Kapitalisasi Pasar Saham Astra Masih Kokoh - Catatkan Rp 297,55 Triliun

NERACA

Jakarta–Kekokohan PT Astra International Tbk (ASII) sebagai emiten berkapitalisasi besar, tidak bisa dielakkan lagi. Pasalnya, perseroan kembali mencatatkan kapitalisasi pasar saham terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) senilai Rp 297,55 triliun hingga priode Januari 2013.

Berdasar data BEI, Jum’at akhir pekan kemarin. Disebutkan, kapitalisasi pasar saham Astra didekati PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang mencatatkan kapitalisasi pasar saham sebesar Rp277,44 triliun per 31 Januari 2013.

Meskipun menguat, tetapi bila dibandingkan priode yang sama tahun lalu. Nilai kapitalisasi pasar saham Astra Internasional turundari Rp319,41 triliun per 31 Januari 2012 menjadi Rp297,55 triliun.

Sementara nilai kapitalisasi pasar saham HMSP naik dari Rp195,26 triliun pada 31 Januari 2012 menjadi Rp277,44 triliun per 31 Januari 2013. Kemudian diurutan ke tiga ada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan mencatatkan kapitalisasi pasar saham sebesar Rp235,54 triliun atau naik bila dibandingkan periode 31 Januari 2012 yang sebesar Rp195,26 triliun.

Sedangkan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) harus puas diurutan ke empat dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp209,05 triliun dan diikuti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan kapitalisasi pasar saham sebesar Rp195,55 triliun per 31 Januari 2013. Untuk PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menempati posisi keenam dengan membukukan kapitalisasi pasar saham senilai Rp194,15 triliun.

Sebagai informasi, BEI mencatatkan kenaikan kapitalisasi pasar sepanjang 2012, sebesar Rp 600 triliun. BEI berhasil membukukan kapitalisasi pasar menjadi Rp 4.100 triliun dari sebelumnya Rp 3.600 triliun.

Direktur Utama BEI, Ito Warsito pernah bilang, kenaikan tersebut didorong oleh beberapa faktor diantaranya adanya emiten baru dan aspek peningkatan kinerja emiten, “Dorongan emiten baru menunjang kenaikan kapitalisasi, walaupun emiten baru tahun ini tidak mencapai target sebanyak 25 emiten,"ujarnya.

Kemudian untuk target nilai kapitalisasi pasar tahun 2015, BEI menargetkan US$ 750 miliar. Maka guna memenuhi target tersebut, peningkatan kapitalisasi pasar dapat ditempuh dengan meningkatkan diversifikasi produk investasi dan emiten yang berkualitas.

Asal tahu saja, nilai kapitalisasi pasar saham Indonesia masih sangat kecil jika dibandingkan negara Asia Pasifik lainnya. Berdasarkan World Federation of Exchanges, kapitalisasi pasar saham Indonesia hanya 3,04% di wilayah Asia Pasifik, hanya berada di atas Thailand dan Filipina. (bani)

BERITA TERKAIT

Pemegang Saham Serap Rights Issue MDKA - Bidik Dana di Pasar Rp 1,33 Triliun

NERACA Jakarta - Aksi korporasi yang dilakukan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berupa penerbitan saham baru (rights issue) dengan…

Masih Ada Perusahaan Yang Belum Bayar THR

      NERACA   Jakarta – Meski hari raya lebaran idul fitri telah usai, namun masih ada perusahaan yang…

Proyek Tol Bandung-Tasikmalaya Masih Tunggu Pemerintah Pusat

      NERACA   Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunggu aksi pemerintah pusat serta mendorong Kementerian Pekerjaan Umum…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sunandar Resmi Jadi Dirut Baru KPEI

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) merombak jajaran direksi. Dimana para pemegang…

Indo Straits Raih Kontrak Baru Rp 121 Miliar

Belum lama ini, PT Indo Straits Tbk (PTIS) medapat kontrak baru senilai Rp 121 miliar berupa penyediaan crane barge untuk…

PNRI Terbitkan MTN Rp 145 Miliar

Guna menunjang pengembangan bisnisnya, Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) menerbitkan surat utang jangka menengah alias medium term notes (MTN)…