Banyak Aksi Korporasi, Saham SUGI Jadi Buruan Asing

NERACA

Jakarta – Seiring dengan gencarnya aksi korporasi yang dilakukan PT Sugih Energy Tbk (SUGI). Oleh karena itu, saham SUGI diprediksi akan terus menjadi buruan investor asing. Terlebih, perseroan telah memulai proses pengeboran perdana pada sumur eksplorasi Akatara-1 pada blok Lemang PSC.

Analis Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, saham Sugih Energy berpotensi menjadi buruan asing seiring kinerja perseroan, “Saham SUGI kini mulai menjadi buruan investor asing,”katanya di Jakarta, Selasa (5/2).

Dia menambahkan, jika harga saham ini berada pada kisaran Rp375-380 per saham maka masih akan ada potensi untuk kenaikan, namun jika dibawah level tersebut maka terbuka adanya aksi ambil untung (profit taking).

Melihat pergerakan saham Sugih pada perdagangan kemarin sudah menyentuh overbough (jenuh beli), namun masih memiliki potensi kenaikan jika kisaran harga sahamnya masih diatas level 375-Rp380 per saham. Tercatat hingga pukul 10.36 JATS, Selasa kemarin, pergerakan saham Sugih Energy berada pada level Rp380 per saham dengan volume 44,98 juta senilai Rp17,11 miliar.

Eksplorasi Sumur Akatara -1

Selain itu, perseroan telah memulai proses pengeboran perdana pada sumur eksplorasi Akatara-1 pada blok Lemang PSC. Direktur SUGI Fachmi Zarkasi mengatakan, perseroan juga memiliki "participating interest" pada sumur itu sebesar 49% melalui Eastwin Global Investments Ltd.

Dia menambahkan, proses pengeboran terhadap sumur eksplorasi Akatara-1 ditargetkan mencapai kedalaman kurang lebih 8.000 feet, dan diharapkan dapat terselesaikan pada minggu pertama atau minggu kedua Maret 2013 mendatang serta dilanjutkan dengan pengujian dan pengambilan data sumur eksplorasi Akatara-1 itu,”Perseroan berharap dapat menyampaikan penjelasan atas hasil yang diperoleh dari pengeboran pada sumur eksplorasi Akatara-1 itu kepada publik dan otoritas dalam beberapa waktu ke depan," ungkapnya.

Sebelumnya manajemen perseroan telah melaporkan hasil eksplorasi sumur migas Selong-1 di blok Lemang PSC yang berlokasi di Provinsi Jambi. Kata Fachmi Zarkasi, memperkirakan dapat memproduksi minyak 790 barel per hari dan 16,8 juta kaki kubik gas per hari di sumur tersebut.

Sementara, untuk kebutuhan belanja barang modal (capital expenditure) pada tahun ini perseroan mengalokasikan dana sebesar Rp180 miliar. Dana sebesar itu diperoleh dari sebagian dana hasil Penawaran Umum Terbatas (PUT) yang sebesar Rp2,47 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Sikapi Penurunan Harga Tiket - Performance Saham Garuda Ikut Terkoreksi

NERACA Jakarta – Kebijakan maskapai Garuda Indonesia Group mengumumkan penurunan harga tiket pesawat di seluruh rute penerbangan sebesar 20% menuai…

Bergerak Liar, Saham CSIS Masuk UMA

Perdagangan saham PT Cahaya Sakti Investindo Tbk (CSIS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena telah terjadi kenaikan…

HSF Resmi Jadi Pengendali Baru Saham KMTR

HSF (S) Pte. Ltd. (HSF) tercatat menjadi pengendali saham baru PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) melalui penerapan penerbitan saham baru…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Adira Finance Terkoreksi 28,81%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan laba bersih Rp1,815 triliun atau turun 28,81% dibanding periode…

Optimisme Ekonomi Tumbuh Positif - Pendapatan Emiten Diperkirakan Tumbuh 9%

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan keyakinan masih positifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi alasan bagi BNP Paribas IP bila pasar saham…

MNC Sekuritas Kantungi Mandat Tiga IPO

Keyakinan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bila tahun politik tidak mempengaruhi minat perusahaan untuk go publik, dirasakan betul oleh PT…