Penerapan LTE Bisa Tekan Biaya Operasional - Industri Telekomunikasi

NERACA

Jakarta- Teknologi Long Term Evolution (LTE) yang baru dalam proses tender dinilai bisa mengurangi biaya operasional yang dikeluarkan oleh operator. Direktur Technical and Commercial ZTE Indonesia, Andrew Tang menjelaskan bahwa Indonesia perlu LTE dapat meningkatkan kualitas penggunaan internet di era broadband.

“Dengan teknologi LTE, tidak hanya memberikan teknologi terbaik bagi end user, dari sisi operator juga dapat mengurangi biaya operasional dan mencapai jaringan yang fleksibel dan efisien,” katanya di Jakarta, Jumat (8/2).

Andrew menjelaskan bahwa biaya operasional yang dikeluarkan oleh operator bila menggunakan teknologi LTE dapat mengurangi dan bisa menurunkan tarif layanan. Pasalnya, LTE akan berkembang bersama dengan teknologi sebelumnya seperti 3G lantaran tersistem dalam satu modul.

“Konsumen yang mempunyai kebutuhan layanan data tinggi, diakomodasi LTE. Untuk yang menginginkan layanan data yang sedang, ada 3G dan yang tidak membutuhkan transmisi data besar, bisa pakai GPRS,” paparnya.

Jaringan 2G dan 3G merupakan jaringan yang sudah mapan dengan jumlah pelanggan yang besar. LTE sendiri menawarkan kecepatan download sampai 300Mbps dan upload sampai 75Mbps dan teknologi ini sudah dikembangkan di Australia, Hongkong, China, dan Swedia. Sebelumnya, Menteri Telekomunikasi dan Informasi Tifatul sembiring mengatakan bahwa peraturan soal layanan telekomunikasi generasi keempat dengan teknologi Long Term Evolution (LTE) akan selesai tahun 2013 ini. “Soal 4G kita akan dahulukan yang LTE, saat ini tim dari Kominfo sedang menggodok peraturannya. Akhir tahun ini kita harap sudah selesai,” kata Tifatul.

Tifatul juga mengatakan bahwa untuk LTE akan menggunakan teknologi netral. Sehingga operator bisa lebih bebas dalam memilih pilihan perangkat dan teknologi. “Itu LTE pakai teknologi netral, jadi nanti operator bisa cukup meng-upgrade saja,” tambah Tifatul.

Sayangnya, Tifatul enggan merinci apakah di tahun depan LTE bisa segera dioperasionalkan. Tifatul pernah mengatakan layanan LTE akan beroperasi di Indonesia mulai tahun 2013 memakai frekuensi 2,3 GHz yang juga ditempati oleh layanan Wimax. Menkominfo Tifatul Sembiring mengungkapkan bahwa teknologi LTE untuk seluler 4G bisa hadir lebih cepat tanpa perlu menunggu migrasi TV analog ke TV digital tuntas di 2018. “Siapa bilang LTE baru bisa di 2018? Tahun depan juga sudah bisa. Kita akan mulai LTE di 2013, tunggu saja!” kata Tifatul.

Seperti diketahui, frekuensi 700 MHz yang saat ini ditempati oleh penyelenggara TV free to air masih dalam tahap migrasi ke layanan TV digital. Frekuensi itu yang digadang-gadang cocok untuk standar LTE seperti yang digunakan di Amerika Serikat. Beberapa operator telah menyatakan kesiapannya dalam menyambut teknologi LTE antara lain Indosat dan Telkomsel.

Director & Chief Commercial Officer Indosat Erik Meijer memaparkan bahwa Indosat telah siap untuk mengembangkan teknologi tersebut. Untuk lebih merealisasikannya, Indosat membuat satu program bertajuk Program Modernisasi Jaringan. Program ini adalah langkah awal Indosat untuk beralih dari teknologi 3G 900 ke 4G LTE. Untuk itu, sebelum implementasi teknologi baru tersebut digeber, Indosat akan memulainya dengan pengoperasian 1000 BTS baru.

Program tersebut juga digelar secara nasional agar dapat memberikan peningkatan pengalaman pelanggan dalam menikmati layanan suara, sms, dan data dengan kecepatan tinggi melalui kapasitas jaringan dan cakupan yang lebih.

“Modernisasi Jaringan akan menjadi fokus kami di tahun ini sebagai bagian dari inisiatif untuk menjadi pemimpin layanan data sekaligus memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan melalui peningkatan kualitas, kapasitas dan cakupan jaringan yang lebih luas. Hal ini mendukung kesiapan Indosat dalam implementasi 3G 900 secara nasional. Serta kini jaringan Indosat juga siap mendukung teknologi LTE atau 4G bagi kenyamanan pelanggan untuk menikmati layanan data,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Jaringan Telkomsel Herfini Haryono menjelaskan bahwa Telkomsel siap mengimplementasikan jaringan 4G dengan teknologi LTE (long term evolution). “Kami siap dengan teknologi ini,” kata Herfini.

Ia mengatakan, Telkomsel telah melakukan uji jaringan dengan empat vendor penyedia infrastruktur sejak Juni 2011, yakni Huawei, Ericsson, Nokia Siemens, dan ZTE. Herfini mengatakan, dari 38.000 BTS (base transceiver station) yang dipakai Telkomsel saat ini, 20-30% atau sekitar 8.000 unit sudah menggunakan teknologi 3G atau biasa disebut Node B. Dari semua Node B itu, sekitar 50% sudah mendukung LTE. Hanya perlu menambahkan modul LTE di BTS tersebut.

BERITA TERKAIT

Penanaman Modal Asing - Pemerintah Bidik Investasi Industri Elektronika Hingga Rp2,3 T

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya meningkatkan investasi di sektor industri elektronika dan telematika. Tujuannya untuk memperdalam struktur manufakturnya…

Biaya Operasional Membengkak - Laba Nusantara Pelabuhan Handal Anjlok 89%

NERACA Jakarta – Perolehan laba PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) pada kuartal I tahun ini terkoreksi tajam. Di mana…

KPK Latih 139 Guru PPKN Dorong Penerapan Pendidikan Antikorupsi

KPK Latih 139 Guru PPKN Dorong Penerapan Pendidikan Antikorupsi NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melatih 139 guru Pendidikan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Penanaman Modal Asing - Pemerintah Bidik Investasi Industri Elektronika Hingga Rp2,3 T

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya meningkatkan investasi di sektor industri elektronika dan telematika. Tujuannya untuk memperdalam struktur manufakturnya…

Mitsubishi Fuso Donasikan Truk Ke ACT Untuk Bantu Korban Bencana

NERACA   Jakarta -  PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi truk Fuso, menyerahkan bantuan satu truk ke…

Pemerintah diminta Untuk Menerapkan Kembali Pungutan Ekspor Sawit

NERACA   Jakarta - Pelaku industri hilir meminta pemerintah untuk menerapkan lagi pungutan ekspor sawit untuk produk hulu dan hilir.…