Menkes Dukung Penuh Transformasi Askes

Menuju BPJS Kesehatan

Jumat, 08/02/2013

NERACA

Jakarta - Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, menegaskan transformasi PT Askes (Persero) menuju BPJS Kesehatan, sesuai dengan amanat UU SJSN dan UU BPJS. Menurut dia, BPJS Kesehatan tidaklah hanya dilakukan oleh Askes semata namun juga seluruh stakeholder, baik Kementerian terkait, Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK), Organisasi Profesi, serta seluruh masyarakat Indonesia.

“Itulah kunci keberhasilan dalam implementasi Jaminan Kesehatan Nasional,” jelas Nafsiah di Jakarta, Kamis (7/2). Dia mengungkapkan, yang harus menjadi perhatian khusus dalam menyambut BPJS Kesehatan adalah kesiapan organisasi. Askes, lanjut Nafsiah, yang selama ini mengelola 16 juta peserta asuransi jiwa, dalam waktu kurang dari satu tahun harus siap-siap menerima lonjakan peserta yang bisa mencapai 120 juta jiwa.

Meskipun begitu, imbuh dia, Askes tidak akan bekerja sendiri. Dia pun menegaskan kalau Kementerian Kesehatan akan mendukung transformasi tuntas Askes, baik transformasi struktural, fungsional, maupun kultural.

Dalam kesempatan yang sama, Nafsiah juga memaparkan pelaksanaan Sistem Jaminan Kesehatan Nasional merupakan upaya percepatan pelaksanaan reformasi di bidang kesehatan. Reformasi bidang kesehatan itu diantaranya, akan mendorong penggunaan standard pelayanan medik secara nasional, sebagai instrument mutu pelayanan kesehatan yang terukur.

Mempercepat penataan pelaksanaan sistem rujukan yang baik, dengan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar sebagai gatekeeper, mendorong pemanfaatan obat generik sehingga menekan cost obat yang akan berpengaruh pada pembiayaan kesehatan secara keseluruhan.

Lalu juga mendorong perbaikan terhadap managemen fasilitas kesehatan untuk melakukan kendali mutu dan biaya, mendorong fasilitas kesehatan (pemberi pelayanan kesehatan) untuk kembali menata sistem managerial pelayanan seperti medical record, penataan cost sharing, monitoring, evaluasi dan manajemen obat sehingga fasilitas kesehatan akan lebih transparan dan akuntabel.

Harus sehat modal

Nafsiah juga berpesan agar Askes tetap harus sehat modal untuk BPJS yang akan ditetapkan ke depan. Untuk itu seiring dengan persiapan implementasi di jaminan kesehatan di 1 Januari 2014, pada tahun ini perseroan menetapkan 2013 adalah Tahun Transformasi Tuntas menjadi BPJS Kesehatan.

Sementara Direktur Utama Askes, Fachmi Indris, mengungkapkan untuk mencapai hal tersebut, strategi yang akan dilakukan perseroan adalah customer focus melalui operasional excellent, people development dan technology informasi, dengan alat ukur melalui empat sasaran perusahaan.

Pertama, tercapainya customer satisfaction index sebesar 88,13. Kedua, tercapainya peningkatan compliance customer index 3 poin dari 2012. Ketiga, tingkat Kesehatan minimal A. dan terakhir, tercapainya kesiapan perseroan menuju BPJS kesehatan pada akhir tahun 2013.

“Tugas terberat transformasi ini adalah memastikan kinerja Askes harus tetap sehat. Jika tidak, dikhawatirkan resiko pada saat kick off Jaminan Kesehatan Nasional 1 Januari 2014, beban pembiayaan pelayanan kesehatan Askes akan tinggi,” tandas Fachmi. [ria]