CIMB Niaga Genjot Bisnis Trade Finance

NERACA

Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk terus mengembangkan bisnis trade finance melalui beragam layanan unggulan. Per 31 Desember 2012, nilai trade finance CIMB Niaga meningkat 20% menjadi Rp46 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Thomas Sudarma, Head of Trade Finance CIMB Niaga mengatakan, krisis yang terjadi di Amerika Serikat dan Eropa telah mendorong peningkatan aktifitas perdagangan dari Indonesia ke negara-negara di kawasan Asia seperti Singapura, China, Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Hong Kong, UAE.

Menurut Thomas, saat ini bisnis trade finance CIMB Niaga banyak disalurkan ke sektor-sektor seperti pertambangan, agribisnis, maupun trading dan manufaktur untuk berbagai industri. Untuk meningkatkan pendapatan dari bisnis trade finance ini, CIMB Niaga terus berkomitmen untuk meningkatkan serta menyediakan beragam layanan unggulan kepada nasabahnya.

Selain layanan konvensional Trade Finance di mana nasabah dapat mengajukan permohonan penerbitan LC, SKBDN, Bank Garansi dan Standby LC melalui internet banking BizChannel@CIMB, sebagai layanan unggulan, CIMB Niaga juga menyediakan layanan produk layanan structured trade financing seperti supplier financing (Anjak Piutang), distributor financing, warehouse financing, Trust Receipt, Pre and Post Export Financing dan lainnya.

CIMB Niaga juga telah mendapatkan penghargaan “The Best Trade Finance Bank in Indonesia” dari The Asian Banker Achievement Awards 2012, dan “Indonesia Domestic Trade Finance Bank of the Year” dari The Asian Banking & Finance Wholesale Banking Awards 2012 yang melengkapi penghargaan “Rising Star Trade Finance Bank (Indonesia)” dari The Asset Triple A Transaction Banking Awards yang pernah diperoleh sebelumnya.

“Melalui beragam layanan unggulan ini, kami optimistis bisnis trade finance CIMB Niaga ke depannya masih akan terus meningkat. Apalagi, hal ini ditunjang juga dengan kondisi perekonomian Indonesia yang diperkirakan relatif stabil di 2013 ini,” papar dia. [rin]

BERITA TERKAIT

Adira Finance Rilis Obligasi Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan otomotif, mendorong perusahaan pembiayaan untuk mengejar pertumbuhan bisnis lebih gesit lagi. Ambisi inilah yang…

Implementasi T+2 Berlaku November - Genjot Transaksi Saham

NERACA Jakarta- Semangat inovasi untuk melakukan kemudahan dalam bertransaksi terus dilakukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Teranyar, BEI siap menerapkan…

Naik 18 Persen, Industri Manufaktur Kerek Ekspor RI ke Australia - Niaga Internasional

NERACA Jakarta – Industri manufaktur berperan besar dalam mendongkrak peningkatan nilai ekspor Indonesia, salah satunya ke negara tujuan seperti Australia.…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,25%

      NERACA   Jakarta - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 18-19 Juli 2018 memutuskan untuk…

Kredit BTN Tumbuh 19,14%

      NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan peningkatan penyaluran kredit sebesar 19,14% secara…

Laba Bank Jatim Tumbuh 5,01%

      NERACA   Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencatatkan laba bersih mengalami…