Dinilai Positif, Investor Asing Masih Mendominasi

NERACA

Jakarta – Begitu aktifnya investor asing bertransaksi saham di pasar modal, rupanya memberikan nilai positif karena mampu meningkatkan nilai transaksi saham harian. Kendatipun kondisi ini menjadi kritikan bagi pelaku pasar lantaran mendominasinya investor asing.

Namun menurut analis pasar saham dari Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, tingginya minat investor asing bermain saham di dalam negeri menjadi gambaran bila ekonomi Indonesia masih bagus dan stabil, “Minat investor asing untuk berinvestasi dalam jangka menengah-jangka panjang di pasar modal Indonesia masih tinggi. Meski inflasi Januari tinggi namun masih dalam level wajar," katanya di Jakarta, Senin (11/2).

Dia menambahkan, likuiditas yang tersedia di pasar domestik cukup besar dan aset-aset yang berpotensi memberikan keuntungan masih tinggi. Terlebih, predikat layak investasi atau "investment grade" Indonesia akan membuat dana investor asing masuk ke dalam negeri, khususnya ke pasar saham.

Kendati demikian, lanjutnya, komposisi kepemilikan diperkirakan tidak akan berubah banyak dalam waktu dekat menyusul jumlah investor domestik yang juga meningkat. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing melakukan akumulasi beli bersih sepanjang 2013 senilai Rp9,43 triliun. Sedangkan pada perdagangan saham hari ini (11/2) tercatat investor asing membukukan beli bersih sebesar Rp157,3 miliar.

Sementara analis PT Recapital Securities Agustini Hamid menambahkan, pasar saham Indonesia kembali dilirik investor asing karena kondisi ekonomi global mulai pulih. Data-data ekonomi Amerika Serikat, China mulai menunjukkan perbaikan,”Ini artinya, kondisi perekonomian global ada sinyalemen perbaikan dilihat dari investor mulai aktif mengakumulasi saham. Ditambah dengan ekspektasi laporan keuangan emiten yang baik di beberapa sektor, tidak ada alasan investor asing untuk tidak masuk ke pasar saham Indonesia,"paparnya.

Sebelumnya, Direktur Utama BEI Ito Warsito pernah bilang, investor asing yang masih menempatkan dananya di pasar modal domestik menunjukan kepercayaan terhadap industri yang masih positif. “Sepanjang 2013 ini asing membukukan beli bersih di pasar saham domestik lebih dari Rp5 triliun, berarti ada kepercayaan dari asing untuk terus berinvestasi di Indonesia,”tandasnya.

Dia menambahkan, transaksi saham harian di Bursa juga mengalami peningkatan, hal itu didorong dari jam perdagangan bursa yang dimajukan per 2 Januari 2013 lalu menjadi pukul 09.00 WIB dari sebelumnya 09.30 WIB.

Kedepan, dirinya mengharapkan investor domestik dapat juga lebih meningkatkan transaksinya di pasar saham menyusul industri pasar modal Indonesia yang terus mengalami pertumbuhan. "Investor domestik harus lebih meningkatkan partisipasinya dan membangun pasar modal Indonesia,"ujarnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Optimisme Investor Bawa IHSG Menguat 0,24%

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (14/2) ditutup menguat 16,22 poin seiring…

BEI Sayangkan Masih Listing di Negara Lain - Miliki Return Investasi Tinggi

NERACA Jakarta – Melesatnya pertumbuhan industri pasar modal menjadi ketertarikan investor asing menanamkan modalnya tanah air, namun ironisnya masih ada…

Produksi Naik, PHE Catatkan Kinerja Positif di 2017

      NERACA   Jakarta - PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor hulu…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Presdir Hero Supermarket Mengundurkan Diri

Presiden Direktur Stephane Deutsch PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mengundurkan diri. Pengumuman pengunduran diri tersebut disampaikan HERO dalam siaran persnya…

Tunas Baru Lampung Rilis Obligasi Rp 1 Triliun

Lunasi utang, PT Tunas Baru Lampung (TBLA) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I Tunas Baru Lampung tahap I tahun 2018 dengan…

Jakarta Garden City Raih PMSEA 2018

NERACA Jakarta -- Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City (JGC) seluas 370 hektar, yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses,…