Investor Asing Dongkrak Transaksi Harian - Transaksi Capai Rp 5,2 Triliun

NERACA

Jakarta– Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi beli investor asing sepanjang bulan Januari 2013 mencapai Rp 5,2 triliun. Angka tersebut tergolong sangat besar mengingat sepanjang tahun lalu net buy asing hanya sebesar Rp 15 triliun.

Namun kondisi tersebut dinilai Direktur Utama BEI, Ito Warsito, tidak perlu dikhawatirkan. Pasalnya, kondisi tersebut merupakan sebuah hal yang wajar di pasar modal, “Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Investor asing masih mencatatkan aksi belinya di pasar modal Indonesia. Berarti kepercayaan investor asing meningkat untuk terus berinvestasi di Indonesia,” katanya di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Kata Ito, investor domestic dihimbau untuk dapat berpastisipasi lebih dengan meningkatkan transaksinya di pasar modal. Hal tersebut dilakukan untuk mendorong pertumbuhan pasar modal bisa lebih baik lagi. “Asing jual beli merupakan hal yang normal dan untuk itu ada baiknya investor domestik bisa meningkatkan partisipasinya di pasar modal,” ujarnya.

Sementara itu, ditempat yang sama, Direktur Perdagangan BEI Samsul Hidayat menambahkan, transaksi harian saham di bursa sendiri saat ini juga tercatat kenaikan. Hal ini didorong dari dimajukannya jam perdagangan bursa mulai 2 Januari 2013 menjadi pukul 9.00 WIB. “Kelihatan ada dampak peningkatan transaksi harian, ada kenaikan sekitar Rp300 miliar per hari,” tutur Samsul.

Sekedar informasi, data BEI per 31 Januari 2013, menyebutkan investor asing telah melakukan aksi beli bersih mencapai lebih dari Rp5 triliun sepanjang 2013. Rata-rata transaksi harian saham sepanjang 2013 sekitar Rp4,99 triliun dengan volume perdagangan saham 4,66 miliar saham. Kapitalisasi pasar mencapai Rp4,273 triliun sepanjang 2013. Manajemen BEI menargetkan transaksi harian sekitar Rp5,5 triliun pada 2013.

Oleh karena itu, pelaku pasar menyakini kenaikan signifikan transaksi harian di bursa atau tumbuh sebesar 11,86%, ditopang aktifnya transaksi investor asing. Selain itu, peningkatan rata-rata transaksi juga dikarenakan adanya kenaikan likuiditas saham. Kondisi ini dampak positif dari pertumbuhan ekonomi, krisis global yang sudah mereda dan tidak seperti tahun lalu serta pertumbuhan emiten. (bani)

BERITA TERKAIT

Tenaga Kerja Asing Terbanyak di Palembang

Tenaga Kerja Asing Terbanyak di Palembang NERACA Palembang - Kantor Imigrasi Palembang mencatat tenaga kerja asing yang ada di enam…

Investor Summit 2018 Sambangi Surabaya

Rangkaian acara paparan publik dari perusahaan tercatat secara langsung di 8 kota Investor Summit 2018 kembali berlanjut dengan tujuan kota…

Ekonom UI : Investor Diminta Tidak Panik

NERACA Jakarta – Jeli dan cermat berinvestasi terhadap mengkonsumsi kondisi informasi disekitar, mutlak diperlukan bagi seorang investor agar tidak salah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Model Bisnis Sangat Potensial - Digitaraya Jadi Investor Strategis Pertama Passpod

NERACA Jakarta – Keseriusan PT Yelooo Integra Datanet (Passpod) untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), menarik banyak perhatian…

Lagi, BEI Suspensi Saham Mahaka Media

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) pada perdagngan saham Rabu (19/9).…

Obligasi Masih Ramai di Sisa Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Meskipun dihantui sentimen kenaikan suku bunga, potensi pasar obligasi dalam negeri hingga akhir tahun masih positif. “Dengan…