domestik karena akan mendorong pengembangan PUAB terutama untuk transaksi dengan tenor di atas satu bulan yang saat ini transaksinya sangat kecil dan tidak memiliki acuan suku bunga.

Selain itu akan mendorong pelaku pasar untuk menciptakan instrumen pasar uang lain yang berbasis suku bunga, menciptakan acuan suku bunga bagi transaksi derivatif dan transaksi yang berbasis suku bunga mengambang. Selain itu juga akan membantu bank dalam menentukan suku bunga pinjaman dan deposito bagi nasabah, dan membantu pembentukan acuan untuk pasar obligasi.

Sebelumnya, pada 7 Februari 2011, BI melakukan penyempurnaan Jibor. Misalnya untuk metode perhitungan Jibor, sebelum penyempurnaan 7 Februari 2011 adalah nilai rata-rata dari seluruh kuotasi yang masuk.

Yang disempurnakan menjadi nilai rata-rata setelah mengeluarkan satu data tertinggi dan satu data terendah dari seluruh kuotasi yang masuk. Pada 11 Februari 2013, metode perhitungan yang dipakai adalah nilai rata-rata setelah mengeluarkan 25% data tertinggi dan 25% data terendah dari kuotasi yang masuk. [ardi]

BERITA TERKAIT

Bikin Program Pendidikan, Bank Mandiri Gaet UGM

      NERACA   Jakarta - Bank Mandiri menjalin kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam peningkatan kemampuan perbankan…

OJK Irit Bicara Soal Merger Bank BUMN Syariah

      NERACA   Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso memilih bungkam saat ditanya rencana…

Bank BJB Bagikan Dividen Rp 880 Miliar

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) akan mempertahankan dividen pay out ratio tahun buku 2017 sebesar…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pulihkan Penyaluran Kredit, BI Andalkan Makroprudensial

      NERACA   Jakarta - Pelonggaran kebijakan makroprudensial pada 2018 menjadi tumpuan untuk memulihkan penyaluran kredit perbankan yang…

Luncurkan G-Pro, Asuransi Generali Gaet BTN

      NERACA   Jakarta - PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero)…

BNI Siapkan Corporate Card untuk Kemenkeu

      NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyiapkan BNI Corporate Card yang…