Sambangi OJK, Bumi Plc Teruskan Penyelidikan

Penyimpangan Laporan Keuangan

Rabu, 06/02/2013

NERACA

Jakarta – Meskipun kehadiran sejumlah direktur Bumi Plc yang berkunjung ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hanya berkonsultasi mengenai aturan pasar modal di Indonesia, tetapi tidak bisa dielakkan bila pertemuan tersebut juga membahas soal penyimpangan laporan keuangan PT Bumi Resources Tbk sebagai anak usaha Bumi Plc.

Senior Vice President Bakrie Grup, Christopher Fong mengatakan, kehadiran romobongan direktur Bumi Plc tentu membahas soal penyimpangan laporan keuangan BUMI, “Kami memahami pertemuan berkaitan dengan investigasi Macfarlanes dan bukti kuat sekarang ada untuk laporan Polri yang kita mengerti mengarah pada orang tertentu," katanya di Jakarta, Selasa (5/2).

Keyakinan tersebut, dipertegas dengan kehadiran rombongan Bumi Plc selain bertemu OJK juga menyambangi Polri. Namun terkesan tidak mau terbuka, direktur independen Bumi Plc Amir Sambodo mengatakan, kedatangannya untuk berkonsultasi aturan pasar modal Indonesia dan bukan melaporkan kasus pencurian data BUMI Plc oleh segelintir pihak, “Kami bertemu Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida dan Deputi Komisioner Robinson Simbolon untuk berkonsultasi aturan dengan mereka,”ungkapnya.

Menurutnya, konsultasi itu sendiri dilakukan karena BUMI Plc memiliki dua anak usaha yang beroperasi dan sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU).

Hasil Pertemuan

Kata Amir, pihaknya akan mengumumkan pengumuman dalam waktu dekat ini. Sayangnya, dia enggan menjelaskan pengumuman tersebut. Lanjutnya, pihaknya tidak melanjutkan kasus pencurian data Bumi Plc ke Direktorat Cyber Mabes Polri. Pengacara Bumi Plc Todung Mulya Lubis menambahkan, kliennya akan tunduk kepada semua regulasi pasar modal Indonesia.

Manajemen Bumi Plc yang hadir di OJK sekitar tujuh orang. Manajemen Bumi Plc terdiri dari Direktur Independen Bumi Plc Graham Aldeway, Amir Sambodo, dan empat pihak Bumi Plc lainnya dengan didampingi Todung Mulya Lubis.

Sebelumnya, Macfarlanes yang merupakan firma hukum di London juga telah menyelesaikan penyidikannya atas dugaan penyimpangan laporan keuangan di PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Namun, saksi kunci yang menolak bicara membuat Bumi Plc belum dapat mempublikasikan laporan penyidikan tersebut.

Salah satu pendiri Bumi Plc Nathaniel Philip Rothschild mengatakan, tidak ada alasan untuk tidak mempublikasikan laporan tersebut, baik di Inggris ataupun Indonesia, "Adalah hal yang tidak biasa, jika laporan tentang penyalahgunaan anggaran hingga US$ 1 miliar malah lebih terfokus pada Nat Rothschild, daripada mengikuti hilangnya uang," kata Rothschild, seperti dilansir dari Reuters.

Manajemen Bumi Plc menyatakan,hasil audit yang dilakukan firma hukum MacFarlanes tidak bisa dijadikan alat pembuktian tuduhan penyelewengan keuangan di BUMI dan BRAU.

Keputusan itu rada mengejutkan karena Bumi Plc sebetulnya memiliki beberapa fakta yang mendukung dugaan penyimpangan itu. Tim MacFarlanes ingin menyelidiki penghapusan investasi US$ 390 juta di Gallo Oil Ltd (Jersey) Yaman.

Subjek lain yang ingin mereka selidik adalah lenyapnya dana pengembangan bisnis US$ 247 juta di laporan keuangan BUMI. Namun, fakta-fakta itu menjadi mentah lantaran beberapa pihak penting BUMI menolak diwawancarai MacFarlanes.

Keengganan tersebut terkait dengan audit tandingan yang dilakukan BUMI. Seperti diketahui, manajemen BUMI mengajukan permohonan kepada pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk menunjuk dan mengesahkan pembentukan tim audit independen yang bakal memeriksa laporan keuangan BUMI dan anak usahanya. (bani)