Mayora Yakin Penjualan Tembus Rp12 Triliun - Tingkatkan Pasar Ekspor

NERACA

Jakarta – Produsen makanan dan minuman dalam kemasan, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) optimistis penjualan tahun ini dapat menembus angka Rp12 triliun. Hal tersebut disiasati perseroan dengan meningkatkan produksi untuk pasar ekspor pada beberapa negara. “Target penjualan sekitar Rp12 triliun dengan peningkatan ekspor lebih dari 35%.”kata Sekretaris Perusahaan PT Mayora Indah Tbk, Yuni Gunawan di Jakarta, Kamis (7/2).

Beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor perseroan, menurut Yuni antara lain China, Filipina, Thailand, Vietnam, India, dan Myanmar. Selain itu, di setiap divisi, Mayora memiliki produk unggulan yang menjadi market leader (pemimpin pasar). Produk-produk yang memberikan kontribusi terhadap kinerja perseroan mulai dari permen, kopi, biskuit, cereal, wafer dan coklat.

Untuk meningkatkan kapasitas produksi, perseroan membangun beberapa proyek pabrik, antara lain pabrik Balaraja yang baru mulai beroperasi. Ditargetkan, dengan adanya pabrik Balaraja tersebut dapat menambah kapasitas produksi sekitar 20%.

Sementara guna mebelanja mendukung kinerja perseroan di tahun 2013, pihaknya mengganggarkan belanja modal sekitar Rp700 miliar. Dana belanja modal itu untuk melanjutkan proyek sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi dan bahan pendukungnya.

Bangun Pabrik

Direktur Manufaktur Mayora, Nurdin Lesmana pernah mengatakan, keberadaan pabrik baru berkapasitas produksi 200 ribu ton per tahun itu mutlak diperlukan. Sebab, kemampuan produksi dua pabrik Jatake I dan II yang beroperasi saat ini sudah maksimal. Padahal, permintaan biskuit naik 20% tiap tahunnya, “Realisasi proyek pembangunan pabrik baru dipercepat dari jadwal semula yang direncanakan pada bulan Juni 2012, kami majukan menjadi Mei 2012,” jelasnya.

Menurutnya, pabrik baru yang akan menyerap 2 ribu karyawan ini rencananya dibangun di atas lahan seluas 7 hektare. Saat ini proses pembangunan pabrik tersebut sudah mencapai 20% dan dengan pabrik baru itu, Mayora bakal membuat produk untuk konsumen kelas menengah ke atas. Adapun sumber pendaan proyek pembangunan pabrik diperoleh dari penerbitan obligasi.

Sampai saat ini, Mayora telah melakukan penjualan ke 85 negara. Kontribusi pendapatan dari pasar ekspor terhadap total pendapatan perseroan terus mengalami peningkatan dari 8% di 2007 menjadi 35% di akhir tahun 2011. Mayora berencana melakukan ekpansi ke negara Timur Tengah dan Afrika. Dengan melakukan ekspansi di dua negara tersebut, diprediksikan, target ekspornya bisa mencapai US$10 juta.

Untuk menjamin ketersediaan produk-produknya di pasar internasional, saat ini perseroan telah menjalin kerja sama dengan beberapa distributor dan pembeli langsung di luar negeri. Sementara untuk pasar lokal sendiri, perseroan mempercayakan jaringan distribusinya melalui PT Inbisco Niagatama Semesta. (lia)

BERITA TERKAIT

Rampungkan Penyelidikan Nara Hotel - BEI Berharap Keputusannya Adil dan Objektif

NERACA Jakarta – Gagalnya pencatatan saham perdana PT Nara Hotel International Tbk lantaran adanya aduan investor terkait kejanggalan penjatahan saham…

Pasar IPO di Semester Pertama Masih Positif

NERACA Jakarta – Potensi pasar initial public offering (IPO) di dalam negeri masih memiliki prospek positif di tengah ketidakpastian ekonomi…

Khawatiran Virus Corona Menghantui IHSG

NERACA Jakarta –Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore kemarin, ditutup terkoreksi di tengah kekhawatiran…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Ombudsman: Saham PGN Turun Rugikan BPJS Ketenagakerjaan

Harga saham PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) atau PGN sempat terkoreksi akibat adanya wacana penurunan harga gas industri.…

Sengketa Dengan Geo Dipa Energi - Kuasa Hukum BGE : Ada Penyalahgunaan Kewanangan Pejabat KPK

Terkuaknya surat keterangan permohonan klarifikasi kepada Bank HSBC Indonesia yang diterbitkan oleh Deputi bidang Penindakan Komisi Pemberantasa Korupsi, Pahala Nainggolan,…

Sistem ERP SystemEver Pacu Bisnis Distribusi Alkes

Perusahaan distribusi alat kesehatan (Alkes) memegang peranan yang krusial di era industri 4.0. Tantangan mereka bukan hanya menjawab kebutuhan layanan…