Panin Insurance Lepas 500 Ribu Lembar Saham

PT Panin Insurance Tbk (PNIN) kembali melakukan penjualan saham hasil pembelian kembali saham (buyback saham) sebanyak 500.000 lembar saham. Kata Wakil Presiden Direktur Panin Insurance, Syamsul Hidayat, penjualan saham hasil buyback dilakukan pada 30-31 Januari 2013, “Adapun, sisa saham hasil buyback I saat ini masih sejumlah 3.716.500 lembar saham," kata Syamsul dalam siaran persnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Disebutkan, perseroan telah melakukan penjualan saham hasil buyback I sejumlah 500 ribu lembar dari jumlah saham 4.216.500 lembar. Dimana saham hasil buyback ini telah dilepas di harga Rp 550-590 per saham. "Kami melepas saham sejumlah 250 lembar di harga Rp 550 per saham, dan yang sejumlah 250 lembar lagi di harga Rp 590 per saham,"ungkapnya.

Sebelumnya, pada 22 dan 23 Januari 2013, PNIN juga telah melepas saham hasil buyback tersebut di harga Rp 550 per saham. Pelepasan saham itu telah dilaksanakan Perseroan melalui PT Evergreen Capital.

Sementara saham hasil buyback II PNIN saat ini masih belum dijual atau masih sejumlah 25.472.500 saham. Dahulu, saham hasil buyback II ini, diperoleh pada 2007, dengan melaksanakan buyback saham II sebanyak 25.472.500 lembar saham dengan nilai nominal Rp 250 per saham. (bani)

BERITA TERKAIT

Mardani Terpilih Ketum HIPMI 2019-2022

Hasil musyawarah nasionak (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) memilih Mardani H. Maming (Mardani) sebagai ketua umum HIPMI Priode 2019-2022…

Kalbe Farma Raih Lisensi Obat Untuk Tumor

Jaga pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi PT Kalbe Genexine Biologics (KG Bio) yang merupakan perusahaan patungan antara PT Kalbe Farma…

Penjualan Indocement Terkoreksi 5,8%

Sampai dengan Agustus 2019, penjualan semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencapai 1,6 juta ton atau terkoreksi 5,8% dibandingkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…

Geliatkan KEK Tanjung Lesung - KIJA Cari Investor Potensial Kembangkan Wisata

NERACA Jakarta – Bangkit dari musibah gempa dan tsunami Banten yang terjadi pada 2018 lalu, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.…