Tidak Sekedar Hura-Hura, Ancol Promosikan Wisata Edukasi - Targetkan 15,5 Juta Pengunjung

NERACA

Jakarta – Persaingan bisnis wisata hiburan semakin ketat, berbagai macam usaha banyak dilakukan pengelola untuk meningkatkan pengunjung. Salah satunya PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) yang terus berekspansi dan menghadirkan wahana baru. Teranyar perseroan merevitalisasi lapangan golf seluas 35 hektar menjadi menjadi sebuah lahan terbuka hijau bernama Ecopark.

Disebutkan dana untuk pengembangan wahana baru dan termasuk Eco Park, diambil dari belanja modal tahun 2012 yang dianggarkan sebesar Rp 974,42 miliar atau meningkat 50,83% dari capex tahun lalu yang sebesar Rp646 miliar. Bisnis wisata hiburan, saat ini memiliki prospek yang menjanjikan. Terlebih kondisi ini didukung dengan meningkatkannya daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang positif.

Wisata hiburan merupakan kebutuhan bagi masyarakat untuk melepaskan penat dari kesibukan aktifitas sehari-hari. Oleh karena itu, dengan berwisata akan melepas kejenuhan dan mampu menurunkan ketegangan atau strees. Berbicara wisata, biasanya selalu tergambar biaya yang mahal dan terkesan hura-hura. Namun, tidak semuanya wisata harus biaya mahal. Pasalnya, ada juga wisata yang murah dengan memberikan manfaat edukasi dan tidak hanya sekedar bersenang-senang saja. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk memberikan tempat wisata keluarga dengan harga yang terjangkau dan memberikan nilai lebih berupa edukasi kepada pengunjung. Salah satu yang ditawarkan Ancol adalah wisata Ecopark.

Mengenal Lingkungan

Ancol Ocean Ecopark menjadi tujuan wisata edukasi yang memberikan banyak pengalaman pembelajaran berharga bagi pengunjungnya. Dimana, pengunjung dapat belajar dengan cara yang lebih menyenangkan mengenai lingkungan. Ancol Ocean Ecopark yang memiliki luas sampai 34 hektar, terbagi dalam beberapa zona, yaitu Eco Care, Eco Nature, Eco Art, dan Eco Energy. Di zona-zona ini ada beragam jenis tanaman sehingga cocok sebagai sarana belajar botani.

Kata Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Budi Karya Sumadi, Ancol Ocean Ecopark akan menjadi sebuah social benefit bagi masyarakat karena di dalamnya terdapat sarana rekreasi yang mendidik mengenai flora dan fauna yang selama ini sangat minim ditemukan dalam sebuah kawasan wisata di DKI Jakarta, “Ancol Ecopark akan memberikan wisata dengan segala aktifitas yang berhubungan dengan konsep ramah lingkungan,”ungkapnya.

Di Ecopark menawarkan beragam wahana mulai dari Fantastique Show, Outboundholic, sampai Green Mission Paintball. Lalu sekedar berolahraga seru dan menyenangkan dengan segway, golfcar, bersepeda, trikker, sampai naik boat kanal. Selain itu, dikawasan Ecopark juga terdapat sungai-sungai buatan yang membuat suasana makin sejuk.

Sedangkan segway merupakan personal mobile yang dapat digunakan pengunjung untuk berkeliling Ancol Ocean Ecopark. Kawasan ini juga dilengkapi lintasan-lintasan sebagai tempat berjalan maupun jogging track. Makin seru dengan membawa si kecil beraktivitas di learning farm, feeding animal, educamp, dan handcraft.

Tidak hanya itu, di kawasan Ecopark, pengunjung juga dapat mengenali beragam tanaman yang sudah sangat langka di Indonesia maupun dunia. Pasalnya, disana pengunjung dapat menjumpai pohon mahoni, eboni, trembesi, dan pohon lainnya.

Hal senada juga disampaikan Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Winarto, wisata Ecopark memberikan banyak pengalaman yang berharga, khususnya edukasi bagi si kecil, “Di Ecopark, pengunjung dapat belajar bagaimana bercocok tanam secara sehat tidak menggunakan pestisida, serta belajar pengelolaan kawasan tersebut karena di sana memiliki sistem drainase yang baik,”ujarnya.

