Tahun 2012, Antam Catatkan Penjualan Rp 10,41 Triliun

Senin, 04/02/2013

NERACA

Jakarta – Terus berfluktuatifnya harga emas, rupanya tidak membuat kinerja keuangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) ikut terkoreksi. Pasalnya, perseroan mencatatkan kenaikan penjualan tipis sepanjang 2012 menjadi Rp 10,41 triliun. Dibandingkan tahun lalu, penjualan mencapai sebesar Rp10,38 triliun.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta akhir pekan kemarin. Asal tahu saja, meskipun penjualan dalam tiga bulan terakhir menurun. Tetapi produksi terus naik.

Tercatat volume produksi feronikel dan bijih nikel Antam di kuartal IV-2012 di 5.085 ton nikel (tni) dan 3.252.762 wet metrik ton (wmt). Sementara produksi emas dan peraknya mencapai 682 kg dan 5.099 kg.

Kemudian penjualan perusahaan sempat mengalami penurunan dalam empat bulan terakhir di 2012. Penjualan emas turun dari 2.150 kg di 2011 menjadi 2.085 kg di 2012. Penjualan perak juga merosot menjadi 5.812 kg di kuartal IV dari sebelumnya 6.619 kg.

Penurunan penjualan di dua komoditas utama Antam ini tidak mampu menutupi kenaikan penjualan feronikel, bauksit dan batubara perseroan yang mengalami kenaikan.

Saat ini, Antam masih mengerjakan beberapa proyek seperti konstruksi proyek CGA Tayan mencapai 86% pada akhir 2012 lalu dan mulai dilakukan commissioning di kuartal pertama tahun ini.

Selain itu, Antam juga meningkatkan kepemilikan saham di Nusa Halmahera Minerals yang mengoperasikan tambang emas Gosowong menjadi 25% dan menandatangani kontrak EPC pembangunan PLTU Pomalla senilai US$ 150 juta.

Sebagai informasi, Antam menjual emas sebesar 7.024 kg atau 2.085 kg selama tiga bulan terakhir di 2012. Penjualan emas Antam ini turun dari angkanya 2011 lalu sebesar 8.009 kg. Perseroan menghasilkan emas sebanyak 2.849 kg atau 682 kg di tiga bulan terakhir 2012. Produksi emas perseroan naik dari produksinya pada 2011 lalu sebesar 2.667 kg atau 663 kg dalam tiga bulan terakhir 2012. (bani)