Nigeria Harapkan Indonesia Bantu Sektor Perikanan

NERACA

Jakarta - Lawatan kenegaraan Presiden SBY ke 4 negara, yakni Liberia, Nigeria, Mesir dan Arab Saudi, selain sebagai kunjungan balasan juga membawa beberapa agenda kerjasama billateral dengan negara negara tersebut.

Presiden menekankan pentingnya peningkatkan kerja sama dan kemitraan bilateral, mengingat negara negara Afrika memiliki prospek dan potensi ekonomi yang baik. Untuk itu, pada kesempatan tersebut Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo secara khusus melakukan pertemuan dengan Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Nigeria Dr Akinwuni Ayodeji Adesina.

Nigeria merupakan sebagian dari negara di kawasan Sub Sahara Afrika yang dikenal memiliki potensi sektor perikanan yang cukup besar. Namun, belum seluruh potensi perikanan yang ada dapat dikembangkan dan dibudidayakan. Indonesia dipandang lebih memiliki keunggulan yang dapat berbagi pengalaman dan teknologi dengan negara tersebut. "

Memang pemerintah Nigeria sangat antusias untuk menjalin kerjasama dibidang kelautan dan perikanan. Bahkan Nigeria meminta pemerintah RI dapat membantu sektor perikanan mereka dengan mengajukan beberapa kerjasama dibidang budidaya perikanan darat dan laut, investasi, teknologi perikanan dan beberapa bidang lain," kata Sharif lewat siaran pers yang diterima Neraca.

Menurut Sharif, Nigeria sangat antusias dengan perkembangan sektor kelautan dan perikanan di Indonesia. Negeri di Afrika Barat ini bahkan menaruh harapan besar, agar Indonesia secara serius dapat membantu perkembangan sektor kelautan dan perikanan di Nigeria. Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Nigeria Dr Akinwuni Ayodeji Adesina, yang juga mengurusi sektor kelautan dan perikanan menilai keberhasilan budidaya perikanan di Indonesia bisa diterapkan di Nigeria.

"Disektor budidaya perikanan, Nigeria menginginkan agar program karamba jaring apung, budidaya mina padi, budidaya udang, dan budidaya perikanan di perairan laut, bisa diterapkan di negerinya," ujarnya.

Di bidang teknologi kelautan dan perikanan, lanjut Sharif, Nigeria mengajukan draf kerjasama untuk peningkatan mutu dan standar produk perikanan. Nigeria juga mengajukan untuk program modernisasi laboratorium perikanan Nigeria yang akan dibangun secara khusus di kota Lagos, kota terbesar di Nigeria. Untuk kerjasama pembangunan secara fisik, Nigeria juga mencantumkan program pembangunan infrastruktur perikanan. Terutama rencana revitalisasi terminal perikanan dan pelabuhan perikanan dipantai Lagos.

"Nigeria juga mengajukan bentuk kerjasama dalam bidang penelitian dan pengembangan, pengkajian stok ikan diperairan laut Nigeria serta survei dan penelitian perikanan lainnya," jelasnya.

BERITA TERKAIT

RI–Italia Bidik Kerjasama Lebih Komprehensif di Sektor Industri

NERACA Jakarta – Kerja sama dan hubungan diplomatik Indonesia dan Italia konsisten berdasarkan prinsip saling menghormati dan kepercayaan sejak 1949.…

Pelaku Usaha Kecil Didorong Manfaatkan Sektor E-Commerce

  NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan mendorong pelaku usaha kecil menengah (UKM) khususnya yang ada di Kota Malang, Jawa Timur,…

Indonesia-Papua Nugini Bermitra Awasi Peredaran Produk Ilegal

Indonesia-Papua Nugini Bermitra Awasi Peredaran Produk Ilegal NERACA Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjalin kemitraan dengan otoritas…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

RI Dukung Deregulasi Perdagangan Internasional

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendukung penyederhanaan prosedur perdagangan internasional, demikian disampaikan Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Dody Edward…

Imbas Perang Dagang, Indonesia Punya Peluang

NERACA Jakarta – Indonesia dinilai memiliki peluang di tengah bergulirnya perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Sebab, Indonesia masih…

Bawang Putih Impor untuk Atasi Kelangkaan Pasokan

NERACA Jakarta – Sejumlah pedagang di Jawa Timur mengatakan keberadaan komoditas bawang putih yang diimpor pemerintah dari China dinilai telah…