Januari, Penjualan United Tractor Capai 410 Unit

Bulan Juanari 2013, PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan penjualan alat berat mencapai 410 unit atau naik 96,17% dari 209 unit pada Desember 2012, “Peningkatan month on month atau bulanan karena pada Desember pelaku usaha memilih penundanaan. Baru pada awal tahun memulai aksi pembelian,"kata Direktur Keuangan PT United Tractors Tbk, Gidion Hasan di Jakarta, Kamis (7/2).

Namun, penjualan alat berat pada Januari 2013 turun secara tahunan, dimana pada Januari 2012, penjualan alat berat mencapai 617 unit, didominasi dari sektor pertambangan.

Kendati demikian, Gideon memprediksikan penjualan sepanjang 2013 akan relatif lebih baik, didorong harga batu bara. Berdasarkan situs PT United Tractor, perseroan mencatatkan penjualan alat berat mencapai 6.202 unit pada 2012 dibandingkan 2011 sekitar 8.467 unit. Penjualan alat berat pada 2012 itu didominasi sektor pertambangan sekitar 54%, sektor agro 24%, sektor konstruksi 16% dan sektor kehutanan 6%.

Untuk 2013, Gidion memperkirakan, penjualan sparepart akan mencapai 10%-15%. Hal itu dikarenakan pemilik alat berat lebih memilih penggantian daripada membeli alat berat baru. Sedangkan stripping ratio diperkirakan turun 5%. "Harga batu bara belum naik jadi berpengaruh ke stripping ratio," kata Gidion.

Stripping ratio adalah perbandingan jumlah tanah kupasan penutup batu bara dalam satuan meter kubik padat (BCM) yang harus dibuang untuk menghasilkan 1 ton batu bara.

UNTR akan menganggarkan belanja modal sekitar US$250 juta pada 2013. Belanja modal tersebut turun dibandingkan belanja modal 2012 sekitar US$600 juta-US$700 juta karena asumsi harga komoditas yang belum terlalu baik pada 2013. Sebagian besar belanja modal perseroan akan digunakan untuk PT Pamapersada Nusantara. (bani)

BERITA TERKAIT

Indonesia Motorcycle Show 2018 Bukukan Penjualan 1.332 Unit

Pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018 resmi ditutup pada Minggu (4/11). Selama lima hari penyelenggaraan, ajang pameran kendaraan roda dua…

NPI Januari-Oktober Defisit US$5,51 Miliar - INDEF MINTA PEMERINTAH WASPADAI HARGA PANGAN

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, neraca perdagangan Indonesia (NPI) pada Oktober 2018 masih defisit US$1,82 miliar secara bulanan (mtm) dan…

Seberapa Sustain Penguatan Rupiah Lewat Penjualan Obligasi?

Oleh: Djony Edward Tren penguatan rupiah yang super cepat masih menyimpan misteri. Begitu derasnya dana asing masuk dicurigai sebagai hot…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

HRUM Targetkan Penjualan 4,8 Juta Ton

Hingga akhir tahun 2018, PT Harum Energy Tbk. (HRUM) menargetkan volume produksi dan penjualan batu bara mencapai 4,8 juta ton.…

BNBR Private Placement Rp 9,38 Triliun

Lunasi utang, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) berencana mengonversi utang dengan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih…

Danai Pelunasan Utang - Chandra Asri Rilis Obligasi Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun, emisi penerbitan obligasi masih ramai dan salah satunya PT Chandra Asri Petrochemical Tbl (TPIA)…