Teliti Memilih Asuransi Kendaraan

Persaingan dagang antar-perusahaan asuransi sangatlah ketat. Bahkan, kebanyakan perusahaan asuransi juga menawarkan asuransi kendaraan. Jika tak cermat, kita akan menyesal setelah membeli asuransi karena tidak mendapat informasi yang lengkap. Tak cermat membaca klausul-klausul dalam brosur maupun polis akan menyebabkan interpretasi yang berbeda antara keinginan kita dengan yang ditetapkan perusahaan asuransi.

Berikut ini beberapa petunjuk agar kita tak tersesat dalam belantara perasuransian. Pertama, tetapkan bentuk atau jenis asuransi berikut fasilitas yang diperlukan. Buat rinciannya agar tak terlupakan. Kedua, buat daftar perusahaan asuransi yang sesuai dengan kebutuhan. Cari di antaranya yang menawarkan berbagai kelebihan. Ketiga, bandingkan harga premi dengan fasilitas yang ditawarkan, tapi jangan terpaku dengan perusahaan yang berani menawarkan premi yang lebih murah dengan fasilitas yang sama.

Keempat, cermati jaringan perusahaan asuransi tersebut, apakah memiliki cabang yang representatif, termasuk jaringan bengkel yang memadai. Kelima, rinci fasilitas apa saja yang diberikan, misalnya, mobil derek jika mogok di jalan, layanan hotline 24 jam, ambulan, jasa montir, hingga mobil pengganti. Kelima, buat simulasi jika terjadi kasus kecelakaan atau bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, bagaimana prosedur pengajuan klaimnya.

Keenam, tengok kantor perusahaan asuransinya untuk menilai seberapa bonafitnya perusahaan itu. Amati kondisi dan status gedungnya, fasilitas gedung, berapa banyak kendaraan operasional yang disiapkan untuk melayani nasabah. Jangan lihat mobil para pejabatnya saja, tapi juga kendaraan operasionalnya, itu yang lebih penting.

Ketujuh, jangan lupa periksa neraca keuangannya dalam tiga empat tahun terakhir. Seberapa besar keuntungan yang diperoleh tiap tahun, berapa besar premi bruto yang diterima tiap tahun, juga berapa besar penambahan modal dan aset setiap tahun. Yang kita cari tentu yang surplus. Cari referensi, siapa para petingginya di jajaran komisaris dan direksi, siapa tahu ada yang kenal karena memang orang terkenal. Jika perlu buka-buka internet dan website untuk mengetahui kondisi perusahaan itu. Adakah prestasi yang pernah diraih, misalnya pernah tercatat sebagai perusahaan terbaik untuk kategori tertentu

Kedelapan, buat simulasi besarnya premi sejumlah perusahaan asuransi dan fasilitas yang bakal diterima nasabah. Cepatnya eksekusi terhadap klaim menunjukkan perusahaan itu mengutamakan pelayanan terhadap nasabah. Mintalah contoh kasus klaim asuransi dari perusahaan tersebut, termasuk jika terjadi perubahan atas mobil yang diasuransikan, misalnya ganti cat, onderdil, dan body-nya.

Saat ini ada ketentuan dari pemerintah yang mewajibkan setiap perusahaan asuransi yang harus mengikuti mekanisme risk base capital (RBC). Jika RBC-nya tinggi, berarti perusahaan itu baik. Tapi RBC bukan satu-satunya tolok ukur untuk melihat ondisi perusahaan itu. Sebab, jika ternyata perusahaan itu sedang melakukan ekspansi usaha, memperluas jaringan dan fasilitas, tentu saja RBC-nya tidak tinggi. (saksono)

BERITA TERKAIT

Mendongkrak Literasi dan Inklusi Keuangan dengan "Membumikan" Asuransi

Mendongkrak Literasi dan Inklusi Keuangan dengan "Membumikan" Asuransi NERACA Jakarta - Hasil riset Otoritas Jasa Keuangan pada 2016 menyebut bahwa…

SMMA Tambah Porsi Saham di Asuransi Simas

PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) telah membeli sebagian atau 14.000 saham PT Asuransi Simas Net (ASN) senilai Rp14 miliar…

Perlunya Daftar Hitam Asuransi Cegah “Fraud” - INISIATIF PELAKU INDUSTRI ASURANSI NASIONAL

Jakarta-Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) berencana menerbitkan daftar hitam nasabah untuk mengurangi kecurangan (fraud) dalam praktik usaha perasuransian. Ini mirip…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Mengajari Anak Menabung, Berbelanja, dan Berbagi

Oleh: Yulius Ardi Head, Managed Investment Product Standard Chartered Bank   Akhir musim sekolah telah diambang pintu dan anak-anak akan…

Sukuk Bisa Sebagai Alternatif Pembiayaan Daerah

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan penerbitan obligasi berbasis syariah atau sukuk bisa…

Keuangan Syariah: - Akan Stagnan Atau Butuh Terobosan

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad meminta inovasi dan terobosan pelaku industri untuk mengembangkan keuangan syariah, karena tanpa…