Pefindo Beri Peringkat AA Sukuk Subordinasi BSM

PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menetapkan peringkat “id AA (sy)” untuk sukuk subordinasi notes mudharabah 2011 PT Bank Syariah Mandiri (BSM) senilai Rp500 miliar.

Informasi tersebut disampaikan Pefindo dalam siaran persnya di Jakarta, akhir pekan kemarin. Kata analis Pefindo Hendro Utomo, peringkat tersebut mencerminkan dukungan yang sangat kuat dari PT Bank Mandiri Tbk, posisi yang sangat kuat di segmen perbankan syariah, dan indikator kualitas aset yang kuat. “Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh tingkat permodalan dan profitabilitas yang moderat,”ujarnya.

Asal tahu saja, BSM bertransformasi menjadi bank syariah dan memulai usaha perbankan syariah pada 1999. Saat ini, PT Bank Mandiri memiliki lebih dari 99,9% saham, sementara sisanya dimiliki oleh PT Mandiri Sekuritas, yang juga merupakan anak perusahaan dari PT Bank Mandiri Tbk. (bani)

BERITA TERKAIT

Pefindo Sematkan Peringkat AA Jasa Marga

Melesatnya pertumbuhan EBITDA (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization) PT Jasa Marga(Persero) Tbk (JSMR) atau pendapatan sebelum bunga, pajak,…

PNM Rilis Sukuk Mudharabah Rp 300 Miliar

NERACA Jakarta –Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnis, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) (PNM) mendaftarkan penawaran terbatas untuk sukuk mudharabah…

Terbitkan Sukuk Rp 1 Triliun - Moratelindo Tawarkan Kupon Hingga 10,5%

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT More Telematika (Moratelindo) melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Sukuk ljarah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Patok Harga Rp 221 Saham - GOLD Raup Rights Issue Rp 212,715 Miliar

NERACA Jakarta - Perusahaan penyedia jasa infrastruktur telekomunikasi, PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan…

Investasikan Dana Rp 20 Miliar - Phapros Rambah Lini Bisnis Kosmetik

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnis dan masuk ke bisnis kosmetik, emiten farmasi PT Phapros Tbk. (PEHA) menyiapkan investasi sebesar…

Gelar Rights Issue - Central Omega Bidik Dana Rp 2,4 Triliun

NERACA Jakarta — Perkuat modal dan pengembangan smelter, PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) bakal menggelar penerbitan hak memesan efek…