Mengembangkan Potensi Wisata Indonesia

Sabtu, 16/02/2013

Demi mengembangkan potensi wisata Indonesia perlu adanya koordinasi banyak pihak, diantaranya kementerian lain, pemerintah daerah, serta stakeholder untuk memperbaiki aspek infrastruktur, konektivitas, dan pelayanan bagi wisatawan.

NERACA

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar mengatakan strategi promosi pariwisata Indonesia terbukti efektif yang ditunjukkan kunjungan wisman yang melebihi target 8 juta orang sampai akhir 2012. "Ini bukti nyata bahwa strategi promosi yang telah kami terapkan efektif untuk menjaring kunjungan wisman ke Indonesia," kata Sapta Nirwandar di Jakarta.

Ia menyatakan menyambut baik terkait laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan jumlah wisman yang datang ke Indonesia melebihi target 8 juta. Menurut dia, fakta itu tidak hanya membuktikan strategi promosi Kemparekraf cukup efektif untuk menarik kunjungan wisman tetapi juga menunjukkan bahwa sektor pariwisata terbukti tahan terhadap krisis global. "Di tengah ketidakpastian perekonomian global, pertumbuhan pariwisata Indonesia mencapai 5,16 persen melebihi angka pariwisata global yang tumbuh 4 persen berdasarkan data UNWTO," katanya.

Langkah ke depan pihaknya akan bekerja lebih keras untuk meningkatkan koordinasi dengan kementerian lain, pemerintah daerah, serta stakeholder terkait demi memperbaiki aspek infrastruktur, konektivitas, dan pelayanan. Selain infrastruktur Indonesia juga terus membenahi aturan yang memudahkan wisatawan untuk datang ke Indonesia, seperti layanan imigrasi.

"Ini karena tiga aspek ini berperan penting untuk meningkatkan kedatangan dan pergerakan wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara," ujarnya.

Data BPS dan Pusdatin Kemenparekraf menyebutkan jumlah kunjungan wisman ke Indonesia selama Januari hingga Desember 2012 melalui seluruh pintu masuk mencapai 8.044.462 wisman atau tumbuh sebesar 5,16 persen dibandingkan periode Januari hingga Desember 2011 berjumlah 7.649.731 wisman.

Dari kunjungan 8,04 juta wisman pada 2012 perolehan devisa pariwisata mencapai sekitar 9 miliar dolar AS, sedangkan perolehan devisa pariwisata pada 2011 sebesar 8,5 miliar dolar AS dengan jumlah kunjungan wisman sebesar 7,6 juta.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, mengatakan Indonesia lebih mengedepankan industri pariwisata yang berkualitas, tidak sekadar meningkatkan jumlah wisatawan. "Jumlah wisatawan penting, tetapi yang lebih penting bagaimana pariwisata itu berkualitas," katanya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan bahwa Indonesia terus berupaya memperbaiki infrastruktur, seperti bandara, pelabuhan, jalan, pemeliharaan dan pembenahan sejumlah objek-objek wisata, pengembangan industri pariwisata yang ramah lingkungan."Itu semua dalam rangka mengembangkan industri pariwisata yang berkualitas. Semakin berkualitas, semakin lama wisatawan akan menghabiskan waktu liburannya, akan banyak pengeluaran yang dilakukan," tegas dia.

Sedangkan soal target, pihaknya menargetkan pada tahun 2013 sebesar sembilan juta wisatawan mancanegara. Target ini merupakan "milestone" menuju target 10 juta wisman pada tahun 2014.

"Visa merupakan hal utama untuk mempermudah arus perpindahan turis, dari satu negara ke negara lain. Oleh karena itu, perlu diperhatikan betul. Untuk ASEAN, kita telah terapkan bebas visa untuk saling kunjung ke sesama negara ASEAN. Berbagai kemudahan terus kita upayakan agar arus kunjungan wisatawan terus meningkat dan berkualitas," tandas Mari.

Indonesia mengandalkan peningkatan kunjungan wisata turis mancanegara asal Asia untuk mendorong pertumbuhan pariwisata hingga sekitar 10 persen tahun 2013."Kami mengandalkan kunjungan dari kawasan sekitar Asia. Pada keadaan krisis, orang jalan-jalan ke tempat yang jaraknya lebih dekat," kata Mari Elka Pangestu.

Untuk itu, ia berharap kedatangan wisatawan dari Asia bisa menutup kekurangan kunjungan wisatawan dari kawasan Uni Eropa yang masih mengalami krisis. Dia optimistis kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tetap tumbuh tahun 2013, meski kawasan Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS) masih mengalami perlambatan ekonomi."Kami masih optimistis. Kami lihat sektor pariwisata cukup bertahan dalam keadaan krisis," kata dia.

Mari mencontohkan, tahun 2012, meski kawasan Uni Eropa masih dilanda krisis utang dan ekonomi AS masih lambat, sektor pariwisata dan kunjungan turis mancanegara ke Indonesia masih tumbuh lima persen. Angka itu,masih di atas pertumbuhan pariwisata global yang hanya 3-4 persen, dan tahun ini pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanah Air sampai delapan juta orang.