Adaro Targetkan Produksi 53 Juta Ton Batu Bara

NERACA

Jakarat – Berhasil mencatatkan volume produksi tumbuh dari tahun sebelumnya, menjadi keyakinan bagi PT Adaro Energy Tbk (ADRO) prospek batu bara masih positif. Oleh karena itu, perseroan ditahun 2013 menargetkan produksi batu bara sebesar 50-53 juta ton.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (6/2). Head of Investor Relations Adaro Energy, Cameron Tough mengatakan, selain menargetkan produksi lebih besar, perseroan juga mengincar ebitda sebesar US$ 850 juta-US$ 1 miliar.

Asal tahu saja, pada tahun 2012, produksi batu bara perseroan mencapai 47,2 juta ton. Sementara itu, penjualan batu bara perseroan diklaim sesuai track record sebanyak 47,41 juta ton di 2012, meningkat satu persen (yoy).

Rekor tertinggi produksi batu bara sebesar 13,31 juta ton tercapai di kuartal IV-2012, meningkat sebesar tujuh persen (yoy) walaupun volume curah hujan di atas rata-rata, “Tahun ini tercatat sebagai tahun produksi terbaik kedua di sepanjang sejarah perusahaan, dengan volume produksi batubara yang mencapai 47,2 juta ton,”kata Cameron.

Adaro tetap pada jalur yang direncanakan dalam hal pemindahan lapisan penutup selama kuartal IV-2012. Rekor tertinggi pemindahan lapisan penutup sebesar 331,48 juta bank cubic meter (bcm) dapat dicapai pada 2012, melampaui target yang telah ditetapkan sebesar 321,15 juta bcm.

Di sisi lain, proyek infrastruktur yang ditujukan untuk peningkatan efisiensi dan penghematan biaya operasional tetap pada jalur yang direncanakan untuk dapat mulai beroperasi secara komersial di awal 2013. "Proyek Overburden Out of Pit Crushing and Conveying System (OPCC) telah 96% rampung per akhir Desember 2012. Rangkaian sistem diperkirakan dapat mulai beroperasi pada Mei 2013," ungkapnya.

Telah Diantisipasi

Sementara Sekretaris Adaro, Devindra Ratzarwin mengatakan, keberhasilan perseroan memproduksi melebihi target adalah keberhasilan dalam antisipasi musim hujan yang dilakukan pada kuartal ketiga 2012, sehingga permintaan 2012 dapat ditutup dengan baik.

Dia menjelaskan, meningkatnya volumen penjualan di kuartal empat 2012 di picu tingginya permintaan untuk E4000 (Wara) yang naik 119% y-o-y dan 147% q-o-q. Walaupun batu bara berkalori rendah masih menghadapi persaingan pasar yang lebih ketat sehingga memicu penurunan harga Indeks Batubara Indonesia 4200 GAR, Adaro berhasil meningkatkan volume penjualan E4000 (Wara) sebesar 42% y-o-y menjadi 7,76 juta ton.“Adapun pada 2012, penjualan E4000 (Wara) ditujukan kepada konsumen pengguna di India, China, Thailand, Hong Kong, Korea dan Indonesia,”tuturnya.

Sementara itu, volume penjualan E5000 sedikit menurun secara y-o-y, tetapi meningkat secara q-o-q, "karena beberapa konsumen tidak menggunakan opsi untuk membeli tambahan batubara dengan harga kontrak yang sebagian besar ditetapkan pada semester kedua 2012," ungkapnya.

Devindra menambahkan, produk baru E4500, yang merupakan campuran E5000 (Tutupan) dan E4000 (Wara), telah diperkenalkan ke pasar dalam upaya menawarkan lebih banyak pilihan kepada konsumen serta mengoptimalkan pendapatan dari portofolio produk. Total penjualan E4500 pada 2012 mencapai 1,95 juta ton dan meliputi dua konsumen yang terletak di Korea dan Indonesia. (bani)

BERITA TERKAIT

Siapkan Dana Investasi US$ 100 Juta - Saratoga Bangun Rumah Sakit di Bekasi

NERACA Jakarta –Genjot pertumbuhan portofolio investasi, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) terus mengembangkan investasinya. Salah satunya yang tengah dikembangkan…

Indika Energy Raih Pinjaman US$ 150 Juta

Lunasi utang obligasi yang jatuh tempo, PT Indika Energy Tbk (INDY) mengantongi fasilitas pinjaman senilai US$ 150 juta dari beberapa…

PRODUKSI GERABAH TRADISIONAL

Perajin menjemur gerabah jenis kendil di Sentra kerajinan gerabah di Desa Wonorejo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (16/7/2019). Perajin mampu…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perluas Inklusi Keuangan Lewat Inovasi Layanan Kekinian

Istilah fintech (Financial Technology)  kini bukan hal yang asing didengar seiring dengan pesatnya pertumbuhan industri digital saat ini. Bergerak dinamis perubahan industri…

Bantah Kendalikan Harga Saham - Bliss Properti Siap Tempuh Jalur Hukum

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA) angkat bicara soal tuduhan soal mengendalikan harga saham yang…

Alokasikan Dana Rp 1,2 Triliun - Tower Bersama Buyback 110,94 Juta Saham

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, beberapa perusahaan masih mengandalkan aksi korporasi buyback saham. Hal inilah yang…