Cerita di Balik Noda

Fira Basuki

Sabtu, 09/02/2013

Kisah-kisah dalam Cerita di Balik Noda ini seolah menyadarkan kita betapa anak-anak adalah sumber kebijaksanaan hidup yang tak pernah kering jika kita mau melihatnya dengan cinta. Kenakalan mereka adalah kilau emas, dan kepolosan mereka adalah mentari pagi yang menghangatkan jiwa.

Barangkali karena yang melahirkan anak-anak, para ibulah yang umumnya mampu melihat semua itu dengan cinta mereka. Tidak heran bila kisah-kisah dalam buku ini kebanyakan ditulis oleh kaum ibu. Mereka berbagi cerita tentang hubungan ibu-anak yang telah memperkaya jiwa mereka. Novelis Fira Basuki mengaku menikmati menulis beragam buku, termasuk menulis kembali kisah para ibu di Indonesia dalam buku "Cerita di Balik Noda".

Fira Basuki, salah seorang novelis Indonesia terkemuka sekarang ini, mengembangkan cerita-cerita para ibu tersebut dengan tetap mempertahankan gaya tulisan aslinya. “Ketika saya diminta untuk mengembangkan buku Cerita di Balik Noda ini, saya seolah sedang bergelut dengan pekerjaan rumah tangga sehari-hari. Saya merasakan gairah sebagai seorang ibu,” tulis Fira dalam pengantarnya.

Novelis Fira Basuki meluncurkan buku terbaru, "Cerita di Balik Noda", di Jakarta. Buku ke-27 Fira berisi 42 cerita dan 38 di antaranya diilhami cerita ibu Indonesia. Dia mengaku mendapat inspirasi dari pengalaman pribadi bersama keluarga dalam menulis empat cerita lainnya. Penulis yang sudah menelurkan 27 karya itu mengaku tidak pernah punya target untuk menerbitkan buku dalam kurun waktu tertentu.

"Noda artinya banyak, bisa juga keburukan hati yang harus kita bersihkan," kata Fira saat peluncuran buku di Jakarta.

Salah satunya cerita "Sarung Ayah". "Sarung suami saya ternyata dibawa tidur sama anak saya, nggak dicuci-cuci sampai bukan bau suami saya lagi yang tertinggal di sana, tapi bau iler," tutur ibu dari dua orang anak itu.