Dinilai Lalai, BBJ Bekukan Reymount Futures

Bursa Berjangka Jakarta atau Jakarta Futures Exchange (JFX) jatuhkan sanksi administratif berupa Pembekuan Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB) kepada PT Reymount Futures (RF) mulai 6 Februari 2013.

Informasi tersebut disampaikan BBJ dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (11/2). Disebutkan, pembekuan SPAB terhadap RF diatas menindaklanjuti Surat Keputusan Kepala Bappebti Nomor. 2025/BAPPEBTI/SA/02/2013 pada pekan lalu, Senin, (4/2) yang telah membekukan kegiatan usaha sebagai Pialang Berjangka atas nama PT Reymount Futures.

Selain itu, pembekuan usaha PT Reymount Futures juga didasarkan pertimbangan-pertimbangan sesuai hasil audit Bappebti dan laporan hasil audit khusus oleh Jakarta Futures Exchange (JFX) bersama PT Kliring Berjangka Indonesia (PT KBI Persero) terhadap RF.

Hasil audit menyebutkan, terdapat penyalahgunaan dana nasabah pada rekening terpisah, tidak dapat memenuhi kewajiban minimum mengenai jumlah modal disetor serta mempekerjakan tenaga kerja asing yang berhubungan langsung dengan calon nasabah dalam rangka transaksi, dan beroperasinya Kantor Cabang Bandung sebelum mendapat persetujuan Bappebti.

Disamping itu, Bappebti menilai PT Reymount Futures juga tidak dapat mempertahankan integritas keuangan, reputasi bisnis dan lalai menyampaikan laporan keuangan yang di persyaratkan sesuai ketentuan.

Kemudian dengan dibekukannya kegiatan usahanya, RF tidak dapat menggunakan Hak Keanggotaannya selama masa pembekuan tersebut, sedangkan posisi terbuka milik nasabah RF harus dialihkan ke pialang lain yang bersedia menerimanya. Apabila alasan tertentu posisi terbuka nasabah tidak dapat dilaksanakan, maka JFX dapat memerintahkan melikuidasi semua posisi terbuka tersebut. (bani)

BERITA TERKAIT

Defisit Neraca Dagang - Pemerintah Dinilai Perlu Hati-Hati Sikapi Pengendalian Impor

NERACA Jakarta – Defisit neraca dagang Indonesia pada April 2019 merupakan yang tertinggi sejak April 2013, dimana angka defisit mencapai…

Kebijakan Perdagangan RI Dinilai Semakin Proteksionis

NERACA Jakarta - Board member Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Arianto Patunru mengatakan, Indonesia menghadapi tantangan ekonomi yang semakin…

Harga Hunian TOD Jakarta Dinilai Kemahalan

Harga Hunian TOD Jakarta Dinilai Kemahalan   NERACA Jakarta - Pengamat properti Ali Tranghanda menilai harga hunian "dekat" stasiun LRT/ MRT…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Anggarkan Capex Rp 1,6 Triliun - Adi Sarana Beli 6.500 Unit Armada Baru

NERACA Jakarta - Danai penambahan armada baru guna menunjang bisnisnya, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mengalokasikan belanja modal tahun…

BTEK Bidik Private Placement Rp 509,05 Miliar

Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnisnya, PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) bakal menggelar aksi korporasi penambahan modal tanpa hak…

Tower Bersama Cetak Pendapatan Rp 1,13 Triliun

NERACA Jakarta - Kuartal pertama 2019, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencatatkan pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp1,13 triliun…