2013, BNI Buka 3 Perwakilan di Timur Tengah

NERACA

Jeddah - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mengaku akan segera membuka kantor perwakilannya di tiga kota penting di Arab Saudi, yaitu Jeddah, Mekkah dan Madinah, untuk mempermudah arus keuangan dan kenyamanan finansial jemaah ibadah haji dan umrah.

"Kami sudah menjajagi pembukaan kantor cabang di Arab Saudi. Insya Allah dalam waktu dekat sudah bisa beroperasi," kata Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo, di sela-sela Forum Bisnis Indonesia-Arab Saudi di Jeddah, Senin, yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut Gatot, pembukaan kantor cabang penuh tersebut menindaklanjuti MoU pemerintah Indonesia dan Arab Saudi yang ditandatangani di Bali 11 April 2012. Artikel 24 MoU tersebut berbunyi kedua belah pihak menyambut baik persetujuan pemerintah Saudi Arabia untuk pembukaan cabang BNI di Arab Saudi.

Dengan demikian, akan melengkapi kantor cabang luar negeri yang ada di Singapura, Tokyo, Hong Kong, London dan New York, serta cabang pembantu di Osaka. Menurut Senior Wakil Presiden BNI A Firman Wibowo, pembukaan kantor cabang itu akan mempermudahkan transaksi keuangan bagi 1,3 juta pekerja, jemaah haji 300 ribu per tahunn, dan jemaah umrah 750 ribu per tahun.

"Untuk memudahkan pekerja kirim uang, yang untuk jemaah haji cukup bawa kartu ATM saja tidak perlu banyak bawa uang tunai, dan TKI pulang cukup bawa ATM,” terang Firman. Sedangkan untuk pengusaha akan mempermudah trade financing bisnis, arus ekspor impor, karena pengusaha Indonesia banyak ekspor makanan, agribisnis, perikanan, dan teksil.

Gatot Suwando juga mengungkapkan, ada perputaran uang yang sangat besar. Sebanyak US$500 juta-US$600 juta setiap tahun, yang berputar untuk akomodasi hotel, makanan, oleh-oleh dan dilanjutkan perdagangan.

"BNI ingin menjadi Jembatan investasi pengusaha Indonesia dan Arab Saudi," kata Gatot. Perseroan, lanjut dia, sudah menjajaki lokasi kantornya. Tinggal menunggu izin otoritas keuangan Arab Saudi. Dia pun mengaku sudah mendapat dukungan dari Kementerian Agama, Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan. [ardi/ant]

BERITA TERKAIT

BNI Belum Putuskan Soal Kerjasama WeChat dan Alipay

    NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (BNI) masih belum menentukan keberlanjutan kerja sama dengan dua perusahaan…

Bangun Pabrik di Jawa Tengah - PBID Targetkan Konstruksi Kuartal 1/2019

NERACA Jakarta – Rencana pembangunan pabrik baru di Jawa Tengah, terus di kejar progresnya oleh PT Panca Budi Idaman Tbk…

Awal Tahun, NasionalRe Gelar Pelatihan Bagi Para Mitranya di Jawa Timur

Awal Tahun, NasionalRe Gelar Pelatihan Bagi Para Mitranya di Jawa Timur NERACA Jakarta - PT Reasuransi Nasional Indonesia atau NasionalRe…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

LPS Perkirakan BI Tahan Suku Bunga Di Awal 2019

NERACA Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memproyeksikan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate pada awal 2019 ini…

Regulator Terapkan Perhitungan Risiko Pasar Basel III Terbaru

  NERACA Jakarta - Regulator Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghadiri pertemuan para Gubernur Bank Sentral dan Pimpinan Otoritas Pengawas Sektor…

Sejumlah Perusahaan Jasa Keuangan Manfaatkan NIK - Gandeng Kemendagri

  NERACA Jakarta - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII)…