Eropa Ngaku Belum, AS Klaim Usai - Krisis Ekonomi

NERACA

Jakarta - Jerman memberi peringatan kepada negara-negara Uni Eropa bahwa krisis ekonomi yang menimpa benua biru itu belum berakhir. Menteri Keuangan Jerman, Wolfgang Schaeuble, mengatakan meskipun perbankan zona euro telah bekerja keras namun krisis tetap harus diwaspadai.

"Menurut saya krisis Eropa belum akan berakhir. Ini akan menjadi salah jika kita percaya bahwa semua masalah telah diselesaikan," jelas Schaeuble di Munich, Jerman, Jumat. Namun, Schaeuble juga mengakui bahwa zona euro berada dalam posisi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan situasi tahun 2012.

Schaeuble melihat kemajuan besar telah dibuat oleh zona euro dalam beberapa tahun terakhir, menggarisbawahi bahwa perekonomian mendapatkan keuntungan banyak dari integrasi Eropa. "Eropa adalah ekonomi terkuat di dunia jika Anda mengambil semua negara bersama-sama dan ini adalah sebuah pencapaian yang signifikan," terangnya.

Pada saat yang sama, Schaeuble berpendapat bahwa integrasi ekonomi dicapai dalam sebuah proses rumit, yang hampir tidak dapat dipahami baik di Eropa maupun di luar. Menurut Schaeuble, semua negara anggota telah membuat kemajuan besar dalam memerangi krisis dalam hal pengurangan defisit. "Itu mungkin bahkan lebih penting ketika datang untuk mengurangi biaya unit upah," katanya.

Dia menekankan, perlunya untuk membuat kemajuan lebih lanjut dalam undang-undang sekunder Eropa, yang terdiri dari aturan-aturan mengikat. "Kami telah mencapai kemajuan dan itulah mengapa pasar keuangan mendapatkan kembali kepercayaannya," tukas Schaeuble.

Di tempat terpisah, Wakil Presiden AS, Joe Biden justru mengklaim bahwa perekonomian AS saat ini dalam kondisi yang baik-baik saja. "Apa yang dipikirkan orang selama ini, tidaklah benar. (AS) tidak sekrisis yang dipikirkan," tegas Biden.

Berbicara dengan Kanselir Jerman Angela Merkel di Berlin, Biden mengatakan, pihaknya bersama Jerman tengah membahas metode untuk mengatasi masalah kronis defisit yeng menggunung, utang dan prospek pemulihan serta pertumbuhan.

Biden menyebut Jerman "mitra yang benar-benar penting dan strategis” bagi AS. "Tanpa Eropa yang kuat dan hubungan dekat dengan Eropa, tidak dibayangkan bagaimana kepentingan Amerika dapat dipenuhi di seluruh dunia," tambah Biden.

SementaraMerkel juga mengatakan bahwa Jerman mengirimkan pesan positif untuk Biden dalam upaya untuk meredakan krisis utang Paman Sam. Menurut sebuah pernyataan setelah pertemuan itu, Merkel juga memuji sinyal positif tentang rencana pakta perdagangan bebas transatlantik AS-Eropa, yang secara luas diharapkan meningkatkan perekonomian kedua belah pihak. [ardi/dbs]

BERITA TERKAIT

Masalah Kejiwaan di DKI Didominasi Tekanan Ekonomi

Penyebab timbulnya masalah kejiwaan atau gangguan kesehatan mental di DKI Jakarta didominasi oleh tekanan ekonomi dan situasi sosial keluarga."Penyebab paling…

Wapres Dorong Peningkatan Kerjasama Ekonomi Negara D8

    NERACA   Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, Indonesia akan mendorong peningkatan kerja sama ekonomi dalam KTT…

Nilai Tambah dalam Ekonomi dan Industri

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Lama sudah kita menenggelamkan diri dalam persoalan ekonomi. Kegiatan dan proses…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

10 LKM Syariah Kantongi Izin dari OJK

  NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan izin operasi sepuluh Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKM Syariah) yang diharapkan…

BTN Ajak Mahasiswa jadi Entrepreneur Properti

  NERACA Yogyakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. siap mengawal para mahasiswa untuk menjadi entrepreneur muda handal di bidang properti…

Bank Muamalat Resmikan Unit Program Social Trust Fund Di Bali

  NERACA Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. (Bank Muamalat) secara resmi memperkenalkan Unit Program Social Trust Fund (STF)…