Pasar Captive Kuat, Bank Sulselbar Dinilai Stabil

PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Bank Sulselbar) kembali meraih peringkat A dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Selain itu, Pefindo juga menegaskan peringkat A untuk obligasi perusahaan I/2011 senilai Rp 400 miliar dan peringkat A bagi sukuk budharabah Perusahaan I/2011 senilai Rp100 miliar.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (6/2). Disebutkan, prospek yang dikeluarkan Pefindo juga menilai peringkat perusahaan adalah stabil.

Peringkat tersebut mencerminkan pasar captive yang kuat, permodalan Bank Sulselbar yang kuat dan kualitas aset yang baik. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh sumber pendanaan yang relatif terkonsentrasi dan semakin ketatnya kompetisi di dalam daerahnya sehingga mengurangi profitibilitas. (bani)

BERITA TERKAIT

FIF Group Bukukan Laba Rp 1,93 Triliun

Tercatat sampai dengan September 2019, perusahaan pembiayaan PT Federal International Finance atau FIFGROUP berhasil menyalurkan pembiayaan senilai Rp 29,7 triliun…

Penjualan Kapuas Prima Coal Tumbuh 23,78%

Sampai dengan kuartal tiga 2019, PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) membukukan penjualan sebesar Rp 645,91 miliar atau tumbuh 23,78%…

Layanan Darurat 112 Jadi Solusi Smart City

PT Jasnita Telekomindo Tbk melalui anak perusahaannya, PT Esa Kreasi Negri telah membuat penambahan fitur baru yang bernama mobile application…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Geliat Sektor Industri - Anak Usaha Barito Pacific Jual Lahan 12,6 Hektar

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan industri akan berdampak besarnya permintaan lahan industri di beberapa kota besar, maka melihat potensi tersebut,…

Danai Pengembangan Bisnis - Dana Brata Luhur Lepas Saham IPO 35 Juta Saham

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Dana Brata Luhur Tbk berencana melaksanakan penawaran umum perdana (initial…

TINS Perpanjang KSO dengan PT Industri Nukril

NERACA Jakarta – Keputusan PT Timah Tbk (TINS) untuk memangkas produksi dan mengurangi volume ekspor timah seiring dengan rendahnya harga…