PTPP Raih Kontrak Baru Senilai Rp 1,1 Triliun

Senin, 11/02/2013

NERACA

Jakarta - Diawal tahun, PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) raih kontrak baru senilai Rp 1,1 triliun di Januari 2013, "Kontrak baru ini naik 200% dibandingkan priode yang sama tahun lalu, “kata Sekretaris Perusahaan PTPP, Bett Ariana di Jakarta akhir pekan kemarin.

Disebutkan, kontrak baru tersebut didapatkan dari proyek JW Marriot Jakarta, jalan tol Gempol Pandaan, Tunjungan Plaza V Surabaya, serta hotel dan resort di Bali. Perseroan menargetkan kontrak baru sebesar Rp19,7 triliun pada 2013 dari kontrak baru pada 2012 sebesar Rp18 triliun.

Kata Betty, kontrak baru itu disumbangkan dari sektor engineering, procurement, and construction (EPC), proyek konstruksi dan properti. Selain itu, kenaikan kontrak baru juga didukung dari gencarnya program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Dengan target kontrak baru Rp19,7 triliun pada 2013, perseroan mengharapkan pendapatan mencapai Rp10,20 triliun dan laba bersih Rp370 miliar pada 2013. Hingga September 2012, perseroan mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp105,62 miliar dari periode sama sebelumnya Rp60,95 miliar. Pendapatan perseroan naik menjadi Rp3,94 triliun hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp2,94 triliun.

Terbitkan Obligasi

Kemudian guna meningkatkan bisnis usahanya, PTPP berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp 600 miliar, “Rencana obligasi diterbitkan tahun ini, sekitar Rp600 miliar. Tapi sejauh ini kami belum menunjuk underwriter-nya.”kata Direktur Utama PTPP, Bambang Tribowo.

Dia menilai, iklim usaha yang dinilai cukup baik, ditunjukkan dari minat investor yang saat ini melirik untuk berinvestasi pada pembangunan jalan tol. Selain itu pangsa pasar di tahun 2013 juga diproyeksikan akan mengalami peningkatan.

Dia juga menambahkan, pihaknya optimistis proyeksi perolehan laba di tahun 2013 bisa mencapai sekitar Rp370 miliar. Pasalnya, untuk order book sepanjang tahun 2012 tercatat mengalami peningkatan menjadi Rp28,4 triliun dari tahun sebelumnya yang hanya mencatakan Rp18,4 triliun. Di tahun 2013, lanjut dia diproyeksikan bisa mencapai Rp 32,7 juta, dan target pemasaran sekitar 19,7 triliun.“Perhitungannya didasarkan atas hasil pemasaran di tahun ini plus carry over tahun 2011 dan 2010.” ujarnya.

Untuk hasil investasi perusahaan pada pembangkit PLTG 65 mw Talang Duku Palembang, menurut Bambang, perusahaan turut memberikan sumbangsih listrik pada acara sea games beberapa waktu lalu, dan recurring income dari proyek tersebut terealisasi pada tahun ini.

Sementara partisipasi perseroan dalam pembangunan infrastruktur, kata dia, juga cukup besar antara lain Bandara Sepinggan Balikpapan, Bandara Ngurah Rai Bali, Bandara Juata Samarinda, Bandara Sultan Taha Jambi, dan Bandara Kualanamu Medan.

Sedangkan untuk pelabuhan laut antara lain Teluk Bayur Sumatera Barat, Teluk Lamong Jawa Timur, New Tanjung Priok Jakarta, serta beberapa jalan tol, “Strategi pertumbuhan kami diarahkan pada pertumbuhan kinerja dari empat pilar bisnis, yaitu konstruksi, properti, EPC dan investasi yang didukung dengan program efisiensi, pengembangan SDM, dan manajemen risiko,”tandasnya. (bani)