Kemahalan, MNC Grup Batal Beli Blitz Megaplex

Senin, 11/02/2013

NERACA

Jakarta – Ekspansi bisnis MNC Grup merajalela disemua sektor, teranyar perseroan berhasil mengakuisisi Bakrie Tol. Namun keberhasilan perseroan mengakuisisi Bakrie Tol tidak seirama dengan rencana mengakuisisi jaringan Bioskop Blizt Megaplex. Pasalnya, rencana tersebut pupus sudah lantaran tidak ada kesepakatan soal harga.

Presiden Direktur Global TV David Audy mengatakan, PT Media Citra Nusantara Tbk (MNCN) batal membeli jaringan bioskop Blitz Megaplex, “MNC Group memang pada awalnya melakukan kemitraan dan perbincangan untuk akusisi namun ternyata tidak jadi dan dibatalkan,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia menuturkan, pembatalan soal akuisis terjadi karena tidak ada kata sepakat kedua belah pihak mengenai harga. Tidak mau menyerah, Grup MNC, lanjutnya masih melihat peluang untuk akuisisi perusahan media lainnya.

Lebih jauh David mengatakan, MNC Group memiliki dana hingga Rp 5 triliun untuk ekspansi di bisnis media. "Kita siapkan dana Rp 4 sampai Rp 5 triliun. Kita kembangkan bisnis media yang belum tergarap seperti IPTv (Internet Protocol Television)," jelasnya.

Sementara PT Global Mediacom Tbk (BMTR) mencatatkan laba komprehensif dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp881,06 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp617,49 miliar. Pendapatan bersih naik menjadi Rp6,28 triliun hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp5,18 triliun.

Ekuitas BMTR tercatat naik menjadi Rp13,11 triliun pada 30 September 2012 dari periode 31 Desember 2011 sebesar Rp10,81 triliun. Liabilitas naik menjadi Rp5,73 triliun pada 30 September 2012 dari posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp4,29 triliun. Adapun kas dan setara kas perseroan naik menjadi Rp941,61 miliar pada 30 September 2012 dari posisi Rp896,42 miliar.

Sebelumnya, MNC Group yang dimiliki oleh pengusaha Hary Tanoesudibjo memang tengah melakukan pendekatan dengan Blitz Megaplex untuk akuisisi. Hal ini dilakukan MNC Group untuk mengembangkan bisnis sinema.

Dibidik Investor Korea

Kemudian dengan mundurnya MNC Group, maka investor Korea yang selama ini disebut-sebut ingin menguasai Blitz Megaplex, bisa jadi akan melenggang sendiri. Pihak investor Korea yang berencana membeli Blitz Megaplex itu adalah CJ CGV, konglomerat yang bergerak di multibisnis seperti makanan, biofarma, logistik, hiburan, musik, media, dan distribusi film.

Tetapi niat konglomerat Korea itu terbentur regulasi yang belum mengijinkan investor asing menguasai bisnis bioskop di Indonesia. Dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 36 Tahun 2010 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Terbuka bagi Penanaman Modal Asing disebutkan masih bioskop tertutup bagi investor asing.

Direktur Pengembangan Industri Perfilman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Syamsul Lussa menegaskan investasi bioskop masih termasuk dalam investasi negatif (DNI)."Berdasarkan keputusan itu, bioskop menjadi salah satu jenis usaha yang termasuk dalam investasi negatif di Indonesia dengan mencabut bidang usaha distribusi film (ekspor, impor, dan pengedaran)," katanya.

Sebelumnya Menteri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu menegaskan, pemerintah hingga saat ini belum mengizinkan investor asing untuk membangun bioskop di Tanah Air. (bani)