Diburu Investor Asing, Penguatan IHSG Berlanjut

Selasa, 12/02/2013

NERACA

Jakarta – Transaksi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) awal pekan, berhasil ditutup menguat 11 poin meski banyak investor meliburkan diri karena masih dalam suasana hari raya Imlek. Penguatan ini disokong oleh aksi beli selektif investor asing. Indeks harga saham gabungan (IHSG) Senin, ditutup menguat 11,980 poin (0,27%) ke level 4.503,247. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 2,480 poin (0,32%) ke level 771,325.

Analis Kresna Securities, Etta Rusdiana Putra mengatakan, penguatan indeks BEI dibantu aksi beli investor asing, “Meskipun perdagangan cenderung minim transaksi, investor global masih membukukan pembelian bersih senilai Rp157,3 miliar," katanya di Jakarta, Senin (11/2).

Dia mengatakan, minimnya katalis di bursa global dan liburnya beberapa bursa regional terlihat ikut mempengaruhi transaksi perdagangan saham di BEI atau di bawah rata-rata harian yang mencapai Rp4,2 triliun. Tercatat, pergerakan IHSG BEI ditopang oleh penguatan saham Bank Sentral Asia (BBCA), United Tractor (UNTR), dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI).

Sementara analis e-Tradig Securities Andrew Argado menambahkan, secara teknikal kenaikan IHSG BEI merupakan bagian dari konsolidasi. Dia menambahkan, pelaku pasar asing yang masih mencatatkan beli bersih saham di pasar reguler sebesar Rp247,6 miliar menjadi salah satu pendorong naiknya indeks BEI.

Kata Andrew, berikutnya indeks BEI Selasa diproyeksikan bergerak di kisaran 4.460-4.550 poin. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan, yakni XL Axiata (EXCL), Hexindo Adiperkasa (HEXA), United Tractor (UNTR).

Aksi beli selektif oleh investor asing berhasil menahan indeks di zona hijau. Transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 134,96 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 112.882 kali pada volume 3,409 miliar lembar saham senilai Rp 2,734 triliun. Sebanyak 106 saham naik, sisanya 107 saham turun, dan 125 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia banyak yang tutup menyambut hari Imlek alias tahun baru China. Bursa-bursa yang tutup antara lain China, Hong Kong, Singapura, Korea Selatan, Malaysia, Jepang dan Taiwan. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya United Tractor (UNTR) naik Rp 700 ke Rp 19.950, Lionmesh (LMSH) naik Rp 500 ke Rp 13.500, Lion Metal (LION) naik Rp 500 ke Rp 11.000, dan Sumber Alfaria (AMRT) naik Rp 500 ke Rp 6.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Prima (LPIN) turun Rp 500 ke Rp 5.400, Nipress (NIPS) turun Rp 300 ke Rp 4.300, Surya Esa (ESSA) turun Rp 100 ke Rp 2.775, dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 ke Rp 8.750.

Penguatan yang sama, juga terjadi pada perdagangan sesi I. Dimana indeks BEI ditutup naik 15,857 poin (0,35%) ke level 4.507,124. Sementara Indeks LQ45 menguat 3,115 poin (0,41%) ke level 771,960.

Banyak investor yang masih meliburkan diri terkait hari tahun baru China alias Imlek. Sehingga, transaksi terhitung masih cukup sepi. Untungnya, aksi beli selektif di saham-saham unggulan dan lapis dua. Aksi beli ini banyak dilakukan oleh investor asing. Posisi tertinggi yang bisa diraih indeks hari ini ada di level 4.514,121.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 67.963 kali pada volume 1,817 miliar lembar saham senilai Rp 1,319 triliun. Sebanyak 104 saham naik, sisanya 86 saham turun, dan 112 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 850 ke Rp 66.850, United Tractor (UNTR) naik Rp 550 ke Rp 19.800, Sumber Alfaria (AMRT) naik Rp 500 ke Rp 6.000, dan Sarana Menara (TOWR) naik Rp 400 ke Rp 26.950.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Surya Esa (ESSA) turun Rp 175 ke Rp 2.700, Mayora (MYOR) turun Rp 100 ke Rp 20.600, Multi Prima (LPIN) turun Rp 100 ke Rp 5.800, dan Garda Tujuh (GTBO) turun Rp 100 ke Rp 5.900.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 19,14 poin atau 0,43% ke posisi 4.510,40. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 4,56 poin (0,59 persen) ke level 773,41,”Indeks BEI dibuka menguat sementara beberapa bursa Asia masih tutup seiring libur panjang tahun baru China, sementara bursa Australia dibuka menguat tipis pagi ini," kata analis Samuel Sekuritas Yualdo Yudoprawiro.

Diawal, Yualdo memprediksikan IHSG bakal bergerak dalam area positif dipicu dari penguatan bursa global dan "Exchange Traded Fund" (ETF) Indonesia di bursa AS pada akhir pekan lalu.

Namun demikian, lanjut dia, minimnya sentimen dari bursa regional seiring masih dalam suasana libur panjang tahun baru China sempat diperkirakan dapat membuat perdagangan awal pekan ini relatif mendatar.

Sementara analis Trust Securities Reza Priyambada menambahkan, pada perdagangan Senin awal pekan, diperkirakan IHSG BEI akan bergerak dengan kecenderungan melemah pada kisaran 4.468-4.535 poin. "Akan tetapi, kami berharap jikapun terjadi pelemahan maka bersifat terbatas agar tidak menjauh dari pergerakan konsolidasinya,"tandasnya.

Oleh karena itu, dirinya merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan antara lain Indotambang Raya Megah (ITMG), Astra International (ASII), Wijaya Karya (WIKA), PTPP, unilever (UNVR), Charoen Pokphand (CPIN). (bani)