Politik Uang Mustahil Hasilkan Pemimpin Jujur - KH Hasyim Muzadi, Mantan Ketua Umum Pengurus Besar NU

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Muzadi, menyatakan, Indonesia akan sulit memperoleh pemimpin yang jujur selama proses pemilihannya masih diwarnai praktik politik uang. "Karena `membeli` dengan jujur adalah sesuatu yang paradoksal," katanya di Jakarta, Selasa.

Ia mengemukakan, adanya praktik politik uang, maka hak pilih rakyat bukan disalurkan dengan kesadaran untuk mendapatkan pemimpin yang baik, melainkan rakyat menjual suaranya, baik karena faktor kemiskinan maupun kerusakan moral kebangsaan. "Siapakah yang mampu membeli rakyat kemudian dengan jujur memimpin rakyat?" katanya.

Ia mengemukakan, pembeli suara rakyat biasanya orang yang sebenarnya tidak memiliki kepercayaan dari rakyat, namun ingin jadi pemimpin melalui segala cara, termasuk menggunakan kekuatan uang. "Kalau Indonesia berjalan seperti ini terus, pasti menjadi negara yang gagal," katanya.

Oleh karena itu, katanya, pembenahan berbagai peraturan yang masih membuka celah praktik politik uang harus dilakukan secara serius. "Demikian juga dengan penegakan hukumnya," katanya.

Upaya penyadaran publik terkait bahaya praktik politik uang dan perlunya menggunaan hak pilih secara bertanggung jawab, katanya, juga harus digencarkan mengingat berbagai survei menunjukkan bahwa publik begitu permisif terhadap praktik itu.

Ia mengatakan, rakyat harus menyadari bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin yang jujur, berani, kompeten, dan siap mengelola "Indonesia untuk Indonesia". Siapapun yang memenuhi keempat syarat tersebut, katanya, pantas didukung bersama. "Kekalutan demi kekalutan sosial yang kemudian didera dengan goncangan alam, karena sulitnya mendapatkan empat hal tersebut," kata Hasyim yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam Malang dan Depok tersebut.

BERITA TERKAIT

BNI Pastikan Kesiapan Uang Tunai saat Ramadan dan Lebaran

      NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memastikan kesiapan uang tunai pada Ramadhan dan…

PENUKARAN UANG TUNAI BNI SYARIAH

Direktur Keuangan dan Operasional BNI Syariah, Wahyu Avianto (kanan) mendampingi Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi (kiri) saat meninjau kegiatan…

BNI LAYANI PENUKARAN UANG PECAHAN KECIL

Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BNI Dadang Setiabudi (tengah) meninjau proses penukaran uang di dalam mobil BNI O-Branch di Lapangan…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Koperasi di Indonesia Alami Lompatan Besar

Koperasi di Indonesia Alami Lompatan Besar NERACA Jakarta – Anggapan sebagian orang bahwa koperasi berskala ekonomi kecil, hanya hidup di…

KY Dorong Revisi RUU Jabatan Hakim Diselesaikan

KY Dorong Revisi RUU Jabatan Hakim Diselesaikan NERACA Jakarta - Ketua Komisi Yudisial (KY), Jaja Ahmad Jayus, meminta revisi Rancangan…

KPK Hanya Klarifikasi LHKPN Tiga Pejabat Maluku

KPK Hanya Klarifikasi LHKPN Tiga Pejabat Maluku NERACA Ambon - Tim Komisi Pemebrantasan Korupsi (KPK) hanya mengklarifikasi Laporan Harta Kekayaan…