Catatkan Rekor, Penguatan IHSG Belum Beranjak

Rabu, 13/02/2013

NERACA

Jakarta – Maraknya aksi borong investor terhadap saham-saham unggulan dan lapis dua, memicu tren penguatan terhadap indeks Bursa Efek Indonesia (BEI). Tercatat indeks harga saham gabungan (IHSG) Selasa ditutup menguat 44,996 poin (1,00%) ke level 4.548,243. Sementara Indeks LQ45 melaju 9,203 poin (1,19%) ke level 780,528.

Analis Panin Sekuritas Purwoko mengatakan, aksi borong investor membawa indeks BEI mencapai rekor terbarunya, “IHSG BEI bergerak menguat dengan mencetak rekor tertinggi baru," katanya di Jakarta, Selasa (12/2).

Dia menambahkan, membaiknya data makro ekonomi China menjadi katalis positif yang mengindikasikan adanya pemulihan ekonomi di Asia Timur. Menurutnya, menguatnya indeks BEI terjadi ditengah kekhawatiran akan krisis hutang Eropa yang kembali timbul menyusul gejolak politik di Spanyol dan Italia.

Berikutnya, indeks BEI Rabu diprediksi akan bergerak pada kisaran 4.535-4.575. Sementara analis e-Trading Securities Andrew Argado menambahkan, pelaku pasar asing tercatat melakukan beli bersih saham di pasar reguler sebesar Rp654,18 miliar.

Secara teknikal, lanjut dia, kenaikan IHSG BEI akan mengalami penguatan kembali. Namun tetap perlu diwaspadai akan adanya koreksi dikarenakan pada saat indikator "relative strength index" (RSI) sudah berada pada area jenuh beli. Asal tahu saja, indeks kembali menembus rekor tertingginya pada perdagangan Selasa. Aksi beli di saham-saham unggulan menjadi faktor pendorong. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun kompak menghijau.

Transaksi tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 287,38 miliar di pasar reguler dan negosiasi. Sebelumnya, rekor IHSG tertinggi di level 4.503,148 yang diraihnya pada 7 Februari 2012. Saat itu indeks naik tipis 4,172 atau setara 0,09%.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 153.911 kali pada volume 6,505 miliar lembar saham senilai Rp 4,226 triliun. Sebanyak 146 saham naik, sisanya 85 saham turun, dan 120 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia masih banyak yang libur menyambut hari raya Imlek, seperti bursa China, Hong Kong, Singapura, Malaysia dan Taiwan. Pasar saham regional yang sudah buka hari ini ditutup mixed.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 30.000 ke Rp 900.000, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 12.500 ke Rp 280.000, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 2.250 ke Rp 68.250, dan Goodyear (GDYR) naik Rp 700 ke Rp 13.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 10.500, Fast Food (FAST) turun Rp 500 ke Rp 12.500, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 49.500, dan Mandom (TCID) turun Rp 350 ke Rp 11.250.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 27,601 poin(0,61%) ke level 4.530,848. Sementara Indeks LQ45 melaju 5,057 poin (0,66%) ke level 776,382. Saham-saham kelas berat, terutama di sektor tambang, menjadi target perburuan investor. Seluruh indeks sektoral berhasil menguat, dipimpin sektor tambang yang naik hampir dua persen.

Aksi beli ini didominasi investor asing. Investor lokal yang kemarin banyak meliburkan diri terkait hari raya Imlek,mulai berburu saham kembali. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 96.068 kali pada volume 4,714 miliar lembar saham senilai Rp 2,194 triliun. Sebanyak 116 saham naik, sisanya 85 saham turun, dan 122 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 2.000 ke Rp 2.000, Bayan (BYAN) naik Rp 500 ke Rp 9.500, Golden Energy (GEMS) naik Rp 400 ke Rp 2.400, dan Tigaraksa (TGKA) naik Rp 350 ke Rp 1.750.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 10.500, Fast Food (FAST) turun Rp 500 ke Rp 12.500, Mandom (TCID) turun Rp 350 ke Rp 11.250, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 300 ke Rp 40.300.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 2,26 poin atau 0,05% ke posisi 4.505,51, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,25 poin (0,03%) ke level 771,89, “Bursa Asia dibuka menguat, termasuk indeks BEI, terutama bursa Jepang yang menguat sekitar 2,4% memfaktorkan ekspektasi potensi stimulus moneter dari Bank Sentral Jepang dengan gubernur bank sentral yang baru," kata analis Samuel Sekuritas Yualdo Yudoprawiro.

Oleh karena itu, dirinya memperkirakan volume perdagangan saham pada Selasa membaik dengan didorong saham-saham sektor energi menyusul penguatan harga minyak dunia.

Sementara Equity Research Associate Sinarmas Sekuritas Tessa Vania Mulia menambahkan, secara teknikal indeks BEI akan bergerak mendatar dengan kecenderungan menguat di kisaran 4.490--4.535 poin, “Sentimen positif IHSG disumbang oleh kestabilan rupiah dan juga faktor positif eksternal lainnya, yaitu indeks Nasdaq dan Topix yang berada di level tertinggi selama dua tahunan ini," ujarnya.

Bursa regional di antaranya indeks Kospi, pada perdagangan Selasa dibuka melemah 0,20 poin (0,01%) ke level 1.950,70, indeks Nikkei-225 naik 277,34 poin (2,49%) ke level 11.430,50. (bani)