Inflasi Januari 2013 Tertinggi dalam Empat Tahun

NERACA

Jakarta – Inflasi bulanan Indonesia selama Januari 2013 mencapai 1,03%, terbesar selama empat tahun terakhir. Pada Januari 2009, tercatat Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,07%. Deflasi juga terjadi pada Januari 2010, yaitu sebesar 0,84%. Sedangkan pada Januari 2011, terjadi inflasi sebesar 0,89%. Hal tersebut merupakan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) di Jakarta, Jumat (1/2).

Menurut Kepala BPS Suryamin, banjir adalah salah satu penyebab terjadinya inflasi pada Januari 2013 ini. "Banjir menyebabkan distribusi makanan terhambat," kata dia.

Inflasi Februari 2013 diperkirakan tidak jauh berbeda dari Januari 2013. Beberapa penyebabnya adalah melemahnya nilai tukar rupiah dan efek dari kenaikan upah minimum (UMP). “Pegawai baru mendapatkan kenaikan upah pada akhir Januari 2013 sehingga pembelanjaan baru terjadi pada Februari. Jadi efeknya baru terlihat pada inflasi Februari 2013,” kata Suryamin.

Dari 66 kota yang masuk dalam Indeks Harga Konsumen (IHK), tercatat 62 kota mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga (Sumatera Utara) 3,78% dengan IHK 145,96 dan terendah terjadi di Pontianak (Kalimantan Barat) 0,01% dengan IHK 146,32.

Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Sorong (Papua Barat) 0,98% dengan IHK 152,00 dan deflasi terendah terjadi di Ternate (maluku Utara) 0,20% dengan IHK 136,59.

Data BPS menyebutkan bahwa inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukan kenaikan indeks kelompok pengeluaran, yaitu bahan makanan 3,39%, makanan jadi, rokok dan tembakau sebesar 0,46%, perumahan, air listrik, gas, dan bahan bakar 0,56%, sandang 0,25%, kesehatan 0,29%, pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,05%. Sementara kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami penurunan indeks sebesar 0,28%.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Januari 2013 antara lain daging, ayam ras, ikan segar, cabai merah, telur ayam ras, bawang merah, upah tukang bukan mandor, beras, bawang putih, ikan diawetkan, bayam, kentang, tomat sayur, cabai rawit, rokok kretek filter, tarif sewa rumah, daging sapi, kacang panjang, apel, jeruk, pisang, semangka, tomat buah, ketupat/lontong sayur, nasi dengan lauk, rokok kretek, rokok putih, tarif kontrak rumah, upah pembantu rumah tangga, dan emas perhiasan. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah tarif angkutan udara.

Untuk bulan-bulan berikutnya, angka inflasi bisa jadi lebih tinggi, karena musim hujan masih mungkin membuat distribusi barang pokok terhambat. Inflasi juga bisa naik karena nilai tukar rupiah yang melemah, sehingga membawa harga konsumen ikut naik.

Melemahnya nilai tukar rupiah akan berkorelasi langsung terhadap harga komoditas impor seperti kedelai, jagung, dan terigu. Kalau harga kedelai naik, otomatis tahu dan tempe ikut naik. Naiknya harga-harga ini akan menaikan kontribursi inflasi bulanan dari sektor pangan.

BERITA TERKAIT

Optimalkan Program CSR - Holcim Libatkan Masyarakat Dalam Rumuskan Program

Sejatinya progam tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) harus berjalan berkesinambungan dan berkelanjutan dalam membangun dan memberdayakan…

Tahun Politik, Serangan Siber Intai Jaringan Telekomunikasi

Industri telekomunikasi seringkali menjadi sasaran empuk para peretas untuk melancarkan serangan siber karena perusahaan umumnya memiliki pusat data (data center)…

Optimisme di Tahun Politik - Mandiri Investasi Bidik AUM Tumbuh 10%

NERACA Jakarta – Di tengah khawatiran pasar global soal perang dagang antara Amerika dan China bakal berdampak terhadap negara berkembang,…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tarif Rp12.000, LRT akan Beroperasi April 2021

  NERACA Jakarta – PT Adhi Karya selaku kontraktor pembangunan kereta ringan Jabodebek (LRT) menyampaikan bahwa progres pembangunan LRT telah…

Lewat Tol Trans Jawa, Angkutan Logistik Layak Disubsidi

  NERACA Jakarta - Tarif angkutan logistik tertentu di jalan tol, khususnya Tol Trans Jawa dinilai layak disubsidi sebagai solusi…

Stasiun Cisauk jadi Daya Tarik Investasi Properti

  NERACA Jakarta - Keberadaan Stasiun Cisauk, Kabupaten Tangerang ini, setiap harinya melayani sekitar 6.200 penumpang dengan 132 perjalanan KRL…