Akhir Pekan, IHSG Masih Cenderung Menguat

Jumat, 08/02/2013

NERACA

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis sore, ditutup menguat naik tipis 4,172 poin (0,09%) ke level 4.503,148. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 0,545 poin (0,07%) ke level 770,394. Indeks kembali menembus rekor tertingginya meski hanya naik tipis. Padahal, rekor tertingginya sepanjang masa baru saja diraihnya kemarin, yaitu di level 4.498,976 setelah naik 19,535 poin (0,44%).

Kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono, penguatan indeks BEI ditopang dari penguatan saham-saham lapis dua. Meski hanya naik tipis, indeks kembali menembus rekor tertingginya sepanjang masa, “Indeks BEI bergerak menguat tipis di tengah sebagian bursa regional Asia yang melemah," katanya di Jakarta, Kamis (7/2).

Menurut dia, investor masih menanti hasil dari pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB). Pergerakan bursa regional termasuk indeks BEI juga dibayangi kondisi politik yang tidak stabil di Italia dan Spanyol."Harga komoditas di pasar internasional juga terpantau melemah. India, yang merupakan salah satu kekuatan ekonomi baru dunia, memproyeksikan pertumbuhan akan melambat pada tahun ini,"ujarnya.

Dia menambahkan, meski hanya menguat tipis pada perdagangan Kamis kemarin, namun IHSG BEI berhasil ditutup di atas tingkat 4.500 poin. Pada Jum’at akhir pekan, IHSG diproyeksikan akan bergerak "sideways" di kisaran 4.482-4.518 poin.

Pada perdagangan kemarin, transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 2,045 triliun di pasar reguler dan negosiasi. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 155.338 kali pada volume 5,148 miliar lembar saham senilai Rp 6,959 triliun. Sebanyak 128 saham naik, sisanya 112 saham turun, dan 112 saham stagnan.

Nilai dan volume transaksi perdagangan melonjak tinggi karena ada transaksi tutup sendiri (crossing) saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 2,3 triliun. Transaksi tersebut difasilitasi oleh Credit Suisse (SC) di pasar negosiasi.

Bursa-bursa di regional, pada perdagangan Kamis ditutup dengan kompak terkoreksi, seluruhnya terjebak di zona merah. Hanya bursa Indonesia yang berhasil menguat. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 12.500 ke Rp 267.500, Multi Bintang (MLBI) naik Rp 10.000 ke Rp 870.000, Lionmesh (LMSH) naik Rp 2.000 ke Rp 12.000, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 750 ke Rp 64.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 400 ke Rp 40.400, Unggul Indah (UNIC) turun Rp 250 ke Rp 1.750, Tower Bersama (TBIG) turun Rp 250 ke Rp 5.450, dan Telkom (TLKM) turun Rp 150 ke Rp 9.650.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat tipis 2,720 poin (0,06%) ke level 4.501,696. Sementara Indeks LQ45 melemah tipis 0,318 poin (0,04%) ke level 770,167. Indeks hampir saja menembus level intraday tertingginya sepanjang masa, namun sayang penguatan indeks terhambat aksi ambil untung. Indeks hanya mampu menanjak sampai 4.514,868 sebelum akhirnya melambat.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 88.950 kali pada volume 3,019 miliar lembar saham senilai Rp 4,775 triliun. Sebanyak 118 saham naik, sisanya 105 saham turun, dan 99 saham stagnan.

IHSG menjadi satu-satunya indeks yang menguat di antara pasar saham regional yang pada perdagangan sesi I, kompak terpuruk di zona merah. Koreksi paling tajam terjadi di bursa saham Jepang yang sudah meroket lebih dari tiga persen.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 10.000 ke Rp 265.000, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 750 ke Rp 64.700, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 50.550, dan Multi Prima (LPIN) naik Rp 250 ke Rp 6.250.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 350 ke Rp 40.450, Tower Bersama (TBIG) turun Rp 200 ke Rp 5.500, Vale (INCO) turun Rp 175 ke Rp 2.875, dan Telkom (TLKM) turun Rp 150 ke Rp 9.650.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 2,15 poin atau 0,05% ke posisi 4.501,12. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,54 poin (0,07%) ke level 770,39, “Indeks BEI kembali mencoba menembus level psikologis 4.500 poin dengan saham-saham sektor perbankan dan konsumer diperkirakan menjadi penggeraknya," kata analis Samuel Sekuritas Yualdo Yudoprawiro.

Yualdo Yudoprawiro menambahkan, sentimen positif dari pengumuman data pengangguran Australia yang berhasil turun menjadi 5,4% dapat menjadi salah satu pendorong bagi indeks BEI.

Sementara, analis Trust Securities Reza Priyambada memprerkirakan pada perdagangan Kamis, IHSG BEI akan berada pada kisaran 4.470-4520 poin cenderung menguat terbatas di tengah aksi ambil untung, “Perkiraan kami bahwa indeks BEI akan mengalami pelemahan akan tertahan dengan adanya sentimen positif seperti yang diharapkan," kata Reza Priyambada.

Dia menambahkan, beberapa data dari kinerja emiten dalam negeri yang diekspektasikan positif, cukup memberikan sentimen positif ke pasar saham domestik. Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 78,27 poin (0,34%) ke level 23.178,66, indeks Nikkei-225 turun 98,89 poin (0,86%) ke level 11.364,86, dan Straits Times melemah 3,03 poin (0,27%) ke level 3.267,69. (bani)