Didukung Ekspansi Bisnis, Sektor Telekomunikasi Masih Positif

Laba XL Terkoreksi 3,04%

Senin, 04/02/2013

NERACA

Jakarta- Meski tidak secemerlang sektor infrastruktur, perbankan dan properti yang mampu mengerek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tajam di level 4.500 dari adanya confidence investor melakukan aksi beli lebih dari Rp500 miliar, sektor telekomunikasi yang mencatatkan kinerja stagnan dinilai masih akan mengalami pertumbuhan. Hal tersebut didorong adanya rencana pengembangan usaha yang akan dilakukan perseroan.

Kata Direktur Utama PT XL Axiata Tbk Hasnul Suhaimi, untuk mendukung kinerja perseroan ke depan pihaknya menganggarkan belanja modal sebesar Rp8-9 triliun. “Dana belanja modal akan didanai kas internal dan pinjaman, sebagian besar digunakan untuk membangun jaringan data.” jelasnya di Jakarta kemarin.

Pada 2013, lanjut dia, perseroan telah mendapatkan pinjaman sekitar Rp3 triliun dari Bank Mandiri. Fasilitas kredit tersebut senilai Rp500 miliar dan digunakan untuk belanja modal 2012, dan corporate general purpose. Adapun fasilitas kredit senilai Rp2,5 triliun untuk belanja modal 2013 dan keperluan lainnya.

Diinformasikan, PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatatkan laba diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,74 triliun atau mengalami penurunan sebesar 3,04% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,83 triliun. Pendapatan perseroan tercatat mengalami peningkatan sebesar 14,83% menjadi Rp20,96 triliun pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp18,26 triliun. Sementara beban perseroan menjadi Rp16,61 triliun pada 2012 dari periode sama sebelumnya sebesar Rp13,81 triliun.

Nilai Utang Naik

Menurut dia, sepanjang 2012 perseroan telah membelanjakan Rp10,2 triliun untuk investasi dengan mayoritas menggunakan dana internal. Sementara total hutang yang dimiliki perseroan tercatat mengalami peningkatan menjadi Rp13,5 triliun dari hutang tahun lalu sebesar Rp10,7 triliun. Untuk rasio hutang bersih/EBITDA juga meningkat dari 1,0 kali menjadi 1.3 kali pada 2012. Namun, pihaknya mendapatkan pinjaman baru dari BCA, BTMU dan Mandiri pada 2012 sebesar Rp6,5 triliun, dan telah melakukan pembayaran hutang sebesar Rp3,9 triliun.

Pada 31 Desember 2012, total liabilitas jangka pendek perseroan mencapai Rp8,73 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp8,72 triliun. Total liabilitas jangka panjang perseroan meningkat menjadi Rp11,34 triliun pada 31 Desember 2012 dari posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp8,74 triliun. Ekuitas perseroan naik menjadi Rp15,37 triliun pada 31 Desember 2012 dari posisi 31 Desember 2011. Kas dan setara kas perseroan turun menjadi Rp791,80 miliar pada 31 Desember 2012 dari posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp998,11 miliar.

Selain EXCL, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) juga akan melakukan pengembangan bisnisnya. Perseroan mengincar pertumbuhan pendapatan sekitar 8% pada 2013. “Target tahun ini kan pendapatan bisa tumbuh 6%--8%. Tahun depan kami harap bisa tumbuh 8%--10%. Arah kami tahun depan pendapatan sudah mencapai Rp80 triliunan,” ujar Direktur Utama Telkom Arief Yahya.

Untuk itu, perseroan mengalokasikan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp20 triliun. Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk belanja modal anak usahanya, PT Telkomsel sebesar 60%. Sementara 30% untuk pengembangan broadband dan keperluan lainnya sebesar 10%.

Setelah mengakuisisi 4.000 meter persegi data ceter milik IBM di Sentul, perseroan berencana mengakuisisi daerah lain, dan menargetkan untuk memiliki total 24,000 meter persegi data center. Hal tersebut diapresiasi oleh analis untuk membeli saham di level 9.500-9.600, di mana di tahun 2013 kinerja saham TLKM diproyeksikan akan menembus level 10.500. (lia)