Menjanjikan, Operator Seluler Bidik Bisnis Remittance

NERACA

Jakarta – Meskipun bisnis telekomunikasi belum memasuki titik jenuh, namun banyak perusahaan operator seluler mulai ekspansi usaha disektor digital service dan termasuk didalamnya bisnis pengiriman uang atau remittance baik dalam negeri ataupun luar negeri.

Masih terbukanya peluang pasar bisnis remittance ini, membuat perusahaan operator mulai diversifikasi usaha di sektor keuangan. Salah satunya, PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang meluncurkan layanan XL Tunai untuk pengiriman uang ke luar negeri, khususnya di Malaysia dan Arab Saudi.

Senior Manager Finance PT XL Axiata Tbk, Yesie D. Yosetia mengatakan, peluang pasar bisnis remittance masih terbuka lebar di Indonesia. Berdasarkan data Bank Indonesia, baru 40% masyarakat Indonesia yang terjamah financial service dari populasi masyarakat saat ini dan sisanya belum, “Artinya, ada sekitar 60% yang belum terjamah financial service,”ungkapnya di Jakarta, Senin (4/2).

Menurutnya, peluang pasar yang lebar ini menjadi tantangan bagi operator seluler untuk bersama-sama kolaborasi memanfaatkan peluang tersebut. Pasalnya, bila selama ini financial service untuk perbankan hanya untuk e-payment. Maka untuk sektor telekomunikasi, bisnis ini untuk service.

Target Kontribusi

Oleh karena itu, kata Yesie, perseroan menargetkan kontribusi pendapatan dari bisnis digital service, khususnya remittance sebesar 7% di 2015 dari total pendapatan perseroan. Dia menjelaskan, bisnis remittance ini sudah berjalan tiga tahun dan karena itu, perseroan beralasan belum memasang target besar dari remittance, “Kita belum pasang target kontribusi bisnis remittance dan juga jumlah transaksi, karena masih menjajaki segmen bisnis baru dan menuai hasilnya di 2015,”ujarnya.

Sementara untuk target pelanggan sendiri, perseroan membidik 2 juta pelanggan di 2013 dari bisnis remittance. Asal tahu saja, PT XL Axiata Tbk bersama Western Union dan Celcom Axiata serta bekerjasama Alfamart meluncurkan XL Tunai atau sebuah layanan international remittance yang bisa dilakukan dari Malaysia, Arab Saudi, Hong Kong, Singapura dan lebih dari 100 negara lainnya.

Kata Direktur Teknologi Konten dan News Business XL, Dian Siswarini, layanan ini akan sangat membantu para tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri, khususnya di Malaysia dan Arab Saudi, “Dengan layanan XL Tunai, pengiriman uang akan sampai di kampung halaman dengan cepat, aman dan mudah,”tegasnya.

Disebutkan, penarikan uang tunai bisa dilakukan melalui XL center di seluruh Indonesia, kantor dealer resmi XL, agen XL Tunai atau retail outlet XL yang bertanda khusus dan segera akan dapat dilakukan di toko Alfamart seluruh Indonesia.

Hadirkan Delima

Sementara pesaingnya, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) juga ikut meramaikan bisnis remittance dengan meluncurkan layanan Delima atau Delivery Money Access. Delima adalah Aplikasi pengiriman uang melalui Plasa Telkom.

Mantan Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah pernah bilang, Delima melayani pengiriman uang domestik dan internasional. Dimana, pengambilan dapat dilakukan di outlet mana saja yang berlogo Delima, antara lain di Plasa Telkom, dan outlet-outlet lain yang telah bergabung dengan Telkom, “Pengiriman uang dengan DELIMA dapat di akses dengan mudah, aman dan cepat, dengan dukungan sekitar 730 Plasa TELKOM, kurang lebih 20.000 outlet mitra DELIMA dan akan terus bertambah,”paparnya.

Dalam bisnsi jasa pengiriman uang, Telkom menggandeng PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) sebagai lembaga pengelola dana (cash management). Dimana lewat kerjasama tersebut maka nasabah dapat mentransfer dan mengambil uangnya di seluruh cabang BTN tanpa perlu menjadi nasabah BTN.

Asal tahu saja, meningkatnya jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) diluar negeri memberikan benefit pengiriman uang dari luar negeri ke dalam negeri. Data Bank Indonesia (BI) mencatat per pertengahan 2011 lalu nilai Remittance TKI mencapai sekitar US$ 559 juta, dimana sekitar 57% merupakan nilai yang diperoleh dari TKI yang bekerja di negeri jiran, seperti Malaysia atau Singapura.

Sebagai media pengiriman uang, sekitar 81,9% TKI telah menggunakan jasa perbankan. Namun hal tersebut masih terlihat belum optimal, dikarenakan para TKI tersebut masih lebih memilih untuk menggunakan jasa non-perbankan untuk mengirimkan uangnya ke Indonesia disebabkan biaya Remittance dirasakan terlalu mahal jika melalui perbankan. Selain itu proses transaksi melalui perbankan dinilai masih terlalu lama dan sulit untuk mengakses channel perbankan. (bani)

BERITA TERKAIT

Ambisi NFC Raup Pundi Keuntungan Bisnis Digital - Dirikan Perusahaan Baru

NERACA Jakarta – Geliat pertumbuhan ekonomi digital saat ini, menjadi berkah dan peluang bagi PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) untuk…

Urban Jakarta Bidik Penjualan Rp 240 Miliar - Harga IPO Rp 1000-1250 Per Saham

NERACA Jakarta – Tren pengembangan proyek properti berbasis transit oriented development (TOD) cukup menjanjikan kedepannya, apalagi pembangunan LRT yang digarap…

Innosimulation Bidik Kontrak Rp 200 Miliar - Mengandalkan Sektor Militer

NERACA Jakarta – Besarnya peluang pasar bisnis teknologi simulator, baik untuk kebutuhan militer, pendidikan dan hiburan, mendorong PT Innosimulation Technology…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PTBA Bukukan Laba Bersih Rp 3,93 Triliun

Di kuartal tiga 2018, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) membukukan laba bersih Rp3,93 triliun, naik 49,67% year on year (yoy)…

BEI Suspensi Saham Trancoal Pacific

Mengalami kenaikan harga saham di luar kewajaran, perdagangan saham PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) dihentikan sementara atau disuspensi oleh PT…

Hotel Mandarine Bakal Gelar Rights Issue

Perkuat modal dalam rangka mendanai ekspansi bisnisnya, PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) berniat menerbitkan saham dengan hak memesan efek…