Lega dan Lebih Luas - ATAP TAK BERPLAFON

Kebanyakan rumah beratap bukan beton, selalu memasang plafon. Alasannya agar ruang tidak terlalu panas oleh sengatan sinar matahari yang menyambar genteng. Plafon juga berfungsi melindungi ruangan itu dari debu dan berbagai macam kotoran lembut yang masuk lewat sela-sela genteng.

Kini, mulai banyak atap rumah yang menghilangkan plafon. Selain menghemat biaya, juga akan menciptakan ruangan tampak lebih luas dan lega. Ruangan juga menjadi tinggi, jadi tidak pengap dan panas. Tanpa plafon, berarti atap akan terbebas dari serbuan tikus. Entah masuknya dari mana, tahu-tahu di plafon terdengar suara berisik. Tikus—tikus sudah beranak-pinak di plafon. Yang repot kalau ada tikus mati dan membusuk di plafon. Jadi penyakit.

Sebagai ganti fungsi menangkal debu dan kotoran halus dari sela-sela genteng, bisa dipasang aluminium foil di bawah genteng selebar atap. Jika kemahalan, bisa diganti dengan triplek. Aluminium foil atau triplek itu dipasang di atas kerangka atap. Dengan demikian kerangka itu akan kelihatan dari bawah.

Karena itu, sebelum dipasang, kerangka itu harus dalam keadaan rapi. Kalau memakai kayu, sebelumnya harus diekspos atau diserut agar halus. Selain diserut, kayu juga dicat sesuai selera atau dipolitur agar kontur urat kayunya terlihat. Agar rapi dan indah dipandang. Jika di daerah banyak rayap, jangan lupa kayu-kayu itu dianti rayap lebih dulu. Jika memilih kerangka baja ringan, biasanya berwarna perak, ada juga yang coklat tua. Kadang kala ada juga yang berwarna hitam.

Hemat Biaya

Biaya pembuatan atap, baik kayu maupun baja ringan tentu lebih hemat, karena material kerangka baik kayu maupun baja ringan lebih sedikit. Yang memerlukan ongkos lebih jika menggunakan kerangka kayu. Sebab, sebelum dipasang, harus diserut ebih dulu biar rapi, lalu diantirayap, baru dicat. Butuh waktu lebih lama karena menunggu kering. Sebaliknya, kalau menggunakan kerangka baja, bisa langsung dipasang.

Langkah berikut yang harus dilakukan adalah memilih lampu. Berhubung atapnya tinggi, alangkah baiknya kalau kita pilih lampu model gantung. Lampu gantung juga memudahkan jika ingin mengganti lampunya yang mati, karena tidak terlalu tinggi. Dengan lampu gantung, juga menghemat lampu karena bidang penerangannya tidak harus dari ujung atap yang bidangnya lebih luas dan tinggi.

Dengan atap yang tinggi, tentu saja sirkulasi udaranya lebih banyak. Karena itu akan lebih baik lagi jika lobang ventilasi udaranya lebih banyak agar lebih banyak pula oksigen yang dapat kita serap. Agar cahaya matahari lebih banyak yang masuk, tak jelek jika dipasang beberapa glass block. (saksono)

BERITA TERKAIT

Produk Indonesia Jelajah Lebih dari 100 Negara

NERACA Jakarta – Presiden Joko Widodo mengaku senang karena ada produk dengan merek asli Indonesia yang telah "menjajah" lebih dari…

Tunjukkan Tren Lebih Rendah - Peringkat Utang BUMI Dipangkas Jadi Negatif

NERACA Jakarta – Semangat manajemen PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memangkas beban utang dengan persiapan melakukan pembayaran utang yang bakal…

OJK Jalin Kerjasama dengan Kemendagri dan PPATK - Cegah dan Berantas Pencucian Uang

  NERACA   Jakarta - Guna mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang di Industri Jasa Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Perlu Memadukan

Perlu Memadukan "Land Banking" Dengan Skema ABCG NERACA Semarang - Pakar perumahan Asnawi Manaf memandang perlu memadukan program "Land Banking"…

Pollux Properti Tunjuk Kontraktor Utama Gangnam District - Kontrak Senilai Rp2 Triliun

Pollux Properti Tunjuk Kontraktor Utama Gangnam District Kontrak Senilai Rp2 Triliun NERACA Jakarta - Salah satu proyek properti multi fungsi…

Pollux Properti Tunjuk Kontraktor Utama Gangnam District - Kontrak Senilai Rp2 Triliun

Pollux Properti Tunjuk Kontraktor Utama Gangnam District Kontrak Senilai Rp2 Triliun NERACA Jakarta - Salah satu proyek properti multi fungsi…