STAF AHLI MENDAGRI PROF IMADE SUWANDI : Disinsentif Bagi Daerah yang Menolak Kerjasama

NERACA

Kuningan – Pemerintah Indonesia berencana akan memberikan insentif bagi daerah yang benar-benar serius melakukan kerjasama dengan menyisihkan anggarannya untuk pembangunan eksternal, dan jika ada daerah yang menolak maka akan diberikan disinsentif.

Demikian dipaparkan Staf Ahli Mendagri, Prof. Imade Suwandi mewakili Mendagri, Gamawan Fauzi, dalam acara Kerjasama Regional Integrasi Pembangunan Perbatasan Jabar-Jateng (Kuningan Summit), Senin (6/6), di Panggung Budaya Prima Resort Kuningan. Hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Pertanian Suswono, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Tengah, Bupati dan Walikota dari delapan daerah perbatasan.

Imade Suwandi menjelaskan, ada dua jenis kerjasama dalam pengembangan daerah perbatasan tersebut. Ada kerjasama yang sifatnya wajib, dimana ada kegiatan atau satu pembangunan yang berdampak pada eksternalisasi. Yaitu jika hal itu dilakukan maka berdampak luas terhadap masyarakat, baik dari peningkatan sosial, ekonomi dan lainnya. Dan jika tidak dikerjasamakan, maka akan berdampak buruk bagi masyarakat, terutama yang ada di perbatasan.

“Ini sifatnya wajib, dan jika ada daerah yang tidak mau kerjasama, maka akan diberikkan disinsentif. Sedangkan bentuk dari insentif bisa berbentuk bantuan dana atau bentuk lainnya, dan disinsentif pun bisa dalam bentuk sangsi atau ditariknya bantuan dana,” jelasnya.

Berbicara masalah kerjasama antar daerah, hal tersebut menjadi salah satu isu strategis dalam rangka revisi Undang Undang No. 32 tahun 2004. Pasalnya, selama ini yang banyak terjadi di Indonesia adalah sengketa batas wilayah bukan masalah kerjasama yang saling menguntungkan.

“Kuningan Sumit yang membahas perbatasan Jabar Jateng patut diapresiasi oleh semuanya. Karena ini adalah salah satu tantangan untuk menjawab semua isu sengketa di Indonesia. Terutama dari sisi ekonomi harus bisa menguntungkan bagi masyarakat di perbatasan,” papar Imade.

Komitmen Antar Daerah

Di Indonesia sendiri, dari total sebanyak 964 batas wilayah, ternyata baru 15 persen yang bisa diselesaikan, masih relatif sedikit. Padahal jika semua daerah bisa tegas dan mau berembuk lewat kerjasama akan memberikan kemudahan dalam identitas, kepastian hukum dan hal lainnya.

Sementara itu, menanggapi isu sengketa di Indonesia, Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan menegaskan, kegiatan Kuningan Summit harus menjadi wahana yang efektif untuk menyamakan persepsi dan komitmen antar daerah di wilayah perbatan Jabar-Jateng. Hal itu adalah untuk mengembangkan pembangunan terutama membangun perekonomian daerah secara optimal dengan tangguh mandiri dan sejahtera.

“Adanya kerjasama di Jawa Barat dan Jawa Tengah ini patut disyukuri. Jjika di Indonesia ada sengketa, tapi di Jabar-Jateng justru bekerjasama yang saling menguntungkan, dan bukan perpecahan satu sama lainnya,” tandasnya.

BERITA TERKAIT

Mayoritas Kepala Daerah Dukung Jokowi, Koalisi Prabowo Makin Panik

Mayoritas Kepala Daerah Dukung Jokowi, Koalisi Prabowo Makin Panik NERACA Jakarta - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma'ruf Amin,…

OY! Indonesia, Aplikasi yang Menjawab Semua Kebutuhan Masyarakat

OY! Indonesia, Aplikasi yang Menjawab Semua Kebutuhan Masyarakat NERACA Jakarta - Founder sekaligus CEO dari aplikasi OY! Indonesia, Jesayas Ferdinandus…

BAZ Kota Sukabumi Kerjasama Dengan BRI - Walikota Akan Keluarkan Perwal Kewajiban ASN Bayar Zakat Melalui BAZ

BAZ Kota Sukabumi Kerjasama Dengan BRI Walikota Akan Keluarkan Perwal Kewajiban ASN Bayar Zakat Melalui BAZ NERACA Sukabumi - Demi…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Tagar #JokowiOrangnyaBaik Masuk Trending Topic Dunia

Tagar #JokowiOrangnyaBaik Masuk Trending Topic Dunia NERACA Jakarta - Jagad media sosial, khususnya Twitter, pada Sabtu (16/2), dikejutkan dengan munculnya…

Pemkot Depok Lelang Jabatan Pengelola APBD Rp 600 Miliar - Setelah Dua Kursi Kepala Dinas Kosong

Pemkot Depok Lelang Jabatan Pengelola APBD Rp 600 Miliar Setelah Dua Kursi Kepala Dinas Kosong NERACA Depok - ‎Pemerintah Kota…

Sebanyak 43 Ribu Koperasi Dibubarkan Oleh Kemenkop UKM

Sebanyak 43 Ribu Koperasi Dibubarkan Oleh Kemenkop UKM NERACA Sukabumi - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) telah membubarkan…