BTN Berikan Apresiasi kepada Mitra Kerja

BTN Property Award 2013

Selasa, 05/02/2013

NERACA

Jakarta - Tak terasa, sudah 63 tahun PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menjalankan bisnis di negeri ini. Harus diakui, BTN pengembangan bisnis di sektor perumahan bukanlah usaha yang mudah. Namun, hasil kerja keras selama ini menjadikan BTN sebagai perusahaan besar yang masuk dalam 10 besar bank terbesar di Indonesia adalah sebuah suksesi. Ini adalah hasil kerja sama yang diyakini membawa BTN tumbuh dan besar.

”Kami ada karena dukungan semua pihak, terutama dukungan seluruh pegawai dan stakeholder Bank BTN,” kata Maryono, Direktur Utama BTN, usai memberikan penghargaan BTN Property Award 2013 di Jakarta, pekan lalu. Maryono menjelaskan, BTN Property Award 2013 merupakan sebuah apresiasi yang diberikan BTN kepada mitra kerja yang selama ini sangat loyal mendukung bisnis perseroan.

Apresiasi ini, lanjut dia, perlu diberikan kepada mitra kerja utama BTN di bidang perumahan, yaitu Kementerian Perumahan Rakyat, para pengembang dan lembaga-lembaga yang telah banyak mendukung penyaluran KPR seperti Bapertarum-PNS, PT Jamsostek (Persero) dan Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan (YKPP).

“Termasuk kepada pengembang yang terlama bekerja sama dengan Bank BTN dan pengembangan terbanyak menyalurkan KPR Subsidi dan Non Subsidi tahun 2012,” tambahnya. BTN Property Award 2013 diberikan kepada pengembang dengan kategori Realisasi Unit KPR Subsidi dan KPR Non Subsidi Terbanyak 2012.

Untuk pengembang dengan realisasi unit KPR Subsidi terbanyak 2012 diberikan kepada PT Nusantara Almazia, PT Cahaya Bumi Pratama, PT Tata Bumi Persada. Untuk pengembang dengan realisasi unit KPR Non Subsidi terbanyak 2012 diberikan kepada PT Duta Pratama Propertindo, PT Usaha Bumi Makmur, PT Karunia Mustika.

BTN Property Award 2013 juga diberikan kepada Perumnas yang dianggap sebagai pengembang yang terlama bekerjasama dengan Bank BTN. Sementara beberapa mitra lainnya mendapatkan awardyang sama dalam kategori sebagai mitra usaha yang sangat loyal mendukung bisnis pembiayaan perumahan BTN, seperti Kementrian Perumahan Rakyat, Bada Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan (BLU PPP) Kemenpera, Bapertarum PNS danYayasan Kesejahteraan Perumahan dan Pendidikan (YKPP).

Maryono melanjutkan, BTN dan pengembang merupakan dua entitas yang tidak bisa dipisahkan dalam pembangunan perumahan. Setiap tahunnya, BTN menyalurkan KPR kepada hampir 200 ribu unit rumah baru untuk semua lapisan masyarakat. Dengan pengalaman ini, BTN telah bekerjasama dengan lebih dari ratusan pengembang di seluruh Indonesia.

Dia menambahkan permintaan akan rumah tidak pernah berhenti. Setiap tahunnya, Indonesia membutuhkan tidak kurang dari 800 ribu unit rumah baru. Dari angka ini, hanya setengahnya yang dapat dipenuhi oleh masyarakat, baik melalui pengembang perumahan maupun swadaya oleh masyarakat sendiri.

Pertumbuhan penduduk, peningkatan pendapatan perkapita serta semakin berkembangnya masyarakat kelas menengah di Indonesia, menjadi beberapa faktor yang terus meningkatkan jumlah kebutuhan rumah. ”Ini merupakan tugas dan tanggung jawab bersama para pelaku bisnis perumahan dan Bank BTN merespon secara positif untuk mendorong bagaimana kebutuhan masyarakat akan rumah minimal dapat terpenuhi dalam setiap tahunnya,” tegas Maryono. [kam]