Aksi Beli Berlanjut, IHSG Diproyeksikan Masih Aman

NERACA

Jakarta – Transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan, ditutup menguat menguat 8,931 poin (0,20%) ke level 4.490,565. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,025 poin (0,26%) ke level 768,206. Penguatan indeks ini sedikit terhambat oleh aksi ambil untung investor domestic.

Kata analis Milenium Danatama Sekuritas Abidin, penguatan indeks BEI disuport aksi belipelaku pasar asing, kondisi itu menjadi salah satu pendorong indeks BEI menguat, “Investor asing mencatatkan beli bersih atau "fareign net buy" di pasar modal Indonesia sekitar Rp500 miliar,”katanya di Jakarta, Senin (4/2).

Sementara analis Panin Sekuritas Purwko Sartono menambahkan, IHSG BEI awal pekan ini bergerak mudah berubah (volatile) sebelum akhirnya ditutup pada area positif, “Pergerakan indeks dipengaruhi oleh sentimen dari pengumuman data ekonomi AS dan juga laporan kinerja kuartal empat 2012 dari beberapa emiten yang bagus,”paparnya.

Dia memproyeksikan, indeks BEI Selasa akan bergerak berfluktuasi dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran 4.480-4.510 poin. Tercatat saham-saham yang naik diantaranya, Global Mediacom (BMTR) naik Rp75 ke Rp2.250, Multipolar (MLPL) naik Rp85 ke Rp440, Astra International (ASII) naik Rp150 ke Rp7.600.

Pada perdagangan kemarin, indeks hampir saja menembus level tertingginya sepanjang sejarah, yaitu di level 4.519,459 yang diraih pada pertengahan perdagangan Jumat 1 Februari kemarin. Rencana ini kandas gara-gara aksi ambil untung yang dilakukan investor.

Meski tidak tembus intraday tertinggi, indeks berhasil cetak rekor tertingginya sepanjang sejarah. Rekor sebelumnya di level 4.481,634 yang diraihnya akhir pekan lalu pun terpecahkan. Transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 461,82 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 222.853 kali pada volume 6,178 miliar lembar saham senilai Rp 5,758 triliun. Sebanyak 87 saham naik, sisanya 152 saham turun, dan 107 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia berhasil mengakhiri perdagangan awal pekan dengan kompak menguat. Sentimen ini juga membantu indeks melaju di teritori positif jelang penutupan perdagangan. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 20.000 ke Rp 805.000, Metropolitan (MKPI) naik Rp 1.200 ke Rp 6.150, Matahari (MPPA) naik Rp 300 ke Rp 1.530, dan Sorini Agro (SOBI) naik Rp 290 ke Rp 1.590.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.550 ke Rp 50.700, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 750 ke Rp 40.450, Centris (CMPP) turun Rp 370 ke Rp 1.130, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 350 ke Rp 19.200.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup terkoreksi tipis 0,627 poin (0,01%) ke level 4.481,007. Sementara Indeks LQ45 turun tipis 0,614 poin (0,08%) ke level 765,567. Saham-saham bank dan konsumer terkena aksi ambil untung. Dengan kapitalisasi cukup besar, saham-saham itu berhasil menyeret indeks jatuh ke zona merah.

Aksi ambil untung ini banyak dilakukan oleh investor domestik. Untungnya, beberapa unggulan saham masih menguat, seperti di sektor agrikultur dan pertambangan, sehingga indeks masih punya potensi menguat.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 135.518 kali pada volume 3,003 miliar lembar saham senilai Rp 3,008 triliun. Sebanyak 97 saham naik, sisanya 103 saham turun, dan 119 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Sorini Agro (SOBI) naik Rp 290 ke Rp 1.590, Surya Toto (TOTO) naik Rp 250 ke Rp 6.850, Bina Dana (ABDA) naik Rp 250 ke Rp 2.575, dan Matahari (MPPA) naik Rp 210 ke Rp 1.440.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.500 ke Rp 50.750, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 550 ke Rp 40.650, United Tractor (UNTR) turun Rp 200 ke Rp 19.350, Multi Prima (LPIN) turun Rp 150 ke Rp 6.350.

Awal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 16,35 poin atau 0,36% ke posisi 4.497,98. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 4,09 poin (0,53%) ke level 770,27, “Mayoritas bursa Asia dibuka menguat dan termasuk IHSG BEI dipicu dari positifnya rilis data ekonomi AS akhir pekan lalu dan data non-manufaktur indeks China yang kembali menguat," kata analis Samuel Sekuritas Yualdo Yudoprawiro.

Dia menambahkan, saham-saham berbasis komoditas terutama minyak sawit mentah (CPO) diperkirakan kembali menguat seiring naiknya harga CPO Rotterdam yang signifikan pada akhir pekan lalu sebesar 4,1 persen.

Selain itu, lanjut dia, harga komoditas seperti minyak juga menguat ke level 97,8 dolar AS per barel diikuti mayoritas harga baja dunia. Namun demikian, beberapa saham sektor perbankan cukup rawan terhadap aksi ambil untung setelah menguat cukup signifikan sepanjang pekan lalu.

Sementara, analis e-Trading Securities Betrand Raynaldi mengatakan, kenaikan IHSG pada akhir pekan lalu (1/2), menciptakan kenaikan poin tertinggi baru, secara teknikal kenaikan itu rawan koreksi.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng, Senin awal pekan dibuka menguat 154,34 poin (0,65%) ke level 23.876,18, indeks Nikkei-225 naik 40,09 poin (0,36%) ke level 11.231,43, dan Straits Times menguat 24,56 poin (0,75%) ke level 3.315,70. (bani)

BERITA TERKAIT

Tak Terganggu Aksi Teror, RI Siap Selenggarakan AG 2018

Oleh : Dani Setia N, Pemerhati Sosial Masyarakat   Perhelatan akbar Asian Games (AG) 2018 sebentar lagi akan dimulai, gegap…

Unilever Bagikan Dividen Rp 6,9 Triliun - Buktikan Arus Kas Masih Positif

NERACA Jakarta – Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memutuskan untuk membagikan dividen dari…

APPTHI: Keadilan Masih Langka di Era Reformasi

  NERACA Jakarta - Orde Reformasi sebagai pengganti Orde Baru memang sudah berjalan 20 tahun, tetapi bidang hukum belum mampu…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Harum Energy Bagikan Dividen US$ 45 juta

Sukses membukukan kinerja positif dengan perolehan laba bersih melesat tajam, PT Harum Energy Tbk (HRUM) akhirnya memutuskan untuk membagikan dividen…

PTPN X Terbitkan MTN Rp 500 Miliar

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X menerbitkan "Medium Term Notes" (MTN) atau surat utang jangka menengah tahun 2018 senilai Rp500 miliar,…

Mitra Investindo Masuk Pengawasan BEI

Lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran, perdagangan saham PT Mitra Investindo Tbk (MITI) masuk dalam pengawasan PT Bursa…