PPATK Telusuri Aliran Dana Impor Daging

NERACA

Jakarta - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) akan segera menelusuri aliran dana dan transaksi keuangan para pengimpor daging terkait kasus korupsi daging impor yang melibatkan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishak. Wakil Kepala PPATK, Agus Santoso mengungkapkan, PPATK sudah mulai bergerak sesuai dengan permintaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Terkait penelusuran aliran dana dan transaksi keuangan dalam kasus impor daging sapi yang dilayangkan KPK kepada PPATK terkait dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan Tindak Pidana Asal Korupsi, PPATK sudah mulai bergerak untuk memenuhi inquiry (permintaan penelusuran) dari KPK tersebut," kata dia di Jakarta, Selasa (5/2).

Lebih lanjut Agus menuturkan, begitu menerima inquiry dari KPK, pihaknya langsung bekerja. Selama ini PPATK selalu bekerjasama dengan aparat hukum terkait dalam upaya membongkar dan memberantas kejahatan pencucian uang dengan tindak pidana korupsi. Dia juga mengatakan, penelusuran aliran dana tersangka serta pihak-pihak yang diduga terlibat dilakukan melalui penelitian database PPATK serta kerja sama PPATK dengan para Pihak Pelapor.

“Dengan penyedia jasa keuangan seperti perbankan, perusahaan pembiayaan (multifinance), perusahaan asuransi, pialang saham, serta pihak penyedia barang dan jasa seperti developer dan broker rumah, dealer kendaraan bermotor hingga toko perhiasan," jelasnya.

Sebelumnya, PPATK selama 2012, menerima Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LKTM) sebanyak 108.145 dari 381 Penyedia Jasa Keuangan (PJK). Dari laporan tersebut 276 sudah diserahkan ke penegak hukum. Secara total, jumlah uang dari laporan tersebut dapat mencapai Rp100 triliun dari 1.007 rekening dan 115 penyedia jasa keuangan.

LTKM yang diterima sebagian besar masih berasal dari PJK Bank, yaitu 54,5% sedangkan sisanya dipegang oleh PJK non bank. Sementara itu, Laporan Transaksi Keuangan Tunai (LTKT) tercatat 12,2 juta laporan dan Laporan Pembawaan Uang Tunai (LPUT) sebanyak 8.817 laporan, yang dilaporkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. [ardi]

BERITA TERKAIT

Keseriusan China Buka Produk Impor Peluang Ekspor Indonesia - Niaga Internasional

NERACA Jakarta – Indonesia baru saja mengakhiri keikutsertaan pameran dagang importir terbesar di dunia "The 1st China International Import Expo"…

Mengganti Terigu Impor dengan Produk Buatan Lokal - Teknologi Pangan

        NERACA   Bogor - Mie memang menjadi santapan favorit masyarakat Indonesia, tanpa pandang usia. Sayangnya mie…

BMRS Lunasi 20% Saham DPM Ke Antam - Raih Dana Segar dari NFC China

NERACA Jakarta – Mengantungi dana segar senilai US$ 198 juta dari NFC China, mendorong PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Siapkan Rekening Simpanan untuk Devisa Ekspor

    NERACA Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyiapkan rekening simpanan khusus untuk memudahkan pengelolaan devisa hasil ekspor menyusul kebijakan memperkuat…

Perbankan Syariah Lebih Suka Akad Mudharabah

    NERACA Jakarta - Praktisi perbankan syariah dari PT Sarana Multigriya Finansial Eko Ratrianto mengatakan perbankan syariah lebih menyukai…

OJK : Kepercayaan Terhadap Pasar Keuangan Meningkat

    NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan ada indikasi bahwa kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia pada…