MNC Group Segera Realisasikan Tol Ciawi-Sukabumi

Targetkan Beroperasi 2014

Kamis, 07/02/2013

NERACA

Jakarta-Gencarnya aksi korporasi dan ekspansi sebagai ‘senjata’ mendongkrak kinerja perseroan di tengah kondisi perekonomian yang cukup positif. Karena itu, tidak heran jika beberapa emiten rajin melakukan akuisis dan pengembangan usaha. Tidak terkecuali bagi perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo.

MNC Group melalui PT MNC Infratama, PT Jasa Sarana, dan PT Trans Jabar Toll beserta Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan penandatanganan terkait realisasi pembangunan jalan tol Ciawi-Sukabumi untuk mendukung percepatan pembangunan jalan tol yang direncanakan perusahaan, “Saya berharap mudah-mudahan dengan bantuan dari semua pihak dan termasuk pembebasan lahan bisa diselesaikan akhir 2014, dan bisa bermanfaat untuk masyarakat setempat,”kata CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo di Jakarta kemarin.

Pembangunan jalan tol ini merupakan proyek yang diambil oleh pihak MNC Group pada Desember 2012. Pihaknya berharap dengan diambil alihnya realisasi ini diharapkan bisa lebih baik. Mengingat, realisasi ini sangat dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur untuk mendukung perekonomian di daerah tersebut bisa lebih baik.

Direktur Utama MNC Infratama Syafril Nasution mengatakan, pihaknya berkeinginan untuk segera merealisasikan pembangunan tol tersebut. Rencananya, pembangunan tol ini dimulai dari Simpang Susun tol luar Ciawi sampai Caringin Sukabumi dengan perkiraan luas jalan tol tersebut sepanjang 54 kilometer (km), “Pembangunan tol ini akan dimulai dari Simpang Susun tol luar Ciawi lalu sampai Caringin Sukabumi yang kurang lebih luas tol ini 54 kilometeran," jelasnya.

Diketahui, pembangunan yang sudah dibuat sejak 1997 saat itu masih dipegang oleh Bakrie Group, namun terhambat akibat krisis 1998. Pembangunan pun sempat tertunda dan baru Desember 2012 diambil alih oleh MNC Group. Adanya penandatanganan tersebut dimaksudkan agar realisasi pembangunan jalan tol tersebut dapat berjalan dan terealisasikan lebih cepat.

Bangun PLTU

Di samping fokus pada pembangunan tol, perusahaan ini juga fokus pada proyek bandara, pelabuhan (darat dan laut) dan pembangkit listrik (PLTA, PLTU). Proyek infrastruktur yang digarap perseroan tersebut, salah satunya dioperasikan oleh PT MNC Infrastruktur Utama.

Adapun proyek yang sedang ditangani perusahaan, salah satunya yaitu pembangunan port batu bara di Kalimantan Timur dengan nilai investasi sekitar US$ 12 juta. Proyek tersebut ditargetkan akan selesai pada pertengahan 2013.

Diharapkan, PT MNC Infrastruktur Utama ini dapat mendukung segala kegiatan grup dan menciptakan sinergi yang lebih mantap di antara anak-anak perusahaan yang tergabung dalam MNC Group.

Sektor Transportasi

Sementara PT Indonesia Air Transport Tbk (IATA) juga sedang mempersiapkan pengembangan penerbangan berjadwal dengan layanan medium class. Beberapa rute yang penerbangannya antara lain seperti Medan, Padang, Batam, Makassar, Denpasar, dan Balikpapan.

Saat ini IATA sudah menjalankan penerbangan berjadwal yang berbasis di Pontianak menggunakan ATR 42-300 dengan jadwal penerbangan empat kali seminggu ke beberapa kota seperti Sintang, Ketapang, Pangkalan Bun, Solo, dan Yogya. Ke depan, IATA akan menambah beberapa rute penerbangan guna mengakomodir kebutuhan masyarakat akan transportasi udara.

Sebelumnya, PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) juga menyampaikan rencana mengakuisisi industri perbankan. Hary Tanoesoedibjo pernah mengatakan, pihaknya tengah mendalami dua perbankan nasional untuk diakuisisi. Disebutkan, perbankan yang nantinya diakuisisi harus memenuhi salah satu kriteria, yakni harus menjadi bank devisa.

Dengan begitu, bank dapat menawarkan jasa-jasa yang berkaitan dengan mata uang asing seperti transfer ke luar negeri, jual beli valuta asing, transaksi ekspor-impor, dan jasa-jasa valuta asing lainnya. Saat ini, Grup MNC membawahi sejumlah produk finansial antara lain MNC Life, MNC Insurance Indonesia, MNC Securities, MNC Asset Management, dan MNC Finance. (lia)