Pasar Televisi Layar Datar Masih Cerah

NERACA

Jakarta - Pasar televisi layar datar di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, diprediksi masih cerah pada tahun ini didukung permintaan yang tinggi dan pergeseran tren konsumsi dari televisi cathode ray tube (CRT).

Menurut Ketua Umum Gabungan Elektronik Indonesia (Gabel), Ali Soebroto Oentaryo, pangsa pasar televisi layar datar pada 2012 mencapai 22,6% dari total penjualan elektronik, yaitu sebesar Rp7,91 triliun. Angka tersebut sudah menyalip total penjualan televisi CRT yang hanya sebesar Rp7,49 triliun.

“Beberapa tahun mendatang, penjualan televisi layar datar akan mengambil pasar CRT sehingga porsinya akan semakin tinggi. Sebaliknya pasar CRT akan terus turun,” jelasnya, Selasa (5/2/2013).

Di Asia Tenggara, menurut survei GfK, televisi layar datar juga mengalami peningkatan permintaan dengan mencatatkan penjualan hingga 8,3 juta unit pada 11 bulan pertama tahun lalu. Angka tersebut mengalami kenaikan sekitar 26% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan LCD TV tercatat mengalami kenaikan yang paling tinggi dimana pada setiap 10 TV yang terjual, 9 diantaranya merupakan LCD TV.

Empat dari enam pasar yang disurvei oleh GfK yaitu Malaysia, Vietnam, Thailand dan Indonesia mencatatkan kenaikan kuantitas penjualan LCD TV dari 10% hingga 70%.

"Total pasar LCD di Asia Tenggara naik 13% tahun lalu, didorong oleh permintaan yang tinggi dari LED TV yang berkontribusi pada kenaikan secara total pasar LCD," ujar Gerard Tan, Account Director for Digital Technology, GfK Asia

Sementara itu, Ketua Electronic Marketer Club Rudyanto mengungkapkan kalau penjualan barang rumah tangga berupa produk televisi layar datar berukuran besar atau berlayar lebar selama semester I/2012 menembus Rp400 miliar, atau itu artinya melonjak 100% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

Kalau dilihat dari segi volume, menurut data yang dihimpun dari anggota Electronic Marketer Club, penjualan produk itu mencapai 25.000 unit secara nasional.

Rudyanto mengatakan penjualan produk televisi berukuran besar diprediksi terus tumbuh hingga 5 tahun ke depan karena didukung oleh sejumlah faktor. Sejumlah faktor pendukung itu, ungkapnya, seperti makin gencarnya penjualan produk liquid crystal display (LCD) serta menjamurnya banyak film yang masuk ke Indonesia.

Hal itu, lanjutnya, mendorong penjualan produk televisi berlayar datar ukuran besar naik pesat karena juga didukung oleh pilihan harga yang bervariasi. “Varian produk big size TV juga makin banyak sehingga konsumen bisa memilih dengan mudah,” ungkapnya.

Menurut Rudyanto, pasar produk TV layar datar berukuran besar berpotensi besar untuk dikembangkan sehingga mendorong sejumlah pabrikan elektronik gencar memproduksi produk barunya.

Dalam hal ini, Rudyanto menuturkan saat ini sejumlah pabrikan elektronik berlomba-lomba merilis televisi layar besar sehingga semakin mempercepat pertumbuhan produk barang rumah tangga itu di Indonesia. “Pasarnya beraneka ragam, mulai dari keluarga, perumahan, pemerintah, hingga korporasi,” ujarnya.

David Tjokro, Marketing Director – PT. LG Electronics Indonesia juga memaparkan kalau keberhasilan rencana LG di tahun ini bakal memperpanjang catatan prestasi perusahaan sebagai pemimpin pasar TV panel layar datar di Indonesia yang telah dipegangnya sepanjang tiga tahun belakangan.

“Penetapan target pertumbuhan tinggi ini diperlukan untuk memperkuat posisi LG yang selama ini menjadi pemuncak dalam persaingan pasar TV di Indonesia,” ujar David.

Termasuk dalam TV Panel Layar Datar (Flat Panel Display) adalah jenis TV dengan teknologi Liquid Crystal Display (LCD), Light Emitting Display (LED), Plasma TV dan TV dengan kemampuan mereproduksi tayangan 3 Dimensi (3D TV). Sepanjang tahun lalu, LG tercatat sebagai pemimpin pasar TV panel layar datar di Indonesia dengan merengkuh 30% pangsa pasar.

Prestasi tersebut memperpanjang rekor LG sebagai pemuncak dalam kompetisi pasar TV panel layar datar di Indonesia yang telah dipegangnya selama 3 tahun terakhir sejak 2009 dengan rata-rata pencapaian pangsa pasar 30% setiap tahunnya. Keseluruhan data ini merujuk pada survei yang dilakukan Growth for Knowledge (GfK), salah satu perusahaan marketing research terbesar di dunia yang berbasis di Jerman .

Lebih lanjut GfK juga memberikan prediksi adanya peningkatan permintaan TV kategori Flat Panel Display di pasar domestik untuk tahun 2012 menjadi 3,718,000 unit. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang mencatatkan sejumlah 2,496,000 unit terjual. Dari jumlah tersebut, divisi Flat Panel Display LG membukukan angka penjualan sebesar 800,000 unit dari seluruh varian pada tahun 2011 lalu.

Dengan target pertumbuhan 50%, LG mengharapkan dapat memasarkan sekitar 1,300,000 unit TV dari jenis Flat Panel Display sepanjang tahun 2012 ini. Pencapaian target pertumbuhan ini bakalan membawa penguasaan LG atas 35% pangsa pasar di tahun 2012 untuk divisi Flat Panel Display.

BERITA TERKAIT

Pasar Industri Mainan Indonesia Yang Menggoda

    NERACA   Jakarta - Pasar mainan Indonesia yang terbilang besar, maka Indonesia menjadi pasar yang potensial bagi industri…

Dikategorikan B3, Limbah Faba Masih Bisa Dimanfaatkan

      NERACA   Jakarta - Industri manufaktur berperan penting dalam implementasi konsep ekonomi berkelanjutan. Selain akan menjadi tren…

Penjelasan Belum Memuaskan - BEI Pastikan Suspensi KIJA Masih Berlanjut

NERACA Jakarta – Meskipun PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) sudah memberikan penjelasan terkait potensi gagal bayar atau default atas…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Petani Cabai Diminta Antisipasi Panen Raya dan Harga Anjlok

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian meminta kepada petani cabai supaya mengantisipasi datangnya panen raya yang akan menjatuhkan harga cabai, salah…

Sumbang 74%, Ekspor Produk Manufaktur Masih Melejit

NERACA Jakarta – Industri pengolahan masih memberikan kontribusi terbesar terhadap nilai ekspor nasional. Pada periode Januari-Mei 2019, sektor manufaktur mampu…

Usaha Rintisan - Pemerintah Terus Pacu Startup Inovatif di Sektor Kerajinan dan Batik

  NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian gencar menciptakan wirausaha rintisan (startup), termasuk untuk sektor kerajinan dan batik. Sebab, selama ini…