Bergerak Sempit, IHSG Masih Ada Ruang Menguat

Kamis, 07/02/2013

NERACA

Jakarta – Di luar prediksi, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia ditutup menguat. Dimana indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup naik 19,535 poin (0,44%) ke level 4.498,976. Sementara Indeks LQ45 menanjak 3,000 poin (0,39%) ke level 769,849. Maraknya sentimen positif yang beredar dari pasar global dan regional, memicu penguatan indeks. Alhasil, indeks kembali menembus rekor tertingginya sepanjang masa.

Kata analis e-Trading Securities, Adrew Argadao, secara teknikal kenaikan IHSG BEI merupakan bagian dari konsolidasi untuk menguji batas level atas (resistance) pada level 4.520, “Sentimen global yang positif membawa indeks BEI menguat,”katanya di Jakarta, Rabu (6/2).

Dia menambahkan, salah satu pendorong indeks BEI meningkat dari pelaku pasar asing yang masih mengambil posisi beli. Tercatat beli bersoh asing di pasar reguler sebesar Rp310,05 miliar dengan saham yang cukup banyak dibeli antara lain Indofod Sukses Makmur (INDF), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Mandiri (BMRI), dan Semen Gresik (SMGR).

Berikutnya, indeks BEI Kamis diproyeksikan akan kembali mengalami penguatan namun masih dalam kisaran yang sempit di kisaran 4.380-4.550 poin. Beberapa saham yang layak dikoleksi, yakni Astra Agro Lestari (AALI), Sentul City (BKSL) dan Tower Bersama Infrastructure (TBIG).

Pada perdagangan kemarin, posisi indeks merupakan rekor tertingginya yang baru setelah baru saja Senin kemarin mencetak rekor di level 4.490,565 setelah naik 8,931 poin (0,20%). Investor asing lagi-lagi berperan banyak dalam pencetakan rekor ini.

Transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 462,89 miliar di seluruh pasar. Delapan sektor berhasil menguat, dipimpin oleh sektor tambang. Aksi ambil untung juga terjadi, kebanyakan dilakukan investor lokal, di sektor aneka industri dan finansial.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 180.043 kali pada volume 5,926 miliar lembar saham senilai Rp 5,384 triliun. Sebanyak 148 saham naik, sisanya 83 saham turun, dan 118 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia berhasil bertahan di zona merah menutup perdagangan Rabu. Bursa saham Jepang memimpin penguatan dengan lonjakan lebih dari tiga persen.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 50.000 ke Rp 860.000, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 5.000 ke Rp 255.000, Indofood (INDF) naik Rp 300 ke Rp 6.350, dan Vale (INCO) naik Rp 275 ke Rp 3.050.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lionmesh (LMSH) turun Rp 2.000 ke Rp 10.000, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 15.400, J Resources (PSAB) turun Rp 200 ke Rp 3.850, dan Asahimas (AMFG) turun Rp 200 ke Rp 8.250.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI tutup naik 12,474 poin (0,28%) ke level 4.491,915. Sementara Indeks LQ45 menguat 1,555 poin (0,20%) ke level 768,404. Aksi beli ramai terjadi di lantai bursa, membuat sembilan indeks sektoral bertahan di zona hijau. Sayangnya, saham-saham bank kelas berat malah jadi sasaran aksi ambil untung sehingga sektor finansial terkoreksi tipis.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 116.631 kali pada volume 3,655 miliar lembar saham senilai Rp 2,783 triliun. Sebanyak 138 saham naik, sisanya 72 saham turun, dan 104 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Vale (INCO) naik Rp 275 ke Rp 3.050, Indofood (INDF) naik Rp 6.300, Nipress (NIPS) naik Rp 200 ke Rp 4.800, dan Mayora (MYOR) naik Rp 150 ke Rp 20.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lionmesh (LMSH) turun Rp 2.000 ke Rp 10.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 300 ke Rp 40.550, Asahimas (AMFG) turun Rp 250 ke Rp 8.200, dan Panasia (HDTX) turun Rp 130 ke Rp 800.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 14,52 poin atau 0,32% ke posisi 4.493,961. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 3,63 poin (0,47%) ke level 770,48, “Bursa Asia termasuk indeks BEI relatif dibuka menguat terutama bursa Jepang yang meningkat lebih dari dua persen memfaktorkan ekspektasi penambahan stimulus moneter dari Bank sentral Jepang (BoJ) seiring pengunduran diri Gubernur bank sentral itu yang lebih cepat dari ekspektasi," kata analis Samuel Sekuritas Yualdo Yudoprawiro.

Meski demikian, lanjut dia, minimnya sentimen positif baru dari pasar domestik setelah data produk domestik bruto (PDB) yang dikeluarkan dapat membuat indeks BEI bergerak relatif mendatar, “Ekonomi Indonesia 2012 juga hanya tumbuh 6,23%, melambat dibandingkan pertumbuhan 2011 yang tercatat 6,5%. Realisasi itu juga di bawah asumsi APBN-P 2012 sebesar 6,5%," katanya.

Menurut dia, realisasi yang lebih rendah itu membuat pos-pos penerimaan APBN yang mengandalkan pertumbuhan ekonomi menjadi tidak terealisasi seperti penerimaan pajak, yang realisasinya sekitar 92% dari rencana.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng Rabu dibuka menguat 128,11 poin (0,55%) ke level 23.276,64, indeks Nikkei-225 naik 306,48 poin (2,77%) ke level 11.353,40, dan Straits Times menguat 0,45 poin (0,01%) ke level 3.273,11. (bani)