Akali Mahalnya Invesatsi Usaha Spare Part Motor - Dengan Krjasama

Jika dilihat dari sisi produk, peluang usaha pada bidang spare part tidak mengenal rugi, karena produknya bukanlah barang yang bisa basi dan harganya cenderung naik. Ya, usaha bengkel dan toko pada segmen retail atau eceran bisa mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat, sedangkan pada segmen Grosir untuk Agen maupun Usaha Sales/ Kelilingan keuntungannya bisa lebih dari 40%.

Nah, yang menjadi masalah, untuk investasi di b idang ini tidaklah kecil nominalnya. Apalagi untuk barang-barang “ori” pastinya mengharuskan Anda merogoh kocek dalam-dalam. Meski demikian, bukan berarti peluang usaha ini tertutup bagi Anda yang memiliki modal kecil. yaitu dengan cara bekerjasama dengan para distributor.

Modal awal pun tak perlu besar. Bengkel tergantung pada luasnya lokasi usaha dan dana yang dianggarkan. Sedangkan untuk modal awal Kanvaser atau Sales Freelance bisa dimulai dari 5 juta rupiah.

Biasanya, mayoritas calon usahawan baru biasanya belum mengetahui secara dalam tentang jenis karakter spare part motor dan Variasi yang terdiri dari Fast Moving, Middle dan Slow Moving item. Hal ini dikarenakan jumlah spare part dan variasi yang banyak serta jenis sepeda motor yang variatif.

Beberapa faktor mengapa usaha ini banyak dipilih adalah sebagai berikut. Pertama, jumlah Sepeda Motor yang sangat banyak dan merata di setiap wilayah Indonesia. Harga eceran spart part dan variasi motor adalah blind market (tidak banyak diketahui pembeli eceran), artinya pemilik Toko atau Bengkel dapat menjual harga berapapun yang diinginkannya kepada pembeli eceran.

Lalu, margin laba yang didapatkan sangat besar karena faktor Blind Market tadi, biasanya berkisar antara 50% hingga 500% lebih untuk produk aftermarket, terkecuali untuk Genuine parts, Pelumas atau Oli dan Ban Luar berkisar antara 7% hingga 25% .

Tak hanya itu, limbah yang dihasilkan memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan banyak dicari pengepul seperti Kampas rem, oli bekas, botol oli serta limbah dari bahan logam dan babet. Satu lagi, yang terpenting spare part motor bukanlah barang yang bisa basi. (ahm)

BERITA TERKAIT

Akuakultur - KKP Lakukan Konsultasi Publik Aturan Usaha Pembudidayaan Ikan

NERACA Bandung - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakuan konsultasi publik terkait rencana pemberlakuan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang…

Asosiasi Dorong Petani Tembakau Jalin Kemitraan Dengan Perusahaan Rokok

NERACA Jakarta - Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) mendukung wacana pemerintah untuk mewajibkan importir atau perusahaan rokok membangun kemitraan dengan…

Kebijakan Publik - Kemenperin dan Polri Sinergi Wujudkan Kondusifitas Iklim Usaha

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sepakat bersinergi untuk mewujudkan pengamanan di bidang perindustrian…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Tahun 2019, Pemerintah Targetkan 8 Juta UMKM Aplikasikan Tekhnologi

Pemanfaatan teknologi digital untuk bisnis, khususnya skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sudah menjadi sebuah keharusan. Sebab itu, upaya…

Pesatnya Perkembangan Pasar Modern dan Digitalisasi, Sarinah Tetap Bina UMKM

BUMN ritel PT Sarinah (Persero) menyatakan yakin bisa tetap eksis di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Untuk itu, Sarinah tetap…

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…