Kemudian di dalam Ecopark, terdapat pula Eco Learning Park yang merupak fasilitas pembelajaran bagi pengungjung tentang bagaimana cara menanam sayur-sayuran dan bercocok tanam yang baik dan sehat.

Winarto juga menegaskan, alasan hadirnya Ecopark adalah keinginan mengajak pengunjung yang datang tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga belajar tentang lingkungan hidup yang kini mulai di lupakan oleh masyarakat. "Kita inginnya orang datang ke Ancol itu punya sesuatu yang didapat yang mengendap dalam hati dan pikirannya yang bisa memberikan penyegaran dalam konteks edukasi,”tandasnya.

Alasan lain hadirnya Eopark, mengupayakan Jakarta mempunya satu tempat rekreasi yang punya misi edukasi didalamnya. Karena itu, lanjut Winarto, dengan adanya Ecopark masyarakat pun semakin banyak yang memanfaatkannya dibanding dijadikan lapangan golf sebelumnya. Tercatat, sepanjang tahun 2012, Ecopark telah dikunjungi 1,8 juta orang.

Dukungan Pemda

Keseriusan Ancol menjadi ikon wisata edukasi, rupanya mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah DKI Jakarta yang juga pemegang saham mayoritas. Dukungan tersebut disampaikan langsung Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menginginkan kawasan Ancol sebagai pusat pendidikan. Kata Ahok, Ancol selain tempat wisata juga akan dijadikan sebagai pusat pendidikan, “Kami ingin Ancol buat suatu program pelatihan,"ujarnya.

Menurutnya, tidak hanya menjadi tempat untuk berwisata saja namun juga tempat pendidikan terutama kelautan dan perikanan. Produk-produk, program, serta fasilitas yang berhubungan dengan kelautan dan perikanan, kata Ahok, akan menjadi fokus pendidikan di Ancol, “Jadi orang ke sana tidak hanya untuk jalan-jalan saja tapi bisa untuk pendidikan," tegasnya.

Meski di Ancol sendiri sudah menyediakan wahana pendidikan laut, namun fasilitas baru nanti bisa digabung dengan wahana yang sudah ada di Ancol sebelumnya. Bak gayung bersambut, Dirut PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Budi Karya Sumardi menyambut baik keinginan pemda DKI Jakarta yang menginkan Ancol sebagai ikon wisata edukasi.

Budi menuturkan, Ancol selama ini telah menyediakan sarana yang memberikan kesenangan pada masyarakat. Namun, hal itu belum memiliki arti penuh jika belum disertai dengan muatan pembelajaran, “Ancol mempunyai komitmen tetap peduli terhadap kebutuhan masyarakat akan rekreasi bersifat menghibur, namun mendidik, dan menjadi kawasan wisata berbasis edutainment,”tegasnya.

Dia menjelaskan, Ancol sebagai kawasan wisata terpadu bukan hanya sekadar menyediakan hiburan, namun bisa juga sebagai tujuan rekreasi yang edukatif. Ditambah lagi, Ancol sedang berupaya untuk menjadi salah satu tujuan wisata pilihan kelas dunia dan terbesar di Asia Tenggara.

Target Pengunjung

Asal tahu saja, seiring dengan semakin lengkapnya pilihan wisata di Ancol. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk pun menargetkan kenaikan jumlah pengunjung mencapai 15,5 juta orang di 2013 atau naik sekitar 500 ribu pengungung dibandingkan tahun lalu jumlah wisatawan yang berkunjung mencapai 15 juta dan ditahun 2011, jumlah pengunjung mencapai 14,35 juta.

Kenaikan jumlah pengunjung, disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik. Ditambah, jumlah penduduk Indonesia pun terus bertambah. Dengan kata lain, pangsa pasar industri tempat wisata terbilang besar. Per Desember 2011 pemegang saham perseroan adalah Pemerintah Daerah DKI dengan kepemilikan sebesar 72%, PT Pembangunan Jaya sebesar 18% dan masyarakat sebesar 10%.

Terkait pengembangan usaha, pada tahun 2012 perseroan menyiapkan belanja belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp974,42 miliar atau meningkat 50,83% dari capex tahun lalu yang sebesar Rp646 miliar. Selain berasal dari kas internal, dana belanja modal ini akan diperoleh perseroan dari pinjaman perbankan. (Ahmad Nabhani).

Related posts