Semen Baturaja Segera Bangun Baturaja Tiga

Jika Disetujui IPO

Selasa, 05/02/2013

NERACA

Jakarta- Meskipun mimpi PT Semen Baturaja untuk melakukan Penawaran Saham Umum Perdana (Initial Public Offering/IPO) masih harus menunggu keputusan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), pihak perusahaan optimistis apabila dizinkan untuk melakukan IPO, perusahaan akan merealisasikan pembangunan Semen Baturaja III, dan menambah kapasitas produksi. “Ada peluang untuk mempercepat pembangunan Baturaja III. Dan kalau Baturaja diizinkan IPO, Baturaja juga akan mampu meningkatkan produksi kapasitas semen menjadi 1,5 juta ton," kata Direktur Utama Semen Baturaja Pamudji Rahardjo, di Jakarta, Senin (4/2).

Adanya pelaksanaan IPO Semen Baturaja yang dinilai dapat meningkatkan kinerja perusahaan juga diungkapkan oleh Menteri Keuangan, Agus Martowardojo. “Semen Baturaja kan tidak hanya melakukan perluasan pertama, tapi hingga tahun 2017 juga akan melakukan ekspansi. Ini bisa meningkatkan perluasan penyerapan tenaga kerja,” jelasnya.

Menurutnya, rencana IPO dapat memperoleh penambahan dana dengan terjadinya kenaikan harga saham perseroan yang secara tidak langsung akan meningkatkan kekayaan perseroan. “Pencapaian 1,5 juta ton semen dengan pengembangan pabrik akan mengunakan dana hasil IPO sebesar Rp1 triliun,” ujarnya.

Selain itu, dia menilai, IPO Baturaja juga akan memberi dampak positif bagi pemerintah. Mengingat, dengan pelaksanaan IPO, harga saham akan mencerminkan kekayaan perusahaan yang notabene milik negara (Badan Usaha Milik Negara/BUMN). Dengan begitu, hal tersebut akan mencerminkan juga kekayaan negara.

Sementara Menteri BUMN, Dahlan Iskan rencana BUMN untuk melakukan IPO tidak cukup mudah, harus melalui proses yang cukup banyak dan menguras energi. Karena itu, pihaknya pesimistis realisasi atas pelaksanaan IPO BUMN dapat terwujud. “Kami masih akan mencari perusahaan yang memungkinkan untuk IPO. Tapi kalau prosesnya panjang seperti ini, menguras energi. Terlebih tahun 2013, nuansa politiknya cukup tinggi. Mungkin anak usaha-anak usaha yang prosesnya lebih sederhana.” jelasnya.

Dia menegaskan, agar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dapat segera memberikan keputusan terkait Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) PT Semen Batu Raja tersebut sehingga pihaknya dapat melanjutkan pekerjaannya.

Pro Kontra

Terkait keputusan IPO Semen Baturaja, Ketua komisi XI DPR RI, Emir Moeis mengatakan, perlu pertimbangan yang matang untuk memutuskan penawaran saham Semen Baturaja ke publik. Hal itu diharapkan agar diperoleh keputusan terbaik. "Saya mengharapkan pengambilan keputusan lewat jalan yang terbaik. Keputusannya akan kita lakukan kuranng dari seminggu. Nanti kita bersurat dengan menteri BUMN," jelasnya.

Dalam jajak dengar pendapatan mengenai keputusan IPO Baturaja, Anggota Komisi XI DPR Fraksi Partai Gerindra , Sadar Subagyo mengatakan, PT Semen Baturaja sebaiknya melakukan marger dengan PT Semen Indonesia sebagai sesama perusahaan semen plat merah. “Kita bersusah payah melakukan marger. Mengapa tidak dilebur kepada semen Indonesia. Ini lebih efektif," jelasnya.

Menurut dia, hal tersebut akan lebih aman dibandingkan apabila 35% saham tersebut dilepas ke publik yang memungkinkan bagi asing untuk membeli saham tersebut. Hal tersebut dimaksudkan agar posisi perusahaan semen Indonesia menjadi lebih kuat. “Sebaiknya yang 35% ini dijual ke Semen Indonesia, sehingga melebur. Sehingga semen kita menjadi lebih kuat,” ujarnya. (lia)