Akali Mahalnya Invesatsi Usaha Spare Part Motor

Dengan Krjasama

Sabtu, 09/02/2013

Jika dilihat dari sisi produk, peluang usaha pada bidang spare part tidak mengenal rugi, karena produknya bukanlah barang yang bisa basi dan harganya cenderung naik. Ya, usaha bengkel dan toko pada segmen retail atau eceran bisa mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat, sedangkan pada segmen Grosir untuk Agen maupun Usaha Sales/ Kelilingan keuntungannya bisa lebih dari 40%.

Nah, yang menjadi masalah, untuk investasi di b idang ini tidaklah kecil nominalnya. Apalagi untuk barang-barang “ori” pastinya mengharuskan Anda merogoh kocek dalam-dalam. Meski demikian, bukan berarti peluang usaha ini tertutup bagi Anda yang memiliki modal kecil. yaitu dengan cara bekerjasama dengan para distributor.

Modal awal pun tak perlu besar. Bengkel tergantung pada luasnya lokasi usaha dan dana yang dianggarkan. Sedangkan untuk modal awal Kanvaser atau Sales Freelance bisa dimulai dari 5 juta rupiah.

Biasanya, mayoritas calon usahawan baru biasanya belum mengetahui secara dalam tentang jenis karakter spare part motor dan Variasi yang terdiri dari Fast Moving, Middle dan Slow Moving item. Hal ini dikarenakan jumlah spare part dan variasi yang banyak serta jenis sepeda motor yang variatif.

Beberapa faktor mengapa usaha ini banyak dipilih adalah sebagai berikut. Pertama, jumlah Sepeda Motor yang sangat banyak dan merata di setiap wilayah Indonesia. Harga eceran spart part dan variasi motor adalah blind market (tidak banyak diketahui pembeli eceran), artinya pemilik Toko atau Bengkel dapat menjual harga berapapun yang diinginkannya kepada pembeli eceran.

Lalu, margin laba yang didapatkan sangat besar karena faktor Blind Market tadi, biasanya berkisar antara 50% hingga 500% lebih untuk produk aftermarket, terkecuali untuk Genuine parts, Pelumas atau Oli dan Ban Luar berkisar antara 7% hingga 25% .

Tak hanya itu, limbah yang dihasilkan memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan banyak dicari pengepul seperti Kampas rem, oli bekas, botol oli serta limbah dari bahan logam dan babet. Satu lagi, yang terpenting spare part motor bukanlah barang yang bisa basi. (ahm)