Senam Ibu Hamil untuk Bantu Proses Melahirkan

Sabtu, 16/02/2013

Berolahraga saat kehamilan sangat bermanfaat untuk menjaga ibu dan janinnya supaya tetap sehat dan bugar dalam mempersiapkan persalinan.

NERACA

Setiap wanita yang sedang hamil pasti menginginkan janin yang dikandungnya tumbuh sehat dan ketika persalinan, prosesnya berjalan lancar. Semua keinginan tersebut bisa diwujudkan jika selama masa hamil wanita yang mengandung menjaga tubuhnya agar selalu sehat dan bugar. Cara yang bisa dilakukan salah satunya dengan melakukan senam ibu hamil.

Dokter anak, Dr Harmon Mawardi SpA mengatakan, senam hamil biasanya dimulai sejak usia dini, namun biasanya di lakukan saat kehamilan memasuki trisemester ketiga, yaitu sekitar usia 28-30 minggu kehamilan. Selain untuk menjaga kebugaran, senam hamil juga diperlukan untuk meningkatkan kesiapan fisik dan mental calon ibu selama proses persalinan.

Menurutnya berolahraga saat kehamilan sangat bermanfaat untuk menjaga ibu dan janinnya supaya tetap sehat dan bugar dalam mempersiapkan persalinan. Aktivitas ini merupakan salah satu cara untuk menjaga kondisi kandungan agar proses kehamilan dan persalinan akan berjalan lancar.

Ya, aktivitas yang bisa dilakukan ibu hamil antara lain adalah jogging atau berjalan santai, senam, dan berenang. "Latihan-latihan ini dapat membantu melatih kerja otot jantung dan pernafasan, meningkatkan sirkulasi darah, memperkuat otot-otot yang diperlukan saat persalinan," jelas dia.

Selain itu latihan peregangan dan kelenturan otot, akan membantu wanita hamil untuk mengurangi keluhan nyeri pada perut dan bokong selama proses kehamilan.

Saat ini telah banyak berkembang gerakan-gerakan senam hamil, yang berisi gerakan-gerakan yang menggabungkan latihan pernafasan, kerja otot jantung, relaksasi, fleksibilitas sehingga sangat membantu ibu hamil untuk mempersiapkan kehamilan dan persalinannya.

Anda dapat mengikutinya dari kelas-kelas yang diadakan di rumah sakit atau di klinik bersalin. Senam hamil ini telah disesuaikan untuk kenyamanan dan keamanan ibu hamil, sehingga tidak berisiko menimbulkan masalah pada ibu maupun calon bayi di dalam kandungan. sehingga dapat terbiasa dan siap saat waktu persalinan tiba.

Selain manfaat dari senam hamil, kita juga harus mengetahui syarat-syarat, dan kapan boleh senam hamil, serta hal-hal apa yang membuat seorang ibu hamil dilarang mengikuti senam hamil. Beberapa syaratnya adalah usia kehamilan diatas 22 minggu, sudah ada pemeriksaan dari dokter atau bidan, dan dilakukan dibawah instruktur senam hamil.

Jika terdapat tanda-tanda berikut maka senam hamil sebaiknya diberhentikan yaitu timbul rasa nyeri, perdarahan, kontraksi sering, keluar cairan ketuban, nafas menjadi pendek, denyut jantung meningkat, pembengkakan tubuh dan aktivitas janin yg berkurang.

Terdapat juga larangan atau kontraindikasi seorang ibu hamil untuk bisa melakukan senam hamil, yaitu jika menderita penyakit jantung, paru, riwayat perdarahan, kelainan letak plasenta dan kondisi preeklamsia atau tekanan darah tinggi selama kehamilan.

Manfaat Senam Hamil

Senam hamil adalah olahraga khusus untuk ibu hamil yang berpusat pada latihan otot perut, panggul, dan pernapasan. Senam hamil yang dilakukan secara teratur dapat memperlancar proses persalinan dan menjaga kebugaran tubuh selama hamil.

Senam hamil dapat melancarkan peredaran darah sehingga distribusi nutrisi dan oksigen dapat berjalan lancar. Keadaan ini sangat baik untuk kesehatan ibu dan janin. Oksigen dan nutrisi sangat diperlukan untuk tumbuh kembang janin. Peredaran darah yang lancar juga akan meningkatkan daya tahan tubuh sehingga ibu lebih jarang sakit.

Saat hamil, terjadi peningkatan kebutuhan darah yang cukup signifikan. Keadaan ini tentunya memperberat kerja jantung. Peredaran darah yang lancar dapat meringankan kerja jantung sehingga mencegah berbagai macam penyakit jantung.

Peningkatan hormon estrogen saat hamil menyebabkan penyerapan lemak lebih tinggi sehingga perempuan seringkali menjadi gemuk. Senam hamil berfungsi membakar lemak di sekitar pinggang dan paha sehingga membantu menjaga berat badan agar tetap normal, baik selama maupun setelah hamil. Selain itu, senam hamil juga dapat menurunkan kadar gula darah sehingga mencegah diabetes.

Senam dapat mengendurkan otot-otot yang tegang sehingga menghilangkan nyeri dan pegal-pegal. Dengan tubuh yang bugar seperti ini, maka kualitas tidur akan meningkat yang berujung pada peningkatan kesehatan secara umum.

Sedangkan jika kondisi ibu hamil tidak memungkinkan seperti pernah terjadi perdarahan, riwayat abortus, dan terdapat kelainan jantung, maka senam hamil tidak boleh dilakukan.

Mengurangi rasa sakit persalinan, memperkuat otot-otot panggul sehingga memperlancar dan mempercepat proses kelahiran, dan mengurangi keluhan-keluhan saat kehamilan.