Pemerintah Targetkan KUR Rp36 Triliun di 2013

Bakal Dimasukkan MP3KI

Rabu, 06/02/2013

NERACA

Jakarta - Pemerintah menargetkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp36 triliun di 2013, dari sebelumnya Rp34 triliun pada 2012. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, mengatakan target penyaluran KUR tahun lalu sebesar Rp30 triliun, sementara realisasinya sebesar Rp34 triliun. “Sedangkan tahun 2013 ditargetkan Rp36 triliun, naik Rp2 triliun atau 5,8% dari tahun 2012," terang Hatta di Jakarta, Selasa (5/2).

Dari target itu, ditetapkan porsi penyaluran PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) sebesar Rp4,750 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Rp19 triliun, PT Bank Mandiri Tbk Rp3,6 triliun, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Rp1,250 triliun, PT Bank Bukopin Tbk Rp450 miliar, PT Bank Syariah Mandiri (BSM) Rp1,5 triliun, PT BNI Syariah Rp200 miliar, dan 26 BPD seluruh Indonesia Rp5,25 triliun.

Dia juga mengungkapkan, pemerintah menaikkan target KUR di 2013 menjadi Rp36 triliun. Hal ini seiring dengan terlampauinya target tahun lalu yang sebesar Rp30 triliun. "Perbankan harus ikut aktif menyuarakan program KUR. Salah satu caranya dengan iklan, yang mesti dibuat menarik agar dapat diingat dan dipahami oleh masyarakat. Terutama masyarakat yang membutuhkan, misalnya KUR tanpa jaminan untuk petani dan nelayan," ujarnya.

Pemerintah, lanjut Hatta, memutuskan menurunkan suku bunga KUR untuk segmen mikro yang awalnya 22% per tahun menjadi 0,95% per bulan. Sedangkan ritel dari 13% per tahun menjadi 0,57% per bulan. "Kita tetapkan bunga tetap (flat). Ini supaya lebih mudah dan menjangkau hingga masyarakat pelosok dengan bunga ringan," papar dia. Lebih lanjut Hatta menuturkan, KUR akan dioptimalkan ke sektor hulu sebesar 34% sehingga dominasi dari sektor hilir yang meliputi perdagangan dapat berkurang.

Ke depan, imbuh dia, KUR juga akan disertakan dalam Master Plan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Indonesia (MP3KI). "Ke depan, KUR tidak berhenti pada sisi kredit saja tapi kita kaitkan dengan pengentasan kemiskinan. Instrumen KUR nanti kita masukkan dalam MP3KI. Kita memaknainya sebagai financial inclusion," kata dia.

Di tempat yang sama, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Syarif Hasan, menambahkan bunga KUR tersebut dipangkas setengahnya dibandingkan bunga KUR tahun lalu. Sebelumnya, bunga KUR ritel sebesar 13%-15% per tahun kini menjadi 6,84% setahun. Sementara bunga KUR mikro dari semula 22%-24% menjadi hanya 11,4% per tahun.

Optimis

Sementara itu, Direktur Utama BRI, Sofyan Basir optimis kalau porsi penyaluran KUR sebesar Rp19 triliun akan terealisasi pada 2013. "Kami sangat optimis porsi tersebut akan terealisasi di tahun 2013, selain berkaca pada target 2012 yang mencapai 131%. BRI akan menambah 200 kantor cabang di Indonesia terutama di luar Pulau Jawa," ucapnya.

Menurut dia, rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) cukup rendah dan terjaga diantara satu hingga dua persen. Sedangkan NPL tercatat menurun dari 1,78% (gross) pada Desember 2012 menjadi 2,30% pada Desember 2011. "Fokus penyaluran, tidak akan berbeda dari tahun sebelumnya. Namun, sektor kelautan akan mendapatkan kenaikan porsi terbesar dibanding yang lain. Kenaikan presentasenya paling besar di kelautan,” terang Sofyan.

Hingga saat ini, lanjut Sofyan, sektor kelautan masih memiliki risiko yang besar. Selain lokasi dan informasi yang sulit terjangkau, kondisi ikan sebagai produk yang cepat busuk juga sebagai risiko. Sebelumnya, Bank Mandiri mencatat kucuran KUR mencapai Rp3,67 triliun selama 2012, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp3,5 triliun oleh pemerintah.

Menurut Direktur Commercial dan Business Banking Bank Mandiri, Sunarso, mayoritas KUR disalurkan ke sektor perdagangan dan pertanian. Kucuran KUR ke sektor perdagangan, yaitu sebesar 51,7% dan pertanian 31,1% dari total penyaluran kredit di 2012 kepada sekitar 209 ribu debitur. Khusus untu anak usaha perseroan, Bank Syariah Mandiri, mencapai Rp1,5 triliun pada tahun lalu.

“Total KUR kita Rp5 triliun dengan Bank Syariah Mandiri. KUR target §udah dinaikkan tapi belum final. Kemarin (2012) target kita Rp3,5 triliun, sekarang (2013) naik jadi Rp3,8 triliun,” tandas Sunarso. [ardi]