Air Bersih, Paling Diperlukan Warga Jakarta

Pasca Banjir

Sabtu, 09/02/2013

Sejumlah perusahaan turut berkontribusi dalam penanganan bencana dengan menyediakan air bersih yang didistribusikan oleh mobil tangki air ke daerah-daerah yang paling terkena dampak banjir di Jakarta.

NERACA

Indonesia. Jika berbicara tentang negeri ini pasti tidak akan pernah habisnya, dimulai dari yang menggembirakan hingga ke hal yang membuat galau berbagai pihak. Negeri ini mampu membuat iri bangsa lain. Bagaimana tidak? Indonesia memiliki keanekaragaman hayati, kekayaan alam yang melimpah dan lain sebagainya yang belum tentu dimiliki oleh negara lain.

Ironisnya, dibalik kemewahan yang dimilikinya, Indonesia justru di penuhi dengan berbagai macam masalah yang sepertinya sulit untuk diselesaikan. Salah satunya adalah masalah musibah, khususnya bencana banjir yang sedang mengepung beberapa daerah di Indonesia. Tak ayal, musibah ini pun menorehan luka dan duka yang berkepanjangan.

Banjir terparah di awal tahun ini terjadi di Jakarta. Belum lama lautan manusia terhanyut dalam euforia perhelatan akbar pergantian tahun, banjir pun datang merendam ribuan rumah warga termasuk jalan protokol, Istana Negara dan Bundaran HI. Akibat banjir, Jakarta rugi Rp 20 Triliun.

Banjir ibu kota ini setiap tahunnya selalu terjadi bahkan titik-titik banjir setiap tahunnya kian bertambah. Banjir yang terjadi di kota metropolitan ini disebabkan karena intensitas curah hujan tinggi yang sudah terjadi sejak bulan Desember tahun lalu hingga bulan Januari 2013. Bahkan diprediksi hujan akan berlanjut pada puncaknya bulan Februari ini.

Akibatnya, beberapa wilayah ibu kota kekurangan air besih. Pasalnya, ketika musibah banjir terjadi, air bersih menjadi hal yang sulit didapati warga. Hingga saat ini kebutuhan air bersih bagi korban banjir masih sulit dipenuhi oleh mereka sendiri. Karena itu, melalui program CSR nya sejumlah pihak memberi bantuan pasok air bersih.

Sebagai wujud dari kepedulian dan tanggung jawab sosialnya, PT Perusahaan Air Minum (PAM) Lyonnaise Jaya (PALYJA), operator penyedia layanan air bersih bagi masyarakat di wilayah barat DKI Jakarta, menyerahkan bantuan pangan dan sandang kepada warga korban bencana banjir.

Kepada Neraca, Communication and Social Responsibility Head PT PALYJA, Meyritha Maryani menuturkan, untuk turut meringankan beban penderitaan warga yang terkena bencana banjir, PALYJA memberikan bantuan logistik, air mineral, dan selimut, selain itu, PALYJA juga telah mengerahkan armada truk tangki secara reguler untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga yang tertimpa bencana sejak terjadinya musibah di lokasi penampungan.

“Beserta dengan grup pemegang saham, kami memberikan bantuan yang didistribusikan langsung ke lokasi. Truk-truk tangki yang membawa air bersih itu dimanfaatkan untuk keperluan warga seperti memasak,” ujar dia.

Untuk mencukupi kebutuhan air bagi masyarakat, PT Palyja Jakarta juga bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). PMI Kota Jakarta mendistribusikan 5.000 liter air bersih untuk korban banjir di Kelurahan Muara Baru Jakarta Utara. Selain itu, PMI juga menyiagakan satu unit mobil penjernih air di Pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta Utara.

Staf Bidang Pelayanan Penanggulangan Bencana PMI Provinsi DKI Jakarta, Iwan Susanto mengatakan, air bersih tersebut didistribusikan melalui PMI kota di 5 wilayah, yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Distribusi air ini dilakukan dengan menggunakan 5 kendaraan tangki air masing-masing berkapasitas 5.000 liter.

“Sumber air diambil dari Danau Sunter sebanyak 40.000 liter air, yang dibersihkan dengan mobil penjernih air,” ujar dia.

Sedangkan di wilayah Barat, sambung Iwan, PMI Kota Jakarta Barat memobilisasi 3 unit kendaraan tangki air, untuk mendistribusikan 15.000 liter air bersih kepada pengungsi korban banjir di Kelurahan Pekojan, glodok, dan Roa Malaka. Sedangkan PMI Kota Jakarta Barat dan PMI Kota Jakarta Selatan menyalurkan bantuan 888 dus air mineral untuk warga korban banjir.

Berikan Donasi

Selain PALYJA, PT Bank ANZ Indonesia (ANZ) juga turut bekerjasama dengan PMI. Belum lama ini, ANZ mendonasikan USD$ 200.000 atau sekitar Rp 1,9 miliar (kurs Rp 9.600 per dollar AS) melalui Palang Merah Indonesa (PMI) sebagai bentuk tanggap bencana banjir di Jakarta. Donasi tersebut akan digunakan untuk memberikan dukungan terhadap upaya penanganan bencana dengan menyediakan air bersih yang akan didistribusikan oleh mobil tangki air ke daerah-daerah yang paling terkena dampak di Jakarta.

“Mobil tangki ANZ ini merupakan bagian dari program PMI, ‘Air untuk Indonesia’ dalam upaya penanganan bencana dalam menyediakan air bersih ke seluruh Indonesia. Bantuan ini juga memberikan kontribusi berkesinambungan kepada seluruh masyarakat Indonesia pada saat terjadi bencana,” kata Ketua PMI, Jusuf Kalla.

Di kantor pusat PMI Jakarta, CEO ANZ Group, Mike Smith, mengatakan, donasi ini akan membantu akses terhadap air bersih melalui delapan mobil tangki yang mampu membawa 40.000 liter air per hari guna didistribusikan untuk membantu dan memperbaiki kehidupan 14.000 orang atau 2.800 rumah tangga setiap harinya.