Di Balik Cerita Matinya si Jago Soft Drink

Sabtu, 09/02/2013

Ada cerita, di sebuah universitas di India diadakan lomba minum coca cola. Pemenangnya adalah seorang mahasiswa yang berhasil meneguk 8 botol. Namun, tak lama kemudian sang juara itu tewas dalam keadaan lemas. Rupanya, tubuh dan darah dia kelebihan kadar karbondioksida (CO2) dan kekurangan oksigen (O2).

Soft drink adalah minuman berkarbonasi, yaitu dimasukkannya unsur karbondioksida ke dalam minuman tersebut. Selain itu, minuman berkarbonasi kebanyakan ditambahkan sejumlah bahan seperti perasa, pewarna, pengawet, garam, asam, dan pemanis. Bahan pemanis itu ada yang berupa gula dan pemanis buatan. Tapi kebanyakan menggunakan pemanis buatan dari jenis aspartam yang manisnya bisa 200 kali manis gula asli.

Dalam sebuah tesis yang diterbitkan Universitas Sumatera Utara, disebutkan, minuman berkarbonasi menimbulkan sejumlah dampak negatif bagi tubuh manusia. Yaitu, kelebihan berat badan atau obesitas, karies gigi, diabetes, dan keropos tulang atau osteoporosis, juga fraktur tulang terutama bagi perempuan.

Dampak Positif

Namun, di balik dampak negatif, tentu ada dampak positif di balik minuman barkarbonasi. Di antaranya, untuk membersihkan toilet. Tunggu sejam, kemudian siram sampai bersih. Asam sitric dalam Coca-Cola menghilangkan noda-noda dari keramik. Untuk membersihkan karburator mobil, campur sekaleng Coca-Cola ke dalam karburator. Panaskan mesin 15-30 menit. Dinginkan mesin, setelah itu buang air karburator. Anda akan melihat karat yang rontok bersama air tersebut.

Menghilangkan titik-titik karat dari bumper /chrome mobil. Coca-cola dapat dipakai untuk membersihkan korosi dari terminal aki mobil. Minuman ini mampu melonggarkan baut yang berkarat, serta untuk menghilangkan noda lemak pada pakaian. (saksono)