Asuransi Astra Raih Digital Brand of The Year

NERACA

Jakarta - Asuransi Astra kembali mendapatkan penghargaan Infobank Digital Brand of The Year. Penghargaan yang diberikan adalah untuk kategori Corporate Digital Brand Perusahaan Asuransi Umum. Adrianto, selaku Shared Marketing Group Head Asuransi Astra, mengatakan pihaknya mendapat nilai indeks sebesar 782 dalam penghargaan Digital Brand of The Year 2012 dengan dengan rincian 65 sentimen negatif, 446 sentimen positif, dan 401 sentimen netral.

“Sebagai perusahaan yang terus mengikuti perkembangan zaman, kami mengerti bahwa pelayanan adalah yang utama dan penggunaan media sosial adalah mutlak dalam sebuah perusahaan,” ujar Adrianto, melalui keterangan tertulis yang diterima Neraca, Rabu (6/2).

Untuk itu, imbuh dia, sederet kemudahan pelayanan terbaik yang ditawarkan melalui Garda Akses CALL 75 900, Garda Akses CLICK www.gardaakses.com, dan Garda Akses SMS 0813-75 900 900. Bahkan saat ini, media sosial yang dimiliki Asuransi Astra sudah memiliki massa yang besar, yaitu Facebook page Garda Oto memiliki lebih dari 40 ribu fans sementara untuk Twitter @GardaOto memiliki lebih dari 14 ribu follower.

Dengan akun Facebook dan Twitter tersebut, lanjut Adrianto, Garda Oto selalu membagikan info dan tips. Terbukti, ketika banjir besar melanda Jakarta, akun-akun media sosial tersebut sangat bermanfaat dalam membantu pelanggan dan masyarakat dalam menghadapi banjir. “Penghargaan ini menjadi bukti kepercayaan pelanggan kepada kami. Ke depannya, kami akan terus melakukan perbaikan terutama dalam layanan di dunia digital sebagai bentuk komitmen dan sesuai dengan salah satu core values Asuransi Astra, yaitu Customer First,” tandasnya.

Di 2013, Biro Riset Infobank (birI) bekerjasama dengan PingFans melakukan penelitian tentang pembicaraan yang terjadi di dunia digital dan media sosial untuk merek-merek di kategori keuangan dan perbankan. Pengukuran indeks merek dilakukan melalui enam tahap penelitian. Pertama, penentuan kategori institusi dan produk dari industri finansial yang akan dijadikan objek penelitian.

Kedua, penentuan nama-nama merek dari masing-masing kategori sebagai acuan kata kunci yang akan dimasukkan ke dalam mesin pencarian. Ketiga, setelah semua nama merek terkumpul, akan diolah melalui mesin pencarian untuk kepentingan indexing dan data crawling. Keempat, hasil pencarian selanjutnya akan diproses/evaluasi untuk membedakan pembicaraan yang bermakna positif atau negatif.

Kelima, penghitungan rumus digital index didapatkan dengan menjumlah semua sentimen positif dan netral serta dikurangi dengan sentimen negatif. Keenam, dari hasil perhitungan tersebut, masing-masing kategori akan menghasilkan merek dengan indeks tertinggi. [ardi]

BERITA TERKAIT

Dunia Usaha - Kemenperin Dorong Santripreneur Manfaatkan Teknologi Digital

NERACA Bandar Lampung - Direktur Jenderal Industri Kecil dan Aneka, Gati Wibawaningsing mengatakan terus melakukan pembinaan dan pelatihan santri berindustri…

Jabar Targetkan Raih Wajar Tanpa Pengecualian ke-8

Jabar Targetkan Raih Wajar Tanpa Pengecualian ke-8 NERACA Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) menargetkan tahun ini kembali meraih…

Pers dan Usaha Mendorong Ekonomi Digital

Oleh: Luqman Hakim Pers memiliki peran vital mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis digital di Indonesia. Melalui pemberitaan, pers dapat mempromosikan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Fintech Ilegal Berasal dari China, Rusia dan Korsel

  NERACA   Jakarta - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan fakta bahwa mayoritas perusahaan layanan finansial berbasis…

Laba BNI Syariah Tumbuh 35,67%

    NERACA   Jakarta - PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp416,08 miliar, naik 35,67 persen dibandingkan…

Pemerintah Terbitkan Sukuk US$ 2 miliar

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk wakalah global senilai dua…