Muamalat Dominasi Pembiayaan Perumahan - SMF-Bank Syariah

NERACA

Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF mengatakan, hingga akhir 2012, posisi (outstanding) pinjaman yang tersedia (existing) untuk perbankan syariah sebesar Rp1,5 triliun. Rinciannya, Bank Muamalat Rp750 miliar atau 50%, disusul Bank Syariah Mandiri (BSM), BRI Syariah, dan BTN Syariah. Sementara jumlah peminjam di perbankan syariah sebanyak 19.450 debitur.

Direktur SMF, Sutomo mengatakan, khusus penyaluran pinjaman perbankan syariah senilai Rp750 miliar, dari total outstanding yang sebesar Rp4,7 triliun. “Sampai dengan tahun kemarin, totalnya Rp4,7 triliun. Bank BTN mendominasi dengan angka Rp2,772 triliun, perbankan syariah Rp1,9 triliun, Bank DKI Rp18 miliar, dan perusahaan pembiayaan (multifinance) sebesar Rp10 miliar,” ujarnya kepada Neraca, belum lama ini.

Lebih lanjut dia menuturkan, Bank Muamalat menyumbang Rp500 miliar dari total penyaluran pinjaman bank syariah, lalu BSM Rp150 miliar dan BRI Syariah senilai Rp100 miliar. Sedangkan total realisasi penyaluran pinjaman, baik bank umum, bank syariah maupun multifinance, mencapai Rp,2,252 miliar di sepanjang 2012, atau meningkat 180% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp1.254 miliar.

Selain itu, imbuh Sutomo, tahun ini pihaknya tengah melakukan proses kerja sama pendanaan perumahan dengan PT Bank Jawa Tengah (Jateng). Sementara dalam waktu dekat, perseroan akan merealisasikan pengucuran pinjaman dengan PT Bank Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kami lagi proses dengan Bank Jateng. Dibilang sedang proses karena mesti berdiskusi dengan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), dan Pemerintah Provinsi Jateng. Kalau dengan Bank NTB akan ditarik pinjaman untuk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Rp200 miliar. Bulan ini (Februari) cair,” papar Sutomo.

Sebelumnya, SMF juga sedang masih proses kerja sama dengan PT Bank Sumatera Utara (Sumut), PT Bank Riau, PT Bank Sumatera Selatan (Sumsel), PT Bank Bali, dan PT Bank Papua. "Inginnya kami membidik semua BPD (Bank Pembangunan Daerah) yang ada di Indonesia. Kalau dengan bank umum banyak tantangan. Salah satunya mereka tidak mau melepas tagihan KPR karena akan keluar dari buku bank dan mengurangi portofolio kredit perbankan," tukas dia.

Laba bersih melesat

Terkait kinerja SMF keseluruhan di 2012, perseroan mengaku telah menyalurkan dana ke sektor pembiayaan perumahan sebesar Rp3,52 triliun pada tahun kemarin. Aliran dana dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan melalui sekuritisasi pada 2012 mencapai Rp3,52 triliun atau tumbuh 166% dibanding tahun sebelumnya, sehingga secara kumulatif dari awal kegiatan total dana yang dialirkan mencapai Rp8,51 triliun untuk 232.322 debitur KPR.

Direktur Utama SMF, Raharjo Adisusanto, mengungkapkan sekuritisasi perseroan naik 142% atau menjadi Rp1 triliun dari tahun sebelumnya Rp703 miliar. Pencapaian itu mendorong perolehan aset pada 2012 mencapai Rp6,18 triliun atau naik 128% dari sebelumnya sebesar Rp4,82 triliun.

"Sedangkan laba bersih, kami senilai Rp147 miliar pada 2012 atau naik 184% dari tahun sebelumnya sebesar Rp80 miliar," ujar Raharjo. Pihaknya menargetkan dapat menyalurkan pinjaman tahun ini sebesar Rp2,5 triliun. Sementara untuk sekuritisasi ditargetkan tetap sebesar Rp1 triliun. [ardi]

Related posts